Berita Terkini :
Home » » MAKALAH ZOOLOGI VERTEBRATA “KODOK HIJAU”

MAKALAH ZOOLOGI VERTEBRATA “KODOK HIJAU”

Minggu, 16 Oktober 2011 | 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Dalam kehidupan ini tak lepas dari interaksi antar makhluk hidup. Seperti halnya katak, yang memiliki peranan dan dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan, objek penelitian, dan banyak lagi.
Sebelumnya telah kita pelajari dalam tutorial praktikum biologi bahwa pengelompokkan hewan secara garis besar terbagi mejadi dua. Kita telah mengenal hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) dan hewan vertebrate (bertulang belakang).
kodok Hijau dikelompokkan kedalam kelas amphibia dan dikelompokkan lagi menjadi 3 subkelas yaitu : Stegocephala, Caudate, dan Salienta ( Anura ). Nama latinnya Rana cancrivora. Secara garis besar bentuk daripada katak yaitu badan yang ditutupi kulit yang basah dan lembab, warna tubuh hijau, warna varian lainnya kuning, merah, hitam dan corak kombinasi warna-warna tadi. Kulitnya dilapisi mucous atau lendir. Jantung ( cor ) terdiri dari 3 ruangan yaitu : 2 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik). Respirasinya dengan paru-paru dan kulit.
B. Rumusan Masalah

F. Morfologi Katak Hijau
G. Sistem Pencernaan Rana cancrivora
H. Sistem Peredaran Darah Rana cancrivora
I. Sistem Respirasi Rana cancrivora
J. Sistem Urogenital Rana cancrivora
C. Tujuan
Untuk mengetahui morfologi katak hijau, dan sistem-sistem yang bekerja di dalam tubuh katak hijau


BAB I
PEMBAHASAN

A. Morfologi Kodok Hijau


Kodok hijau spesies baru yang diperkirakan masuk ke dalam kelompok jenis katak hijau (Litoria sp. Nov), Tubuh katak terdiri dari caput (kepala), truncus (badan), extremitas (anggota badan). Pada caput (kepala) terdiri dari maxilla (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah), nares anteriorus (nares externa) lubang hidung luar sepasang dan menembus ke cavum oris (rongga mulut), organon visus (mata) : bentuknya besar dan mempunyai palpebra superior (kelopak mata atas), palpebra inferior (kelopak mata atas). Membrana nictitans (selaput mata), pupil mempunyai bentuk seperti belah ketupat, irisnya berwarna keemas-emasan, membrana tympani ( gendang telinga) ,dan anulus tympanicus.
Pada bagian truncus (badan) terdiri dari dermal (kulit), daerah truncus memiliki plicae dermales dorsolaterales yaitu lipatan yang terbentuk oleh penebalan kulit, anus (lubang pengeluaran). Pada bagian extremitas terdiri dari anggota gerak depan (e. Anterior) dan anggota gerak belakang (e. Posterior). Pada bagian anterior terdiri dari brachium (lengan atas), antebrachium (lengan bawah), manus (telapak). Sedangkan pada bagian posterior terdiri dari femur (paha), crus (betis), pes (telapak kaki)
(Rana cancrivora) kodok hijau termasuk kedalam kelompok vertebrate. Katak sendiri dikelompokkan kedalam kelas amphibia dan dikelompokkan lagi menjadi 3 subkelas yaitu : Stegocephala, Caudate, dan Salienta ( Anura ). Nama latinnya Rana cancrivora. Secara garis besar bentuk daripada katak yaitu badan yang ditutupi kulit yang basah, lembab dan terdapat kelenjar-kelenjar, warna tubuh hijau, warna varian lainnya kuning, merah, hitam dan corak kombinasi warna-warna tadi. Kulitnya dilapisi mucous atau lendir.
Pada dasarnya tubuh kodok hjau dibagi menjadi tiga bagian, yakni kepala (caput), badan ( truncus), dan anggota gerak (extremitas). Pada bagian caput terdapat celah mulut (rima oris) yang dibangun oleh maxilla dan mandibula. Lubang hidung luar (nares externa) yang berjumlah sepasang dan menembus sampai ke rongga mulut. Mata (organon visus) yang besar. Pada mata terdapat selaput mata khas pada kodok hijau, yakni membrana nictitans. Seain itu juga terdapat pupil, iris dan sepasang kelopak mata pada masing-masing mata (atas dan bawah).
Pada bagian truncus kodok hijau, ditutupi kulit yang selalu basah, halus, berlendir, dan terdapat kelenjar-kelenjar seperti kelenjar yang menghasilkan pigmen warna kulit katak dan kelenjar yang menghasilkan mucous.
Daerah truncus yang dilapisi kulit, memiliki tekstur kulit yang berlipat-lipat yang terbentuk dari penebalan kulit. Ada lipatan yang menjulur sepanjang punggung yang disebut juga plicae dermales dorsolateralis dan ada juga lipatan kulit yang tidak teratur di bagian-bagian samping-punggung katak ¬yang disebut juga plicae dermales longitudinale. Anus/lubang pengeluaran sisa pencernaan dan peneluaran zat-zat eksresi, terdapat pada ujung posterior tubuh.
Pada bagian extremitas terdiri dari anggota gerak depan (e. Anterior) dan anggota gerak belakang (e. Posterior). Anggota gerak depan berjumlah sepasang, masing masing mempunyai bagian, yakni lengan atas “brachium” (disokong oleh os humerus), lengan bawah “antebrachium” (disokong oleh os radio-ulna), dan telapak “manus” ( disokong oleh os carpus dan os metacarpus). Pada bagian extremitas anterior memiliki 4 buah jari-jari (digiti) tidak ditemukan selaput renang (membrana digiti). Anggota gerak belakang juga berjumlah sepasang, masing masing mempunyai bagian, yakni paha “femur” (disokong oleh os femur), kaki bawah-betis “crus” (disokong oleh os tibia-fibula), dan telapak kaki “pes” (disokong oleh os tarsus dan os metatarsus). Pada bagian extremitas posterior memiliki 5 buah jari-jari (digiti) dan memiliki selaput renang (membrana digiti).
B. Sistem Pencernaan Rana cancrivora
Saluran pencernaan kodok hijau terdiri atas mulut (oris), pharynx, kerongkongan (oesofagus), lambung (ventrikulus), usus (intestinum), dan cloaca. Rongga mulut (cavum oris) dibentuk oleh rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibula) yang terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, kandung empedu, dan pancreas.
Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit dan berbentuk huruf V disebut gigi vormer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Selain itu juga, terdapat gigi-gigi halus yang tersusun dipinggir maxilla, yakni dentes maxillaris. Lidah pada katak bercabang dua (lingua bifida), berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Jika ada serangga ituakan melekat pada lidah yang berlendir. Sesudah masuk mulut, makanan ditelan melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus. Dinding usus mengandung kapiler darah dan di sini sari-sari makanan diserap. Selanjutnya sisa makanan didorong keluar menuju kloaka
C. Sistem Peredaran Darah Rana cancrivora

Sistem peredaran darah pada kodok hijau (Rana cancrivora) termasuk sistem peredaran darah tertutup dan ganda. Jantung katak terbagi menjadi tiga ruangan, yakni serambi kiri dan kanan serta satu bilik. Darah dari seluruh tubuh yang telah banyak mengambil CO2 dari jaringan mengalir ke sinus venosus dan kemudian masuk ke serambi kanan. Dari serambi kanan, darah mengambil ke bilik, kemudian darah dipompa ke luar melalui arteri pulmonalis. Selanjutnya darah mengalir melalui : arteri pulmonalis à paru-paru (terjadi difusi O2) à vena pulmonalis à serambi kiri. Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah kecil. Kemudian darah masuk ke bilik dan mengalir melalui : bilik à konus arteriosus à aorta ventralis à seluruh tubuh.
Di dalam bilik jantung, darah kotor (banyak kandungan CO2) dari serambi kanan bercampur dengan darah bersih (kaya O2) dari serambi kiri. Hali ini akan mempengaruhi efisiensi suplai oksigen.
Dengan demikian, peredaran darah kodok hijau merupakan peredaran darah ganda, yaitu pertama darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian ke jantung lagi, dan kedua darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh lagi.
D. Sistem Respirasi Rana cancrivora
Pada kodok hijau, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis.
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, kodok hijau bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, kodok hijau bernapas juga dengan paruparu walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia.
Kodok hijau mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek.
Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Otot Sternohioideus berkonstraksi sehingga rongga mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane. Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru dan sebaliknya, karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka. Bersamaan dengan itu, otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar.
E. Sistem Urogenital Rana cancrivora
Kodok hijau mempunyai urogenitalia atau alat kelamin yang terdapat pada jantan dan betina diantaranya : Organa genitalia masculina (alat kelamin pada jantan)
Testis : sepasang, letaknya berdekatan dan ventral dari ren, alat penggantungnya disebut mesorchium. Spermatozoa yang dihasilkan testis ini dialirkan melalui beberapa saluran kecil yaitu vasa efferentia, yang kemudian dibagian anterior dari ren berhubungan dengan tubuli urinferi, terus mengalir ke bawah dan bersatu dengan ureter.
Ductus urospermaticus. Vesicula seminalis Corpus adiposum (badan lemak) : sepasang, masing-masing terdapat pada bagian anterior testis atau ovarium (terdapat pada jantan dan betina), warna putih-kuning, merupakan persediaan kalori pada musim kawin (Breeding season) atau pada waktu hibernation (tidur musim dingin).Organa genitalia femina (organ kelamin betina), terdiri dari Ovarium : sepasang, penghasil ova, ventral dari ren dan alat penggantungnya disebut mesovarium. Ova yang masak dilepaskan kedalam coelom, kemudian masuk kedalam. Oviduct : saluran telur, sepasang, kiri-kanan dari ren, berbelit-belit dan mempunyai bagian-bagian. Ostium : ujung dari oviduct, disebelah kiri dan kanan dari oesophagus.
Infundibulum Uterus : bagian oviduct yang membesar, posterior dari oviduct
Sistem reproduksi pada kodok hijau pembuahannya terjadi secara eksternal, artinya penyatuan gamet jantan dan gamet betina terjadi di luar tubuh. Pada pembuahan eksternal biasanya dibentuk ovum dalam jumlah besar, karena kemungkinan terjadinya fertilisasi lebih kecil dari pada pembuahan secara internal.
Pada kodok hijau betina menghasilkan ovum yang banyak, kalau kita membedah kodok hijau betina yang sedang bertelur, kita akan menjumpai bentukan berwarna hitam yang hampir memenuhi rongga perutnya, itu merupakan ovarium yang penuh berisi sel telur, jumlahnya mencapai ribuan.
Pada kodok hijau betina juga ditemukan semacam lekukan pada bagian leher, yang berfungsi sebagai tempat ”pegangan” bagi kodok hijau jantan ketika mengadakan fertilisasi. Hal ini diimbangi oleh kodok hijau jantan dengan adanya struktur khusus pada kaki depannya, yaitu berupan telapak yang lebih kasar. Fungsinya untuk memegang erat kodok hijau betina ketika terjadi fertilisasi.


BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
tubuh Rana cancrivora terdiri atas tiga bagian yaitu : Kepala (Caput), Dada (thorax) dan anggota gerak (extremitas) Kepala terdiri atas mata (organon sus), rongga mulut (cavumoris), cekung hidung (Fovea nasalis) dan tutup insang (Apparatus operculare). Bagian Trunchus (Badan) Terdapat : sisik (Squama) dengan tipe cycloid, sirip (pinnae) yang terdiri atas sirip dada (pinnae torakhalis), sirip dubur (Pinnae analis), Sirip perut (p.Abdominalis), sirip ekor (p.caudalis) dan sirip punggung (pinn dorsalis). Selain itu juga terdapat gurat sisi (linea lateralis) yang membujur di sepanjang kedua sisi tubuh sampai ekor. Ekor hanya terdapat sirip belakang saja.
Ikan mas memiliki insang sebagai alat pernafasan. Jantung ikan terdiri dua ruang (satu atrium dan satu ventrikel). Ikan berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Fertilisasi ikan terjadi secara eksternal yakni pembuahan yang terjadi diluar tubuh ikan yaitu di dalam air. Sebelum membedah tubuh ikan, harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Kulit ikan dibersihkan agar lumpur atau kerikil hilang Posisi ikan dihadapkan ke arah kiri
Bersihkan sisik ikan, agar dapat dilihat susunan otot ( Myomer ).
Sectio mulai dari belakana anus ( jangan memotong anus atau papilla urogenitalis ), kemudian ke dorsal ( atas ) dan ke depan sampai ke apparatuss opercularis kemudian ke bawah dan selanjutnya ke belakang atau sampai cranial atau depan anus.Tulang rusuk dipotong, agar dapat melihat organ-organ bagian dalam.
B. Saran
Sosialisasi hewan-hewan yang sangat produktif sangat diperlukan oleh masyarakat kita, seperti hewan pada percobaan ini yakni, katak. Kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan dari Rana cancrivora manyebabkan masyarakat kurang memahami betapa penting dan banyaknya manfaat dari katak bagi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Sujadi, Bogod.2004. Biology of Science. Trunobio : Bogor.
Campbell, N.A, J.B. Reece, and L.G Michael. 2000.
Concept and Connection. 3rd ed. Addison Wesley Longman Inc. 809p
F. Lytle,Charles.1976.General Zoology. Mc. Graw Hill : London.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Anda PenGunJuNg Ke .....

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger