Berita Terkini :
Home » , » NTB Raih 5 Penghargaan di Ajang Hari Aksara Internasional

NTB Raih 5 Penghargaan di Ajang Hari Aksara Internasional

Selasa, 18 September 2012 | 0 komentar

Palangka Raya (Global FM Lombok)-
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Prof. Dr. Ir. M. Nuh, DEA, mengatakan paradigma membaca, menulis dan berhitung (Calistung) bagi warga belajar (WB)  Keaksaraan Fungsional (KF) ke observasi atau pengamatan. Obsevasi itu dilerlukan agar WB KF di Indonesia yang sudah Calistung dapat bersaing di tingkat international. Hasil obsevasi itu diharapkan dapat diolah dan dipresentasikan ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.

" Aksara itu sangat penting karena merupakan symbol konsensus international. Jika masyarakat Indonesia tidak melek aksara itu, maka mereka akan menjadi warga terisolir di Indonesia dan international. Jadi buta aksara harus kita tuntaskan," kata Prof. Dr. Ir. M. Nuh,DEA, pada acara Hari Aksara International (HAI) ke-47 di Swissbel Hotel, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (16/9).
Gubernur Kalteng, Dr. Agustin Teras Narang, SH, mengungkapkan, buta aksara di Kalteng hingga bulan ini hanya 35.526 orang atau sekitar 2,5 persen lada usia 15-59 tahun. Kondisi ini membuat Kalteng berada di posisi ke-7 nasional terbaik nasional. Di mana, Kalteng berada di atas rata-rata nasional 5,0 persen di tahun 2012. Kalteng akan terus berupaya mengentaskan buta aksara hingga tahun depan.
Dalam kesempatan, Direktur UNESCO Office Jakarta, Prof. Hubert Gijzen, menyerahkan penghargaan King Sejong Literacy Prize kepada Mendikbud, Prof. Dr. Ir. M. Nuh, DEA. Penghargaan tertinggi itu diberikan UNESCO ke Indonesia pada HAI ke-47 di Paris, karena indonesia dinilai berhasil menekan angka buta aksara di negaranya. Saat ini, buta aksara di Indonesia 500 ribu orang usia 15-24, usia 25-44 sebanyak 2,3 juta orang, dan usia 45-59 sebanyak 3,9 juta orang.
Mendikbud, Prof. Dr. Ir. M. Nuh, DEA, memberikan beberapa penghargaan dan anugrah kepada 2 orang Gubernur, 4 orang Bupati/Wali Kota yang berhasil menuntaskan buta aksara di daerahnya. Diberikan jugapenghargaan kepada6 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 8 pemenang lomba Keberaksaan WB, 6 penghargaan publikasi keaksaraan bagi wartawan, 6 penghargaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), 6 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan puluhan orang pemenang lomba kompetensi peserta didik pelatihan/kursus tingkat nasional.

NTB sendiri menyabet 5 penghargaan nasional, yakni Harapan 1 PKBM Berprestasi diraih PKBM Tunas Aksara dan Harapan 3 SKB Berprestasi diraih SKB Lombok Barat (Lobar). Selanjutnya, harapan 1 TBM Berprestasi diarih TBM Terampil, harapan 2 publikasi keaksaraan diraih Agus Sadid, M.Pd dan harapan 3 pengarhaan bagi wartawan diraih Fahrurrozi dari wartawan Suara NTB. Pada acara itu juga digelar pameran hasil produksi pendidikan nonformal dan informal tanggal 15-16 september 2012 yang diikuti 33 provinsi se-Indonesia. (ozi)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Anda PenGunJuNg Ke .....

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger