Berita Terkini :
Home » » SISTEM SIRKULASI HEWAN

SISTEM SIRKULASI HEWAN

Senin, 30 Januari 2012 | 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung di dalam setiap sel makluk hidup dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan dihantarkan ke setiap sel melalui system sirkulasi. Sistem sirkulasi melakukan fungsi peredaran materi (bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh), hormone, oksigen, dan sisa-sisa metabolisme.
Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah pada umumnya untuk organisasi tingkat rendah belum memiliki sistem sirkulasi secara khusus. Misalnya pada Amoeba dan paramecium, sirkulasi bahan-bahan metabolisme berikut sisa-sisa metabolisme dilakukan dengan aliran sitoplasma. Akan tetapi, proses difusi berlangsung sangat lambat sehingga cara tersebut tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan hewan berukuran besar (dengan ketebalan tubuh lebih dari beberapa milimeter) dan atau hewan yang memiliki aktivitas metabolism tinggi. Oleh karena itu, pada hewan tingkat tinggi diperlukan sistem sirkulasi khusus yang menjamin adanya pergerakan cairan ke seluruh tubuh secara cepat. Adapun sistem sirkulasi tersebut dilakukan oleh seperangkat organ-organ sirkulasi darah terbuka dan system peredaran tertutup.
Dari uraian di atas, pembahasan tentang sistem sirkulasi pada hewan ini sangat penting dibahas untuk mempermudah pemahaman tentang mata kuliah Dasar-dasar Fisiologi Hewan dan di samping itu juga makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok dalam menempuh mata kuliah dasar-dasar Fisiologi Hewan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian sistem sirkulasi dan fungsinya ?
2. Apa sajakah komponen dari sistem sirkulasi ?
3. Apakah perbedaan sistem peredaran darah terbuka dan tertutup itu ?
4. Bagaimanakah sistem peredaran darah pada hewan tingkat rendah ?
5. Bagaimanakah sistem peredaran darah pada hewan tingkat tinggi ?
6. Bagaimanakah pertukaran zat di jaringan?
C. Batasan Masalah
Makalah ini hanya terbatas pada pembahasan tentang “ Sistem Sirkulasi pada Hewan”
D. Tujuan
1. Memahami sistem sirkulasi darah dan fungsinya
2. Mengetahui komponen dari sistem sirkulasi
3. Membedakan sistem peredaran darah terbuka dan tertutup itu
4. Mengetahui sistem peredaran darah pada hewan tingkat rendah
5. memahami sistem peredaran darah pada hewan tingkat tinggi
E. Manfaat
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan kita dapat memahami dan mengetahui secara jelas tentang “sistem sirkulasi pada hewan”.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dari Sistem sirkulasi dan fungsinya
Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung didalam setiap sel makluk hidup dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan dihantarkan ke setiap sel melalui system sirkulasi.
Secara garis besar, sistem sirkulasi memiki tiga fungsi sebagai berikut:
1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen, serta pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera.
2. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh
3. Menyebarkan tekanan atau kekuatan
Sistem sirkulasi pada hewan bervariasi tergantung pada tingkat perkembangan tubuh hewan. Protozoa Bersilia yang hidup sesil mampu menyelenggarakan sirkulasi cairan tubuh menggunakan khoanosit, sedangkan Coelentrata dengan cara mengalirkan air melalui saluran khusus pada sistem gastrovaskular yang bersilia. Pada molusca sangat tergantung pada arah gerakan silia yang dapat mengalirkan air (yang mengandung makanan) melalui rongga mantel. Di rongga mantel, partikel makanan dikumpulkan dan ditelan. Sistem ini juga berfungsi untuk menyediakan oksigen bagi insang. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem sirkulasi berfungsi untuk mengangkut gas dan makanan.

B. Komponen Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi tersusun atas tiga komponen utama yaitu jantung, pembuluh, dan cairan tubuh.
1. Jantung: sebagai pompa penggerak cairan tubuh di sepanjang pembuluh.
a. Jantung Tubuler: Terdapat pada hewan invertebrata, bentuk sederhana tidak ada klep, dan bekerja secara kontraksi peristaltik.
b. Jantung Berongga: Terdapat pada hewan vertebrata, mernya memompa jantung, merupakan organ berotot, gerak, dan kontraksinya secara periodik.
2. Pembuluh: saluran yang akan dilewati oleh cairan yang beredar ke seluruh tubuh
a. Pembuluh Darah terdiri atas Arteri, Vena dan Kapiler.
Arteri dan Vena tersusun atas tiga lapisan jaringan melingkar dan membentuk saluran / lumen di bagian tengahnya. Nama lapisannya yaitu tunika intima (Endotelium), tunika media, dan tunika adventitia , sedangkan kapiler hanya tersusun atas tunika intima saja.
b. Pembuluh Limfe
1) Kondisi Pembuluh Limfe Pada Berbagai Hewan. Pada hewan vertebrata tingkat tinggi mempunyai saluran buntu dengan ujung terbuka yang berfungsi mengangkut kelebihan cairan di ekstrasel ke sirkulasi darah;
2) Pada hewan invertebrata tidak ditemukan adanya pembuluh limfe kecuali pada teleoste;
3) Pada hewan tingkat rendah ditemukan berbagai bentuk peralihan yang menunjukan adanya perkembangan system pembuluh limfe.
3. Cairan Tubuh
Pada hewan multiseluler ada dua cairan tubuh yaitu cairan intrasel dan cairan ekstrasel. Kira-kira 70% dari seluruh bagian tubuh hewan berupa air, sekitar 45% diantaranya terdapat didalam sel (intra sel). Pada cairan ekstrasel dapat ditemukan di berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda yaitu cairan jaringan, darah, limfe, dan homolimfe. Cairan jaringan mengandung sedikit protein, sejumlah garam dan bahan nutritive serta zat sisa. Cairan jaringan berfungsi sebagai fagostik dan mampu bergerak melalui ruang antar jaringan.
Pada hewan yang memiliki system sirkulasi tertutup darah dan jaringan cairan merupakan dua macam cairan yang terpisah dengan jelas. Darah tersusun atas cairan plasma dan sel darah. Sementara cairan jaringan cairan (cairan intersititiel) yang dibentuk dengan menyaring plasma yang akan kemudian berdifusi melalui dinding kapiler menuju ruang antar sel, menurut gradien tekanan hidrostatik. Filtrat tersebut bukan koloid karna hanya mengandung protein 0,85% (sebagai pembanding darah mannusia mengandung 7% protein), filtarat/cairan yang keluar tersebut akan dikembalikan lagi ke system sirkulasi melaui system pembuluh khusus yaitu limfe.
Pada vertebrata tingkat tinggi ,pembuluh limfe dimulai sebagai saluran buntu dengan ujung terbuka. Pembuluh limfe berfungsi mengangkut kelebihan cairan yang tertimbun dilingkungan ekstra sel dan mengembalikan ke sirkulasi darah. Pada ikan (selain telostei) dan invertebrate tidak ditemukan adanya pembuluh limfe.Pada berbaguia hewan yang memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah dapat ditemukan berbagai bentuk peralihan (intermediet) yang menunjukkan adanya perkembangan sistem pembuluh limfe.
Cairan dalam pembuluh limfe sebenarnya berasal dari cairan jaringan yang masuk kedalam pembuluh dengan cara difusi melalui dinding pembuluh atau mengalir langsung ke dalam pembuluh melalui lubang yang terbuka pada ujungnya. Pada saat tertentu, cairan limfe akan menjadi cairan jaringan dan sebaliknya. Cairan hemolimfe merupakan pembatasan antara cairan darah dan caiaran limfe (cairan jaringan) karena cairan yang mengalir dalam pembuluh dan di ruang antarsel merupakan cairan yang sama.
Cairan ekstrasel pada semua hewan mengandung sel jenis tertentu yang mengapung bebas dan mengembara melalui ruang-ruang antar jaringan. Secara fungsional, sel tersebut berkaitan erat dengan transfor gas dan pertahanan tubuh hewan dalam melawan mikroorganisme serta berbagai zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pada hewan tertentu, sel tersebut juga berperan penting dalam proses pembekuan darah.
Adapun fungsi darah, sebagai berikut:
a. Mensuplai zat-zat makanan dari saluran pencernaan ke jaringan-jaringan
b. Mensuplai oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan
c. Membawa dan m embuang zat-zat yang tidak berguna dari jaringan ke organ ekskresi
d. Mendistribusikan sekresi kelenjar endokrin dan zat lain yang mengatur fungsi sel
e. Membantu menyelenggarakan keseimbangan komposisi air dalam berbagai organ tubuh
Susunan Cairan Darah
a. Sel Darah : Terdiri atas Eritrosit, Leukosit, dan Trombosit
b. Plasma Darah : Mengandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut. Zat tersebut mencakup beberapa jenis bahan diantaranya :
1) Protein Plasma,yaitu Albumin,Globulin dan fibrinogen
2) Sari makanan ,yaitu Glokusa,monosakarida,asam amino dan lipid
3) Bahan untuk dibuan dari tubuh,anatara lain : Urea dan senyawa nitrogen
4) Berbagai ion,misalnya natrium,kalium,klor,posfor,kalsium,sulfat dan senyawa bikarbonat.
5) Bahan lain yang biasanya terdapat dalam darah,misalnya hormon, gas respiratori,vitamin dan enzim
Volume plasma pada hewan yang memiliki system sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut. Ada dua macam kekuatan yang bekerja dalam proses prtukaran cairan trsebut, yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. Tekanan hidrostatik yang ditimbulkan oleh darah mengendalikan kekuatan untuk filtrasi, sedangkan tekanan osmotik plasma bekerja untuk reabsorbsi (yang arahnya berlawanan dengan filtrasi). Jadi protein dalam plasma merupakan bahan yang penting untuk menentukan besarnya tekanan osmotic dalam plasma.
Kekuatan osmotik juga juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh pada hewan invertebrata yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka. Protein plasma pada hewan vertebrata tingkat tnggi dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu : fibrinogen, globulin dan albumin. Fibrinogen bertanggung jawab dalam berbagai fungsi, terutama yang berkaitan dengan reaksi kekebalan (imun) dan trasfor molkul tertentu seperti hormone, vitamin dan zat besi. Sementara albumin bertanggung jawab mempertahankan volume plasma.
Semua hewan mempunyai mekanisme pertahan tubuh. Pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme, antara lain : mengaktifkan atau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh, menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil sekresinya dan menyingkirkan sel abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul. Mekanisme pertahanan tubuh juga dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive), enkapsulasi (pembentukan selubung), mengasilkan antibody atau sensitisasi limfosit. Faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat mengaktifkan benda asing (pada invertebrata).


C. Perbedaan Sistem Peredaran Darah Terbuka dengan Sistem Peredaran Darah Tertutup
Sistem sirkulasi darah pada hewan ada yang terbuka dan tertutup, berikut penjelasnnya:
1. Sistem Sirkulasi Terbuka
Bekerja dengan tekanan rendah pada setiap kontraksi jantung, dan volume darah yang dikeluarkan hanya sedikit, terdorong rendah dan mengalir dengan lambat yang mengakibatkan sari makanan yang dilepaskan sel terbatas sehingga aktivitas metabolisme terbatas.
Contohnya: Moluska dan Artropoda
Susunan pembuluh pada arthropoda contohnya insekta, salah satu jenis hewan yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka. Arthropoda memiliki jantung berbentuk pipa yang terletak di bagian dorsal tubuh, dan diliengkapi dengan sejumlah lubang beserta klep. Lubang yang dinamakan ostia tersebut member peluang kepada darah untuk masuk kembali ke jantung. Relaksasi otot jantung menyebabkan adanya tekanan negative dalam rongga jantung sehingga menimbulkan kekuatan untuk mengisap darah secara aktif. Pembuluh darah dorsal bagian depan disebut aorta. Dinding aorta bersifat kontraktil dan dapat menimbulkan gelombang peristaltik untuk mendorong darah ke arah depan ( ke kepala ). Pembuluh ini merupakan cabang pembuluh darah utama, yang berlanjut sampai kepala dan berakhir di bagian tersebut. Percabangan pembuluh aorta membawa pasokan darah untuk sebagian besar tubuh. Namun, pembuluh pada sistem sirkulasi terbuka idak dilengkapi dengan pembuluh darah perifer (kapiler) sehingga pada tingkat jaringan, darah akan keluar dari pembuluh dan selanjutnya mengalir bebas di antara sel jaringan. Pada tahap selanjutnya, darah atau cairan tubuh tersaring dan secara perlahan-lahan kembali ke jantung melaui ostia yang banyak terdapat di bagian tersebut. Sebagai akibat dari tidak adanya pembuluh kapiler, sistem sirkulasi terbuka bekerja dengan tekanan rendah. Dengan demikian, pada setiap kontraksi jantung, volume darah yang dapat dikeluarkan dari jantung ke rongga tubuh hanya sedikit. Selain itu, tekanan yang ditimbulkan oleh jantung untuk mendorong darah juga rendah sehingga darah mengalir lambat. Hal ini menyebabkan jumlah sari makanan yang dilepaskan ke sel tubuh terbatas, dan akibatnya aktivitas metbolisme dalam tubuh pun terbatas. Kelemahan lain dari sistem sirkulasi terbuka ialah hewan tidak dapat mengatur aliran darah secara tepat ke berbagai organ yang berbeda.
2. Sistem Sirkulasi Tertutup
Bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus menerus, dan tekanannya dipertahankan tetap tinggi mengakibatkan darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat.
Dalam sistem darah tertutup umumnya darah mengalir dari jantung ke pembuluh kapiler dan kembali ke jantung.
Contohnya : Annelida, Moluska jenis Cephalopoda (oktofus dan cumi-cumi) dan Vertebrata
Sistem sirkulasi tertutup memiliki beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan sistem sirkulasi terbuka. Pada sistem sirkulasi darah tertutup, darah beredar dalam sistem pembuluh yang kontinu, didorong oleh kekuatan dari hasil kerja jantung. Sebagai motor penggerak, jantung bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus menerus sehingga tekanan dalam pembuluh dapat dipertahankan tetap tinggi. Hasilnya, darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat. Selain itu, pada hewan yang memiliki sistem, darah akan mengalir dalam pembuluh secara langsung ke setiap sel tubuh. Hal ini menjamin adanya pasokan sari makanan dan oksigen dalam jumlah memadai ke tiap sel agar proses metabolisme dapat terselenggara dengan baik. Apabila ada peningkatan aktivitas metabolisme (misalnya saat melakukan latihan fisik), vertebrata dapat meningkatkan jumlah pasokan darah ke organ yang aktif (misalnya otot) dan mengurangi penyebaran darah ke daerah yang kurang/ tidak aktif (misalnya organ gasroinointestinal). Organ sirkulatori pada hewan yang memiliki sistem terdiri atas jantung dan pembuluh darah, mulai dari pembuluh ateri, vena, arteriol, venula, hingga jaringan kapiler.


D. Sistem Sirkulasi Darah pada Hewan Tingkat Rendah
Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah pada organisasi tingkat rendah umunya belum memiliki sistem sirkulasi secara khusus. Contoh hewan tingkat rendah (invertebrate), antara lain protozoa, cacing tanah, dan serangga. Hewan ini mempunyai system sirkulasi darah yang berbeda.
1. Sistem sirkulasi darah pada protozoa
Hewan bersel satu atau protozoa tidak memiliki system sirkulasi darah karena tubuhnya hanya terdiri atas satu sel. Sari-sari makanan yang telah dicerna di dalam vakuola diserap oleh protoplasma di sekelilingnya. Oksigen diserap secara difusi, dan CO2 dikeluarkan juga secara difusi. Contoh dari protozoa adalah amoeba dan paramaecium. System sirkulasi pada paramecium lebih sempurna daripada amoeba.
Pada paramaecium, makanan yang berupa materi halus diserap melalui permukaan tubuhnya. Namun materi makanan yang besar akan masuk sitostoma (mulut sel). Makanan yang berbentuk cair akan diedarkan oleh vakuola kontraktil, sedangkan zan makanan yang berbentuk padat akan dicerna dan diedarkan oleh vacuola makanan. Penyebaranya ke dalam endoplasma terjadi secara osmosis.
2. Sistem sirkulasi pada darah cacing tanah
Sistem sirkulasi pada cacing tanah terdiri atas lengkung aorta, pembuluh darah punggung, dan pembuluh darah perut. Lengkung aorta berjumlah lima dan berfungsi sebagai jantung. Darah dalam cacing beredar di dalam pemmbuluh sehingga termasuk peredaran darah tertutup

Darah yang terdapat pada pembuluh kapiler akan mengikat oksigen. Pembuluh tersebut banyak terdapat pada kulit. Darah yang telah mengikat oksigen ini akan mengalir ke pembuluh punggung kemudian bergerak menuju lengkung aorta.


3. Sistem sirkulasi darah pada serangga
Sistem transportasi pada serangga contohnya pada belalang. Belalang mempunyai sistem peredaran terbuka karena darah tidak selalu berada dalam pembuluh darah. Alat transportasinya berupa pembuluh yang dapat berdenyut sehingga menyerupai jantung. Oleh karena itu, pembuluhnya disebut jantung pembuluh.
Peredaran darah pada belalang berlangsung sebagai berikut:
Darah dipompa oleh jantung pembuluh ke bagian depan tubuh melalui aorta dorsal. Selanjutnya darah beredar ke seluruh tubuh ke ruang antar organ tanpa melalui pembuluh darah.

Darah serangga tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak berwarna merah. Darah serangga disebut hemolimfa. Darah ini mengadung sel darah yang tidak berwarna yang berfungsi untuk melenyapkan organisme asing. Karena tidak mengandung Hb, darah serangga berfungsi untuk mengangkut zat makanan, tidak untuk mengangkut oksigen ataupun gas CO2. Gas- gas tersebut disalurkan melalui system trakea.
4. Sistem sirkulasi darah pada hewan invertebrata lainnya
Hewan invertebrate lainnya seperti porifera dan coelenterata, belum memiliki organ tubuh. System transportasinya juga belum ada. Oleh karena itu zat makanan dan oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke sel, dan dari sel ke sel lainnya. Begitu juga sebaliknya untuk pengeluaran zat-zat sisa.
Hewan invertebrate seperti echinodermata, memilki system sirkulasi radial yang bentuknya mengecil. Pengangkutan zat dibantu dengan system sirkulasi air yang disebut system air ambulakral
System sirkulasi pada mollusca terdiri atas jantung dengan satu atau dua ruang jantung, aorta dan pembuluh lainnya.

E. Sistem Transportasi pada Hewan Tingkat Tinggi
Hewan yang berukuran lebih besar dan lebih banyak beraktivitas memerlukan laju metabolism sel yang lebih tinggi. Metabolisme yang tinggi akan terjadi apabila pemasokan sari makanan dan oksigen berlangsung secara konstan, serta tersedia sistem kapiler yang bertanggung jawab atas pertukaran gas dan pembuangan zat sisa secara cepat.
Sistem sirkulasi pada hewan tingkat tinggi terdiri atas jantung, pembuluh darah, dan pembuluh limfa. System peredaran darah semua vertebrata merupakan system peredaran darah tertutup dan ganda, kecuali pada ikan. Sistem peredaran darah pada ikan termasuk sistem peredaran darah tertutup dan tunggal.
Struktur darah (susunan darah) pada vertebrata juga sama, yaitu terdiri atas plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
1. Sistem Transportasi pada Ikan
Ikan mempunyai sistem transportasi tunggal dan tertutup, karena dalam satu kali beredar, darah ikan hanya melalui jantung satu kali dan selalu berada dalam pembuluh darah. Darah pada ikan berfungsi mengangkut sari-sari makanan, oksigen dan karbondioksida.


Jantung ikan terdiri atas dua ruang, yaitu satu serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel). Di dekat serambi terdapat kantung yang disebut sinus venosus.
Peredaran darah pada ikan berlangsung sebagai berikut. Darah mengalir ke seluruh tubuh melalui vena kemudian masuk ke serambi jantung. Darah ini mengandung banyak karbon dioksida. Selanjutnya darah masuk bilik, kemudian dipompa menuju insang melalui pembuluh nadi ventral. Di dalam insang terjadi pelepasan CO2 dan pengikatan O2. Selanjutnya darah dari insang yang mengandung oksigen diedarkan ke selluruh tubuh melalui pembuluh darah dorsal.
2. Sistem Transportasi pada Amphibian
Hewan golongan Amphibia contohnya katak. Sistem sirkulasi pada katak tersusun dari jantung dan pembuluh darah. Jantung katak terdiri atas tiga ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, dan satu bilik. Sistem peredaran darah pada katak tertutup dan rangkap (ganda).
Peredaran darah katak sebagai berikut.
a. Darah campuran (bersih dan kotor) dipompa dari bilik jantung ke paru-paru dan kulit. Di tempat ini darah mengikat oksigen. Selanjutnya, darah ke serambi kiri dan ke bilik lagi.
b. Daerah campuran dipompa dari bilik jantung ke seluruh tubuh ( kepala, hati, usus, dinding tubuh, dan ginjal) melalui arteri. Di dalam organ-organ tersebut, darah melepaskan oksigen dan mengikat karbon dioksida.
c. Darah yang mengandung CO2 mengalir melalui pembuluh vena (balik) menuju serambi kanan kemudian ke bilik, dan tercampur lagi dengan darah bersih. Demikian seterusnya berulang-ulang.

3. Sistem transportasi pada reptilia
Contoh hewan reptilia adalah kadal. Sistem transportasi pada kadal terdiri atas jantung dan pembuluh darah.
Reptilian mempunyai jantung yang terdiri atas empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Sekat biliknya tidak sempurna (kecuali buaya) sehingga darah dari bilik kiri dan bilik kanan dapat bercampur. Sistem peredaran darah reptilian tertutup dan rangkap (ganda).


Kadal memiliki dua aorta, yaitu aorta kanan yang mengalirkan darah menuju kepala dan aorta kiri yang mengalirkan darah menuju organ-organ tubuh bagian belakang.
4. Sistem Transportasi pada Burung
Sistem sirkulasi burung sama dengan mamalia dan manusia. Burung mempunyai jantung yang terdiri atas empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Sekat biliknya sempurna sehingga darah bersih dan darah kotor tidak bercampur. Sistem peredaran darah burung tertutup dan rangkap (ganda).

Sistem peredaran darah burung: (a) peredaran darah kecil dan (b) peredaran darah besar.

Peredaran darah burung adalah darah dari paru-paru mengangkut oksigen masuk ke serambi kiri, kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta. Di sel-sel tubuh, darah melepaskan O2 dan mengikat CO2. Darah yang mengandung banyak CO2 ini masuk ke serambi kanan melalui pembuluh balik. Selanjutnya darah masuk bilik kanan, kemudian dipompa masuk ke paru-paru. Di dalam paru-paru, darah melepaskan CO2 dan mengikat O2.
5. System predaran darah Mamalia
Sistem peredaran darah pada mamalia tidak jauh beda dengan sistem peredaran darah pada manusia yaitu terdiri atas darah, alat-alat peredaran darah dan peredaran getah bening. Mengenai darah telah dijelaskan sebelumnya yang selanjutnya akan dibahas tentang alat-alat peredaran darah, untuk mengedarkan sari makanan dan oksigen diperlukan alat-alat peredaran darah berupa jantung dan pembulh darah.
a. Jantung
Jantung mamalia terletak di daerah rongga dada bagian kiri tepatnya di antara kedua paru-paru, dibungkus oleh selaput tipis yang dinamakan pericardium. Jantung tersebut memiliki 4 rongga terdiri atas dua ruang serambi ynag berdinding lebih tipis dan dua ruang bilik yang berdidinding lebih tebal. Serambi dan bilik berkontraksi secara bergantian. Pada saat serambi berkontraksi (fase sistol), Jalan masuk darah dari vena ke serambi tertutup oleh kontaraksi otot-otot disekitarnya dan tekanan didalamnya meningkat sehingga darah akan terdorong menuju bilik yang pada saat itu sedang berelaksasi. Dalam peristiwa tersebut, darah akan melewati kleb atriventricularis, yaitu dua unit kleb yang membatasi rongga serambi dan bilik.kedu kleb tersebut adalah kleb bikuspidalis dan trikuspidalis. kleb bikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik jantung sebelah kanan sedangkan trikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik jantung sebelah kiri. Pada saat bilik berkontraksi,serambi mengalami relaksasi sehingga jalan masuk darah dari vena (yang semula tertutup ) akan terbuka. Hal ini akan menyebabkan penurunan tekanan dalam serambi sehingga didarah tertarik masuk ke dalam serambi jantung.
Satu siklus jantung menghasilkan sekali denyutan jantung. Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 kali per menit, tetapi pada saat aktif melakukan kegiatan,denyut jantung dapat meningkat hingga lebih dari dua kalinya. Ritme jantung dikendalikan oleh system saraf. Kecepatan denyut jantung dikendalikan oleh system syaraf simpatis dan parasimpatis(saraf vagus). Saraf simpatis bekerja untuk mempercepat denyut jantung, sedangkan saraf vagus bekerja untuk memperlambatnya.

b. Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah saluran khusus untuk mengalirkan darah. Darah adalah cairan dalam pembuluh darah,yang beredar ke seluruh tubuh mulai dari jantung dan segera kembali ke jantung. Darah vertebrata mengalir dalam pembuluh yang elastis (arteri,kapiler dan vena ) dan akan kembali ke jantung tanpa meniggalkan system pembuluh. Jadi darah tetap berada pada saluran yang terttup.sistem sirkulasi yang demikian dinamakan system sirkulasi tertutup.
Arteri adalah pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar dari jantung. Darah dalam arteri mengeluarkan tekanan yang cukup besar terhadap dinding pembuluh.untuk menahan tahanan tersebut,arteri harus mempunyai dinding yang tebal dan kuat. Tekanan darah berasal dari kekuatan yang dihasikan oleh jantung ketika berkontraksi sehingga keberadaan serabut elastic pada dinding arteri sangat penting untuk memastikan aliran darah yang konstan ke kapiler.
Pelepasan darah dari jantung tidak terjadi secara continue tetapi berselang seling seirama dengan kontraksi jantung. Ketika jantung berkontraksi, darah terdorong keluar dari jantung dan masuk ke pembuluh. Segera sesudah darah masuk arteri besar, dinding arteri akan meregang dan menyimpan sejumlah besar energy yang berasal dari peregangan serabut alastis. Pada saat jantung berelaksasi, tidak ada darah yang masuk ke arteri besar sehingga pembuluh tersebbut kembali mengkerut ke ukuraan semula dan melepaskan sebagian energy yang tersimpan pada dindingnya.energi tersebut akan mendorong darah dalam pembukuh arteri besar sehingga mengalir lebih jauh ke seluruh system sirkulasi.
Arteriola adalah pembuluh arteri kecil yang dindingnya mengandung sejumlah besar otot polos yang proses kontraksinya tidak dikendalikan oleh pusat kesadaran.\
Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dalam system sirkulasi yang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas serta berbagia zat lainnya antara pembuluh darah dan jaringan.
Venula dan vena merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah dari jaringan kembali ke jantung. Venula adalah pembuluh vena yang paling kecil dan berhubungan langsung dengan kapiler. Vena dilengkapi dengan klep yang berguna untuk mencegah aliran darah kembali ke arah jaringan dan menjamin kelancaran aaliran darah menuju jantung yang dibantu juga oleh kontraksi otot pada dinding pembuluh vena serta kontraksi otot lurik di sekitar pembuluh tersebut.
6. Sirkulasi darah tertutup dan ganda pada mamalia
Sirkulasi darah pada hewan mamalia merupakan sirkulasi darah tertutup dan ganda. Dikatakan sistem sirkulasi tertutup karena peredaran darah berlangsung di dalam pembuluh, sedangkan dikatakan ganda sebab dalam peredarannya, darah mengalir ke organ jantung sebanyak dua kali.

pulmonalis dan (b) sistem peredaran darah sistemik


Sistem sirkulasi darah ganda pada mamalia meliputi peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.
a. Peredaran darah besar
Pada peredaran darah besar, darah meninggalkan ventrikel kiri jantung melalui aorta, yaitu arteri terbesar dalam tubuh. Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih kecil yang mengantarkan darah ke berbagai bagian tubuh. Arteri-arteri ini bercabang dan beranting lebih kecil lagi hingga sampai ke arteriola. Arteri ini mempunyai dinding yang sangat berotot yang menyempitkan salurannya dan menahan aliran darah dengan jalan mengubag-ubah ukuran saluran dan mengatur aliran darah dalam kapiler. Didnding kapiler sangat tipis sehingga dapat berlangsung pertukaran zat antara plasma dan jaringan interstisiiil. Kemudian kapiler- kapiler ini bergabung dan membentuk pembuluh lebih besar yang disebut venula, yang kemudian juga bersatu menjadi vena, untuk mengantarkan darah kembali ke jantung. Semua vena bersatu dan bersatu lagi sehingga terbentuk dua batang vena, yaitu vena kava inferior yang mengumpulkan darah dari badan dan anggota gerak bawah, dan vena kava superior yang mengumpulkan darah dari kepala dan anggota gerak atas. Kedua pembuluh darah ini menuangkan isisnya ke dalam jantung melalui atrium kanan jantung.
b. Peredaran darah kecil
Darah dari vena tadi kemudian masuk ke dalam ventrikel kanan yang berkontraksi dan memompanya ke dalam arteri pulmonalis. Arteri ini becabang dua untuk mengantarkan darahnya menukju paru-paru kanan dan kiri. Darah tidak sukar memasuki pembuluh-pembuluh darah yang mengaliri paru-paru. Di dalam paru-paru setiap arteri membelah menjadi arteriola dan akhinya menjadi kapiler pulmonal yang mengitari alveoli di dalam jaringan paru-paru untuk memungut oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
Kemudian kapiler pulmonal bergabung menjadi vena dan darah dikembalikan ke dalam jantung oleh empat vena pulmonalis. Selanjutnya darah dituangkan ke dalam atrium kiri. Darh ini kemudian mengalir masuk ke dalam ventrikel kiri. Ventrikel ini berkontraksi dan darah dipompa masuk ke dalam aorta. Maka kini mulai lagi peredaran darah besar.

F. Pertukaran zat di jaringan
Pada uraian sebelumnya telah dijelaskan bahwa besarnya tekanan systole dan diastole pada manusia adalah 120/80 mm Hg. Hal ini berarti bahwa darah yang dipompa oleh jantung membrikan tekanan sebesar 120 mm Hg. Dari aorta, darah mengalir terus ke cabang-cabang arteri, dan akhirnya sampai di pembuluh kapiler. Semakin jauh dari jantung, tekanan darah dalam pembuluh pun semakin menurun. Di pembuluh kapiler, darah hanya memberikan tekanan hidrostatik sebesar kira-kira 40 mm Hg.

Sementara itu, tekanan dalam cairan atau ruang ekstrasel hanya 25 mm Hg ( sama di semua bagian tubuh). Perbedaan tekanan yang timbul antara bagian dalam n luar pembuluh kapiler menyebabkan terjadinya perpindahan sejumlah air dan partikel- partikel kecil terlarut dari dalam pembuluh kapiler e cairan jaringan.
Tekanan hidrostatik dalam pembuluh kapiler yang berdekatan/ berhubungan dengan pembuluh vena atau venula turun hingga 15 mm Hg. Karena tekanan hidrostatik di bagian ini lebih rendah daripada tekanan osmotic dalam cairan jaringan, sejumlah air dan partikel kecil pada cairn jaringan akan masuk kembali ke pembuluh kapiler.
Sekalipun demikian, jumlah total air dan partikel yang keluar dari pembuluh kapiler selalu lebih besar daripada jumlah yang dapat masuk kembali ke kapiler. Untuk menjaga kondisi homeostasis, kelebihan air dan partikel zat yang masih tertinggal dalam cairan jaringan harus dikembalikan ke dalam kapiler darah.
Pengembalian kelebihan air dan zat terlarut tersebut dilaksanakan oleh pembuluh limfe kecil yang sangat permeable, yang akan meneruskannya ke pembuluh limfe yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap unit pembuluh limfe yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap unit pembuluh limfe kecil akan bergabung akan bergabung untuk membentuk pembuluh yang lebih besar. Pembuluh limfe yang paling besar akan berhubungan dengan pembuluh darah, yakni pad pembuluh vena subklavia. Oleh karena itu, cairan yang masuk ke pembuluh limfe kecil nantinya akan masuk ke pembuluh darah juga. Aliran cairan dalam sistempembuluh limfe dipertahankanoleh sejumlah klep dan aktivitas otot di sekitar pembuluh, seperti yang terjadi pada pembuluh vena. 
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Cairan dalam tubuh hewan dibedakan menjadi cairan intrasel dan ekstrasel. Cairan intrasel yaitu sitoplasma, sedangkan cairan ekstrasel meliputi cairan jaringan, limfe, darah dan hemolimfe. Darah terdiri atas plasma dan sel darah ( eritrosit, leukosit dan trombosit), yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
Hewan yang berukuran lebih besar dan lebih banyak beraktivitas memerlukan laju metabolism sel yang lebih tinggi. Metabolisme yang tinggi akan terjadi apabila pemasokan sari makanan dan oksigen berlangsung secara konstan, serta tersedia sistem kapiler yang bertanggung jawab atas pertukaran gas dan pembuangan zat sisa secara cepat.
Komponen penyusun sistem sirkulasi yaitu jantung, pembuluh darah, dan cairan tubuh. Jantung dan pembuluh darah merupakan komponen yang sangat penting untuk menjamin kelancaran aliran darah ke berbagai jaringan. Jantung berperan sebagai pemompa cairan yang bersirkulasi, sedangkan pembuluh darah berfungsi sebagai jalan aliran darah.





B. Saran
Makalah yang kami buat belum sempurna sesuai yang diharapkan. Masih terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan. Karena, kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari khilaf / kesalahan, kelebihan itu hanya milik Allah SWT semata. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak atau pembaca demi perbaikan di masa mendatang

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, 2009. Sistem Sirkulasi pada Manusia, http:// massofa.wordpress.com Diakses 26 Desember 2011
Anonymous, 2007. TEORI RINGKAS BIOLOGI. LP3T Technos: malang
Isnaeni, wiwi. 2006. FISIOLOGI HEWAN. Yogyakarta: Kanisius
Soewolo, dkk. 1999. FISIOLOGI HEWAN. Um press: Malang
Sumarjito, 2006. PANDUAN BELAJAR BIOLOGI. Primagama: yogyakarta
Widodo,nur.2002. Fisiologi Hewan.umm press:malang
http://samadaranta.wordpress.com/2010/12/14/fisiologi-sirkulasi/

.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Anda PenGunJuNg Ke .....

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger