Berita Terkini :
Home » » RESUME SEJARAH EVOLUSI

RESUME SEJARAH EVOLUSI

Senin, 21 Januari 2013 | 0 komentar

A.      SEJARAH EVOLUSI
            Teori evolusi terus mengalami perkembangan menurut bermacam-macam waktu dan konsepnya.Dengan teori evolusi modern akan dipelajari proses-proses yang terjadi pada masa lalu, atau proses-proses yang mungkin terjadi dimasa lalu dan metodologinya dan latar belakang pemikiran dan analisinya.
1.    Masa Fiksisme
          Pada masa fiksisme ini banyak para ahli yang beranggapan bahwa suatu organisme sesamanya adalah identik sebagai ciptaan tuhan. Pada waktu itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antara satu organisme dengan organisme yang lain. Semua kegiatan biologis dianggap sesuai dengan ajaran yang diturunkan dalam kitab-kitab melalui para nabi. Adanya kelainan atau cacat tubuh dianggap sebagai suatu kutukan sehingga orang tersebut di kucilkan masyarakat. Dan kemiripan atau kesamaan antara dua jenis organisme dianggap sebagai suatu kebetulan. Teori fiksisme ini dianggap sebagai satu-satunya teori yang tidak dianggap gugat oleh siapapun juga. Matahari berotasi mengelilingi bumi sehingga orang yang berpendapat dan menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari langsung masuk penjara, karena dianggap menghujat tuhan. Pada waktu itu Linaeus (Carl Von Line) mengemukakan pengelompokan oragnisme hidup dalam bukunya sistemanature yang didasarkan atas kesamaan alat reproduksi pada tanaman, sedangkan pada hewan di kelompokkan berdasarkan kesamaannya.
Meskipun tidak mendapat tantangan, Linaeus sudah mengelompokkan manusia dengan kera (primate yang tidak berekor) namun sama sekali pada waktu itu tidak menimbulkan kontroversi.
2.    Masa Adaptasi dan Transpormasi
   Adaptasi merupakan struktur atau prilaku yang meningkatkan fungsi organ tertentu, menyebabkan organisme menjadi lebih baik dalam bertahan hidup dan bereproduksi. Ia diakibatkan oleh kombinasi perubahan acak dalam skala kecil pada sifat organism secara terus menerus yang di ikuti oleh seleksi alam varian yang paling cocok terhadap lingkungannya. Proses ini dapat menyebabkan penambahan ciri-ciri baru ataupun kehilangan cirri-ciri leluhur. Contohnya adalah adaptasi bakteri terhadap seleksi antibiotik melalui perubahan genetik yang menyebabkan resistansi antibiotik. Hal ini dapat di capai dengan mengubah target obat ataupun meningkatkan aktivitas transporter yang memompa obat keluar dari sel. Contoh lainnya adalah bakteri Eschericia coli yang berevolusi menjadi berkemampuan menggunakan asam sitrat sebagai nutrien pada sebuah eksperimen laboratorium jangka panjang, ataupun flavor bacterium yang berhasil menghasilkan enzim yang mengizinkan bakteri-bakteri ini tumbuh di limbah produksi nilon.
   Namun, banyak sifat-sifat yang tampaknya merupakan adaptasi sederhana sebenarnya merupakan eksaptasi, yakni struktur yang awalnya beradaptasi untuk fungsi tertentu namun secara kebetulan memiliki fungsi-fungsi lainnya dalam proses evolusi. Contohnya adalah cicak Afrika Holaspis guentheri yang mengembangkan bentuk kepala yang sangat pipih untuk dapat bersembunyi dicelah-celah retakan, seperti yang dapat dilihat pada kerabat dekat spesies ini. Namun, pada spesies ini, kepalanya menjadi sangat pipih, sehingga hal ini membantu spesies tersebut meluncur dari pohon ke pohon.Contoh lainnya adalah penggunaan enzim glikolisis dan metabolisme senobitix sebagai protein struktural yang di namakan kristalin (cristalin) dalam lensa mata organisme.
3.    Masa Seleksi Alam
  Seleksi alam adalah proses di mana mutasi genetika yang meningkatkan keberlangsungan dan reproduksi suatu organisme menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke generasi yang lain pada sebuah populasi yang lain. Ia sering di sebut sebagai mekanisme yang “terbukti sendiri” karena:

Ø  Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
Ø  Organisme menghasilakan keturunan lebih dari yang dapat bertahan       hidup.
Ø  Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.
Kondisi-kondisi ini menghasilakan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak akan mewariskan ke generasi selanjutnya.
Konsep pusat seleksi alam adalah kebugaran evolusi organisme. Kebugaran evolusi mengukur konstribusi genetika organisme pada generasi selanjutnya. Namun, ini tidaklah sama dengan jumlah total keturunan, melainkan kebugaran mengukur proporsi generasi tersebut untuk membawa gen sebuah organisme. Karena itu, jika sebuah alel meningkatkan kebugaran lebih dari pada alel-alel lainnya, maka pada tiap generasi, alel tersebut menjadi lebih umum dalam populasi.
4.    Masa Teori Genetika
Secara singkat dapat di katakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Istilah “Genetika” di perkenalakn oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konfrensi internasional tentang genetika ketiga pada tahun 1906.
        Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah subseluler (molekuler) hingga populasi. Secara lebih rinci, genetika berusa menjelaskan :
Ø Material pembawa informasi untuk di wariskan (bahan genetic)
Ø Bagaimana informasi itu di ekspresikan (ekspresi genetic) dan,
Ø Bagaimana informasi itu di pindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik).
       Meskipun orang biasanya menetapkan genetika di mulai dengan di temukannya kembali naskah artikel yang di tulis Gregor Mendel pada tahun 1900, sebetulnya genetika sebagai “ilmu pewarisan” atau hereditas sudah di kenal sejak masa prasejarah, seperti domestikasi dan pengembangan berbagai rasternak dan kultivartanaman. Orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabat serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Silsilah tentang penyakit pada keluarga, misalnya, sudah di kaji orang sebelum itu. Namun demikian, pengetahuan praktis ini tidak memberikan penjelasan penyebab dari gejala-gejala itu.
5.    Masa Teori Sintetik
 Morgan yang bekerja dengan lalat buah Drosophila melanogaster selama lebih dari 30 tahun merupakan orang yang sangat berjasa dalam ilmu genetika, karena berhasil menemukan banyak sekali fenomena mengenai kerja gen.
Di lain pihak, Ernest Mayer dan P. J. Darlington yang mempelajari sistematika dan zoogeografi burung juga banyak menemukan fenomena evolusi yang baru, dalam masyarakat ilmiah yang lebih komunikatif yang di bandingkan dengan masa sebelumnya. Maka orang mulai melihat kaitan antara masing-masing ilmu. Ternyata bukan ilmu genetika dan evolusi saja yang dapat saling menunjang, tetapi semua cabang biologi dapat di pakai untuk menerangkan fenomena evolusi. Pendapat ini mendapat  dukungan dari sebagian besar ahli biologi terkemuka di dunia, misalnya Thaodozius Dobzhansky berjasa untuk menerangkan begitu banyak fenomena evolusi dari berbagai macam disiplin biologi. Hal ini menyebabkan teori evolusi masuk dalam masa baru yang kemudian di kenal dengan teori sintetik evolusi.
6.    Masa Evolusi Modern
          Seni modern membuka seni spectrum yang luas dari inovasi dan gerakan yang di potong di pertengahan abad ke-. Revolusi industri mengantar dalam serangkaian perubahan dalam masyarakat sehingga membentuk plat forum untuk serangkaian gerakan. Gerakan-gerakan ini telah meninggalkan dampak-dampak yang besar pada seni dan budaya masa kontemporar. Misalnya abad ke- telah menyaksikan sebuah arus besar teknik artistik baru dan materi belum lagi ekspresi mode. Sejarah seni modern dapat di telusuri kepada sekelompok seniman Prancis yang melanggar dari seni formal realistis jamannya sehingga memperkenalkan gerakan impresionisme. Terkenal di antara para pelukis impresionisme adalah Edouard Manet Claude Monet Edgar Degas Camille Pissarro dan Pirre Augoste Renoir dari Prancis dan Alfred Sislye Inggris. Impresionis melalui penggunaan dramatis cahaya dan warna memperkenalkan pendekatan baru untuk seni. Tradisi ini menjadi sangat popular dan berkembang untuk menimbulkan sejumlah gerakan Post Impresionis.
  Di anggap sebagai salah satu gerakan post impresionistis perdana Fauvisme percaya pada penggunaan desain di sederhanakan dalam kombinasi dengan pesta seks amp quot warna murni amp quot. Para seniman terkenal pada saat ini adalah Henri matisse Andre Derain Maurike de Vlamincha Kees Vandogen Raol Dufi. Bentuk Jerman Fauvieme di kenal sebagai ekspresinisme.
  Pada tahun ada yang rumit muncul gaya baru yang di sebut seni Art Nouveau. Lukisan Gustave Klimpet yang menghiasi memukau sering kali perempuan misterius menjadi marah waktu itu. The Art Deko gerakan dapat dianggap sebagai gaya tindak lanjut dari Art Neuveau. Para seniman besar Pablo Pikasso menandakan tradisi kubisme, bentuk seni yang mendukung bentuk-bentuk geometris dan paragmen tation.

B.  SEJARAH EVOLUSI MANUSIA
Gambar 7.1 Evolusi manusia
Gambar 7.1 Evolusi manusia
     Perhatikan kembali Gambar 7.1. di depan. Gambar 7.1 menjelaskan bahwa sebenarnya manusia bukan berasal dari kera, melainkan antara kera dan manusia memiliki cikal bakal yang sama. Jika Anda melihat fenomena tersebut, maka Anda dapat membayangkan proses evolusi berjalan secara bertahap dalam waktu yang sangat lama. Sejarah manusia dimulai dari primata cikal bakal kemudian dalam perkembangannya akan mengalami perubahan dari generasi ke generasi sampai perkembangan yang lebih baik seperti manusia zaman sekarang. Sejarah manusia yang berasal dari primata cikal bakal adalah sebagai berikut:
1.      Primata
Pada tahun 1871, Charles Darwin menerbitkan bukunya yang berjudul The Descent Of Man yang berisi tentang asal usul manusia. Pendapat Darwin tersebut didasarkan atas adanya hubungan kekerabatan antara manusia dengan primata. Hubungan kekerabatan tersebut juga dapat dilihat antara manusia (Hominidae) dan orang utan (Pongidae). Di antara bentuk persamaan tersebut dapat Anda lihat struktur tubuhnya, antara lain:
·      Mata menghadap ke depan;
·      Memilki kelenjar susu yang terletak di dada;
·      Memiliki struktur, jumlah, dan macam kerangka yang sama;
·      Organ darah mempunyai susunan kimia yang sama;
·      Bentuk rahim dengan tipe simpleks.
        Selain persamaan di atas, juga terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaan tersebut dapat Anda lihat pada Tabel 7.1 di bawah ini.
Tabel 7.1 Perbedaan Antara Manusia (Hominidae) dan Orang Utan (Pongidae)
Struktur Tubuh
Manusia (Hominidae)
Orang Utan (Pongidae)
Kedudukan tengkorak
Tepat di ujung tulang belakang
Sebelah depan ujung tulang belakang
Rahang
Berbentuk seperti huruf V
Berbentuk seperti huruf U
Ukuran dan tinggi sama
Ukuran dan tinggi tidak sama
Tulang belakang
Tegak dan kuat
Bengkok
Tangan
Lebih pendek dari kaki
Lebih panjang dari kaki
Kaki
Untuk berjalan
Untuk berjalan dan memegang
Ibu jari kaki
Tidak dapat bergerak bebas
Dapat bergerak bebas
Pelvis
Lebar dan kuat
Sempit dan memanjang
2.      Manusia Purba
Fosil manusia purba ditemukan di berbagai tempat. Penemuan tersebut dapat menunjukkan suatu perbandingan dan mengetahui perkembangan evolusi yang terjadi. Di antara penemuan yang ada adalah sebagai berikut.
a.      Manusia Kera Afrika Selatan
Beberapa fosil manusia kera dari Afrika Selatan ditemukan oleh Raymond Dart (1829 – 1924). Beberapa penemuan tersebut antara lain Australopithecus africanus, Paranthropus robustus, Plesianthropus transvelensis.
b.      Manusia Kera Afrika Timur
Fosil ini ditemukan oleh Leakey dan diberi nama Australopithecus boisai yang memiliki ciri-ciri antara lain berbadan lebih kekar, gigi, dan tulang rahang lebih kuat.
c.       Manusia Jawa
Fosil manusia Jawa ditemukan oleh Eugene Dubois, yang merupakan ahli anatomi dan geologi dari Belanda. E. Dubois menemukan fosil tersebut di daerah Trinil, Jawa Timur pada tahun 1894. Pada tempat yang berbeda ditemukan pula manusia Jawa jenis lain. Penemuan ini dilakukan oleh C.R. Von Koenigswald di daerah Mojokerto dan Sangiran. Hasil penemuan Koenigswald tersebut diberi nama Pithecanthropus erectus.
d.      Manusia Peking
Penemuan fosil manusia purba dilakukan oleh Davidson Black (Canada) dan Franz Weiden Reich (Amerika) pada tahun 1920. Penemuan manusia purba tersebut berada di Gua Kapur, Peking. Hasil penemuan tersebut diberi nama Sinanthropus pekinensis.
e.       Homo Sapiens
Penemuan Homo sapiens oleh Eugene Dubois yaitu Homo wajakensis yang ditemukan di desa Wajak, Jawa Timur pada tahun 1889. Spesies ini diperkirakan hidup kurang lebih 40.000 tahun.
3.      Manusia Modern
Manusia modern memiliki ciri-ciri antara lain:
Ø Memiliki volume otak ± 1400 – 1500 cm3;
Ø Memiliki tinggi badan ± 1,6 m;
Ø Memiliki peradaban yang maju;
Ø Mempunyai peralatan yang lebih baik;
Ø Suka berburu;
Ø Sudah terdapat hubungan sosial dan upacara ritual;
Ø Diperkirakan hidup sekitar 100.000 – 40.000 tahun yang lalu.
      Dari ciri-ciri tersebut, Anda dapat melihat suatu perkembangan terjadi menuju bentuk manusia yang lebih baik. Dari penjelasan mengenai berbagai sejarah evolusi manusia tersebut, Anda akan memiliki gambaran tentang perkembangan dari generasi ke generasi sehingga membentuk manusia yang lebih sempurna seperti sekarang.
C.  PETUNJUK-PETUNJUK ADANYA EVOLUSI
Evolusi dapat diketahui dan dijelaskan melalui fakta sebagai petunjuk. Ada beberapa fakta yang dapat digunakan sebagai petunjuk evolusi, antara lain seperti berikut.
1.      Anatomi Perbandingan
     Jika Anda membandingkan hewan mamalia satu dengan yang lain, mungkin Anda akan berpikir, bahwa bagian-bagian tertentu pada tubuh setiap spesimen disusun menurut pola dasar yang sama dan struktur yang sama, menurut pola dasar yang sama pula. Dapat kita katakan bahwa hanya ada satu cara terbaik dalam menyusun organ tersebut dan cara itulah yang digunakan oleh Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa. Organ-organ fungsional pada makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
o  Homologi
      Homologi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda, tetapi kedua organ tersebut memiliki bentuk dasar yang sama. Perbandingan organ-organ secara homologi dapat Anda lihat pada Gambar 7.8 di bawah ini!
Gambar 7.8 Homologi organ
Gambar 7.8 Homologi organ
o  Analogi
Analogi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda, tetapi akibat peristiwa evolusi konvergen menjadikan organ tersebut mempunyai fungsi yang sama. Agar lebih jelas dapat Anda lihat pada Gambar 7.9
Gambar 7.9 Perbandingan antara analogi dan homologi
Gambar 7.9 Perbandingan antara analogi dan homologi

o  Embriologi Perbandingan
Embrio hewan-hewan dan manusia menunjukkan kecenderungan yang hampir sama. Perhatikan Gambar 7.10
a)    Sifat-sifat umum muncul sebelum sifat-sifat yang khusus.
b)   Perkembangan juga dimulai dari yang umum, kemudian baru menuju perkembangan yang khusus.
c)    Bentuk embrio dari berbagai makhluk hidup hampir serupa, tetapi pada tahap dewasa menunjukkan perbedaan yang nyata.
Gambar 7.10 Perbandingan berbagai macam embrio vertebrata
Gambar 7.10 Perbandingan berbagai macam embrio vertebrata
2.      Fisiologi Perbandingan
      Pada umumnya ditemukan persamaan proses fisiologi antara berbagai makhluk hidup, misalnya dalam hal sintesis protein, proses metabolisme, respirasi, ekskresi, dan lain-lain.
Ø  Petunjuk dari alat tubuh yang tersisa (vestigial)
Pada morfologi beberapa hewan vertebrata dan manusia dapat ditemukan adanya struktur vestigial, yaitu suatu bentuk anatomi yang berkembang dan berfungsi sempurna dan akan tereduksi. Alat-alat tubuh yang tersisa ini dianggap sebagai suatu perjalanan dari evolusi makhluk hidup tersebut. Struktur vestigial antara lain:
·      Umbai cacing, tulang ekor, buah dada pada pria;
·      Sisa-sisa kaki pada ular;
·      Sisa sayap pada burung yang tidak berfungsi untuk terbang seperti burung pinguin, kasuari, dan burung onta.
·      Petunjuk palaentologi
Palaentologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fosil. Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu. Sisa-sisa tersebut dapat berupa tulang, cangkang, gigi, jejak kaki, maupun bagian-bagian yang lain. Contoh-contoh fosil yang pernah ditemukan dapat Anda lihat pada Gambar 7.11 di bawah ini!
Gambar 7.11 Hasil penemuan fosil (A) Bakteri dan (B) Ikan
Gambar 7.11 Hasil penemuan fosil (A) Bakteri dan (B) Ikan
Fosil-fosil di atas dipelajari oleh para ilmuwan untuk dikaitkan dengan sejarah evolusi makhluk hidup. Jadi, fosil adalah bukti terjadinya evolusi makhluk hidup. Beberapa tokoh yang mempelajari tentang fosil adalah sebagai berikut:
a.    Leonardo Da Vinci
Da Vinci adalah seorang pelukis terkenal berkebangsaan Italia. Ia berpendapat bahwa fosil merupakan bukti dari adanya makhluk hidup dan kehidupan di masa lampau.
b.   George Cuvier
Cuvier adalah seorang ahli anatomi dari Prancis, yang mempunyai gagasan bahwa makhluk hidup diciptakan khusus pada setiap zaman dan pada setiap zaman tersebut diakhiri dengan makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup pada lapisan bumi sebelumnya.
c.    Charles Darwin
Darwin berpendapat bahwa makhluk hidup yang terdapat pada lapisan bumi yang tua akan mengadakan perubahan bentuk yang disesuaikan dengan lapisan bumi yang lebih muda sehingga pada lapisan bumi lebih muda ditemukan fosil yang berbeda dengan lapisan bumi yang lebih tua. Dari beberapa pendapat tokoh-tokoh evolusioner tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada masa lampau terdapat makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup sekarang. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan di permukaan bumi secara bertahap yang menyebabkan adanya perubahan pula pada makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penemuan berbagai macam fosil biasanya berupa bagian-bagian tubuh tertentu saja dan jarang ditemukan dalam keadaan yang utuh. Hal itu disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
Ø Bagian tubuh yang menyusun organisme lunak sehingga mudah hancur dan jarang menjadi fosil.
Ø Terjadinya lipatan batuan bumi atau patahan bumi.
Ø Adanya pengaruh air, angin, dan bakteri.
Fosil yang ditemukan lebih lengkap dari fosil yang lain adalah fosil kuda. Fosil ini ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Hasil penemuan tersebut kemudian dibuat urutan evolusi secara lengkap yang dapat Anda lihat pada Gambar 7.12!
 Gambar 7.12 Evolusi kuda
Gambar 7.12 Evolusi kuda
Dari Gambar 7.12 dapat dijelaskan bahwa terdapat perubahan dan perkembangan yang mengarah pada evolusi bentuk dan fungsi antara lain:
  1. Tubuh bertambah besar;
  2. Kepala bagian depan semakin panjang;
  3. Leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas;
  4. Perubahan geraham depan dan geraham besar sehingga sangat sesuai untuk makanan yang berupa rumput;
  5. Anggota tubuh yang lain semakin bertambah panjang, sehingga sesuai dengan gerakan untuk berlari cepat;
  6. Jari kaki mereduksi dari lima menjadi satu, sehingga dapat mendukung gerakan ketika berlari cepat.
Selain mengidentifikasi bentuk dan struktur fosil, pada penemuan fosil dapat pula dilakukan penghitungan umur fosil. Penetapan umur fosil dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
*      Cara langsung, yaitu dilakukan dengan mengukur umur fosil itu sendiri.
*      Cara tidak langsung, yaitu dilakukan dengan mengukur umur lapisan bumi tempat fosil ditemukan.
D.  TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN
    Pernahkah Anda berpikir kapan bumi ini diciptakan? Di mana dan dengan cara bagaimana kehidupan ini berawal? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sering sekali dilontarkan dan hampir berada pada setiap benak orang. Banyak orang ingin mengetahui jawabannya yang pasti, namun semuanya selalu berujung pada Tuhan Yang Maha Esa. Adanya pertanyaan-pertanyaan tersebut memotivasi para ahli Biologi untuk meneliti asal-usul dari kehidupan itu. Mereka berusaha mencari jawabannya dengan segala macam eksperimen yang dilakukan, kemudian hasilnya dibuat hipotesis, sehingga teori-teori asal-usul kehidupan ini baru merupakan hipotesis, belum merupakan kenyataan yang pasti, karena tidak seorangpun yang sudah mengalami dan menjadi saksi awal pertama kehidupan dimulai. Beberapa tokoh-tokoh Biologi yang memiliki gagasan tentang teori asal-usul kehidupan adalah sebagai berikut.
1.    Teori Abiogenesis
        Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Teori Abiogenesis dicetuskan pertama kali oleh Aristoteles (384 – 322 SM), yang merupakan tokoh ilmu pengetahuan dari Yunani Kuno. Aristoteles melakukan pengamatan ikan-ikan di sungai. Ia berpendapat bahwa ada sebagian ikan-ikan di sungai tersebut yang berasal dari lumpur. Teori Abiogenesis ini didukung pula oleh seorang ilmuwan Inggris pada tahun 1700 yang bernama Nedhan. Ia mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan rebusan kaldu. Hasil rebusan kaldu kemudian dimasukkan ke dalam botol dan ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, ternyata air kaldu tersebut ditumbuhi bakteri. Akhirnya Nedhan menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari air kaldu. Teori ini gugur karena pada abad ke-17, Antonie van Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop. Penemuan mikroskop inilah yang mengawali berbagai macam percobaan untuk menguji teori-teori Abiogenesis. Leeuwenhoek mencoba mengamati air rendaman jerami dengan menggunakan mikroskop temuannya. Ternyata terlihat bahwa di dalam setetes air rendaman jerami tersebut terdapat benda-benda aneh yang sangat renik.
2.    Teori Biogenesis
        Teori biogenesis adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa asal kehidupan suatu makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula. Semboyan teori Biogenesis adalah “omne vivum ex ovo” (makhluk hidup berasal dari telur) “omne vivum ex vivo” (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang telah ada). Teori biogenesis ini didukung oleh tokoh-tokoh Biologi lain, seperti berikut:
a.    Francisco Redi
Francisco Redi adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Italia, ia merupakan orang pertama yang membantah teori Generatio Spontanea. Ia melakukan eksperimen untuk mendapat fakta yang benar. Perangkat percobaan Francisco Redi dapat Anda lihat pada Gambar 7.13.
Gambar 7.13 Percobaan Francesco Redi
Gambar 7.13 Percobaan Francesco Redi
Coba Anda perhatikan perangkat percobaan Francesco Redi pada Gambar 7.13! Ia menggunakan daging segar yang diletakkan di dalam tiga tabung. Perlakuan tabung ditutup rapat, tabung II ditutup kain kasa dan tabung III tidak ditutup dan dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari Francisco Redi mendapatkan hasil eksperimen. Ternyata botol tabung I tidak ada mikroba, tabung II terdapat sedikit mikroba, dan tabung III terdapat banyak mikroba. Dari hasil eksperimen ini Francisco Redi kemudian membuat kesimpulan bahwa mikroba yang berupa belatung yang terdapat pada daging tersebut berasal dari telur-telur lalat yang ditinggalkan pada saat lalat tersebut mengerumuni daging yang membusuk.
Dari hal ini maka teori Abiogenesis runtuh diganti dengan teori Biogenesis yaitu bahwa makhluk hidup tidak begitu saja terbentuk dari benda-benda mati, melainkan dari makhluk hidup juga.
b.   Spallanzani
Spallanzani adalah seorang tokoh ilmuwan dari Italia. Ia melakukan kegiatan eksperimen pada tahun 1765, untuk menentang teori Nedham. Spallanzani mengadakan pembuktian dengan air kaldu yang ditempatkan di dalam tabung seperti pada Gambar 7.14 di bawah ini.
Gambar 7.14 Model percobaan Spallanzani
Gambar 7.14 Model percobaan Spallanzani
   Hasil percobaannya sama dengan Francisco Redi yaitu makhluk hidup berasal dari sesuatu yang hidup. Spallanzani menjelaskan bahwa kegagalan percobaan Nedham karena Nedham tidak merebus tabung cukup lama sampai semua organisme terbunuh dan Nedham juga tidak menutup leher tabung dengan rapat sehingga masih ada organisme yang masuk dan tumbuh.
c.    Louis Pasteur
Louis Pasteur melakukan percobaan pada tahun 1864. Tujuan percobaan Pasteur adalah untuk menguji dan memperbaiki percobaan dari Redi dan Spallanzani. Pasteur membuat labu berleher angsa, yang agak tertutup namun masih dapat berhubungan dengan udara. Prinsip tabung ini adalah udara dapat masuk ke dalam tabung, tapi debu akan menempel pada lengkungan leher tabung.
Gambar 7.15 Labu percobaan Louis Pasteur
Gambar 7.15 Labu percobaan Louis Pasteur
Percobaan yang dilakukan oleh Pasteur adalah merebus kaldu hingga mendidih kemudian kaldu tersebut didiamkannya beberapa saat di dalam tabung leher angsa. Setelah beberapa hari, bakteri tidak tumbuh pada kaldu tersebut, tetapi beberapa hari kemudian air kaldu sudah ditumbuhi bakteri. Dari teori Pasteur inilah maka teori abiogenesis (Generatio spontanea) tumbang. Sehingga disimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula.
3.    Teori Biologi Modern
         Teori biologi modern merupakan teori evolusi kimia, yang berpendapat bahwa bumi ini pada awalnya sangat panas sekali, kemudian suatu ketika bumi mengalami     proses pendinginan.
        Dari proses-proses tersebut maka dapat dihasilkan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan yang berat akan menyusun bumi sedangkan bahan yang ringan akan menyusun atmosfer. Teori evolusi kimia dicetuskan oleh beberapa tokoh berikut:
a.    Harold Urey
         Urey adalah seorang ilmuwan Amerika Serikat yang berpendapat bahwa atmosfer bumi pada suatu saat kaya akan molekul-molekul seperti CH4 (metana), NH3 (ammonia), H2 (hidrogen) dan H2O dalam bentuk gas. Adanya energi yang berasal dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis, akan mengakibatkan molekul-molekul tersebut mengadakan reaksi kimia untuk membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula ada kira-kira seperti virus sekarang. Zat hidup ini setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.
b.   Stanley Miller
         Miller adalah murid dari Urey. Ia membuat suatu percobaan untuk membuktikan teori Urey. Ia melakukan percobaan dengan mengisi tabung-tabung dengan CH4, NH3, H2, dan H2O. Campuran gas-gas tersebut dialirkan melalui labu dilengkapi elektroda yang dapat melepaskan bunga api listrik yang bertegangan tinggi selama satu minggu. Setelah percobaan tersebut, dilihat ternyata ditemukan beberapa jenis asam amino. Asam amino adalah zat yang menyusun protoplasma makhluk hidup. Pada temuannya ini asam amino tersebut belum menunjukkan gejala hidup.

c.    A.I. Oparin
         Oparin adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia. Oparin juga memiliki gagasan yang sama seperti Urey, tetapi Oparin tidak dapat membuktikan bahwa reaksi gas CH4, NH3, H2 dan H2O membentuk asam amino. Ia berpendapat bahwa asam amino terbentuk secara alami. Menurut Oparin, lautan bumi pada awalnya memiliki persediaan cukup bahan-bahan organik. Dalam waktu yang lama maka bahan-bahan organik tersebut akan berikatan satu dengan lainnya membentuk selaput-selaput, kemudian molekul organik berselaput ini akan mengikat molekul lainnya dan menyatukan diri sehingga terbentuk gabungan molekul baru yang karakteristik. Ikatan kompleks inilah yang diperkirakan merupakan awal dari kehidupan.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Anda PenGunJuNg Ke .....

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger