Mutiara Hikmah :
http://picasion.com/

Tebing Raksasa Dasar Laut Merah

Wednesday, March 6, 2013 | 0 comments



 
Citra tebing raksasa yang ditemukan di dasar laut Merah oleh misi HMS Enterprise.
 
ONDON, KOMPAS.com — Tebing raksasa dengan kedalaman mencapai 250 meter ditemukan di dasar Laut Merah. Tebing ini ditemukan oleh misi MHS Enterprise milik Angkatan Laut Inggris.
Tebing ini ditemukan saat misi HMS Enterprise melakukan pemetaan 3D wilayah Laut Merah di sebelah barat Terusan Suez, Mesir. Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan penemuan ini pada Selasa (26/2/2013).

Tebing bisa ditemukan dengan bantuan gelombang suara. Gelombang suara dikirim ke dasar laut kemudian dibiarkan memantul. Semakin lama waktu gelombang memantul, maka makin dalam dasar laut yang sedang dipetakan.
Data yang diperoleh dengan observasi itu lalu dikonversi menjadi peta 3D. Akhirnya, diketahui adanya tebing sekelas Grand Canyon ini.

Derek Rae, pengendali misi Enterprise, seperti dikutip Discovery, Selasa, mengatakan, "Tebing ini mungkin terbentuk dari sungai purba yang memecah batuan sebelum wilayah berubah menjadi Laut Merah ribuan tahun yang lalu."
Ada kemungkinan, tebing ini juga punya fitur yang lebih muda, fitur yang masih mengalami pembentukan.

Enterprise masih akan berada di wilayah Timur Tengah tahun ini. Misinya masih tetap sama, memetakan dasar laut. Saudara misi ini, HMS Echo, setelah 19 bulan misi, berhasil menemukan ragam bangkai kapal di berbagai perairan dunia.
Sumber :DISCOVERY

Continue Reading

Empat Surat Einstein Dihargai Rp 112 Juta-an

| 0 comments



KOMPAS.com — Meski sudah wafat sejak tahun 1955, segala hal mengenai Albert Einstein masih menarik perhatian. Kali ini empat surat yang ditulis penemu teori relativitas itu dihargai Rp 112 juta-an dalam sebuah lelang.

Surat Einstein ini ditujukan kepada filsuf sosialis bernama Corliss Lamont pada tahun 1954. Saat penulisan surat itu, Lamont merupakan sosok yang dicerca senator Joseph McCarthy karena dianggap "kurang Amerika". Pasalnya, Lamont mencetuskan ide bahwa AS harus menjalin kerja sama lebih erat dengan Uni Soviet.

Keempat surat Lamont dari Einstein ditemukan dalam yard sale dan dijual kepada tiga penawar berbeda. Total penjualan mencapai 7.688,70 poundsterling atau sekitar Rp 112 juta, demikian angka resmi yang dikeluarkan badan lelang, PFC Auctions, Jumat (1/3/2013) lalu.

Menurut juru bicara PFC Auctions, satu surat terjual kepada pembeli di AS, dua surat untuk satu pembeli di Inggris Raya, dan satu surat tersisa untuk penawar dari Guernsey.

Surat pertama tertanggal 2 Januari 1954, berisi mengenai pujian Einstein kepada Lamont. Namun, ada satu petikan surat yang menyebut kekecewaannya.

"Ada satu titik dalam pernyataan Anda yang saya sesali, yakni mengenai klaim diri bahwa Anda bukanlah anggota Partai Komunis. Dalam hal kepartaian, bukan kewajiban seorang warga negara untuk menjelaskannya," demikian bunyi petikan surat tersebut.

Surat itu diketik dan ditandatangani tinta hitam tertulis "A Einstein". Sementara dalam surat terakhir—keempat, Einstein berterima kasih atas sumbangan uang yang diberikan Lamont dan "akan digunakan untuk hal-hal penting".

Sumber :
 sains.kompas.com



 
Continue Reading

Ternyata Moyang Unta Pernah Hidup di Kutub

| 0 comments



Moyang unta ternyata pernah mendiami wilayah lintang tinggi, wilayah kutub.
OTTAWA, KOMPAS.com — Unta dikenal sebagai binatang yang hidup di daerah gurun dan kering. Namun, pada masa lalu, di pertengahan era Pliosene, moyang hewan ini ternyata pernah hidup di daerah dingin, sangat dekat dengan kutub.

Fakta ini terungkap dari hasil temuan fosil unta oleh tim peneliti di Canadian Museum of Nature di Ottawa.
Tim peneliti yang dikomandani oleh paleobiolog Natalia Rybczynski berhasil menemukan fosil unta yang diperkirakan berusia 3,5 juta tahun di Pulau Ellesmere. Pulau itu terletak di bagian paling utara Kanada, Nunavut.

"Fosil ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa unta pernah hidup di daerah itu," kata Rybczynski kepada Livescience, Selasa (5/3/2013).

"Temuan ini mengejutkan kami. Sebabnya, kita sering mengasosiasikan unta sebagai hewan yang hidup di habitat beriklim kering (arid) dan setengah kering (semi-arid)," urainya lagi
Ada 30 buah tulang yang merupakan bagian tulang kering fosil unta yang berhasil ditemukan tim peneliti. Tulang-tulang itu kemudian diidentifikasi menggunakan metode collagen fingerprinting. Jumlah protein, bernama Kolagen Type I, yang terkandung dalam tulang tersebut dihitung.
Berdasarkan hasil analisis yang dipublikasikan pada Jurnal Nature Communications kemarin terungkap bahwa nenek moyang unta yang ditemukan berusia 3,5 juta tahun dan ukurannya 1/3 kali lebih besar daripada unta modern yang hidup saat ini.
Rybczynski mengatakan, kondisi pada masa 3,5 juta tahun lalu memang memungkinkan bagi unta untuk bisa hidup di daerah dekat dengan kutub. Pertengahan era Pliosene itu dikenal dengan kondisinya yang hangat. Suhu global masa itu 2-3 derajat Celcius lebih hangat dari suhu saat ini.

Ke depannya, Rybczynski dan timnya berencana untuk meneruskan pencarian unta di daerah sekitar kutub utara. "Kami berharap bisa menemukan bukti lainnya," kata Rybczynski.
Sumber :
LiveScience
Editor :
yunan


Continue Reading

“Man Jadda Wa Jada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil)

| 0 comments



Man Jadda Wa Jada..

http://i1.wp.com/akuislam.com/blog/wp-content/uploads/2011/07/tumblr_llvobe0WUU1qc4uvwo1_400.gif?resize=365%2C402Anda pernah mendengar ungkapan Man Jadda Wa Jada? Namun sudahkah Anda mengaplikasikan prinsip ini? Banyak orang sudah tahu namun masih sedikit yang mengamalkannya.
Banyak contoh yang kita temui dalam kehidupan seharian, banyak orang yang tidak menerapkan prinsip ini. Mereka cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah pada nasib.
Mereka suka mengatakan “saya tidak boleh”.
OK, bagi yang tahu ertinya, man jadda wa jada bererti sesiapa bersungguh-sungguh pasti dapat. Setahu saya, ini bukanlah hadis, tetapi sejenis pepatah Arab yang mengandungi makna yang mendalam.
Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau maksudnya bersungguh-sungguh. Jadi, sejauh mana kita sudah mengamalkan pepatah ini,  sejauh kita bersungguh-sungguh?
Jawablah persoalan  ini dalam hati kita dengan ikhlas. Ukurlah diri kita tanpa dalih tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).
Sudahkah kita bersungguh-sungguh melihat peluang?
Sudah berapa kali kita gagal dan bangkit mencuba lagi?
Seberapa gigih dan tabah kita dalam mencari solusi masalah?
dan sebagainya.

“Tapi saya…” jika kita masih suka mengatakan “tapi” sebagai dalih tidak berusaha, ertinya kita belum bersungguh-sungguh. Mungkin dalih kita benar, tetapi kita tidak akan meraih apa yang kita inginkan.
Jika kita memang bersungguh-sungguh, akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Akan selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah kita. Kekuatan fikiran, hati, dan tubuh kita sudah cukup untuk mengatasi masalah kita. Sebesar mana pun masalah kita.
Semua orang memiliki potensi yang sama, yang berbeza ialah sejauh mana kita menggunakan potensi tersebut. Sejauh mana kita menanamkan man jadda wa jada dalam kehidupan kita.

Continue Reading
Powered by Blogger.

Entri Populer

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger