Mutiara Hikmah :
http://picasion.com/

Alat Evaluasi Tes

Tuesday, January 24, 2012 | 0 comments

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
A. Teknik Tes
Merupakan suatu kenyataan bahwa manusia dalam hidupnya berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Adanya perbedaan individual itu sudah barang tentu akan ikut serta dalam menentukan berhasil atau tidaknya individu tersebut, sehingga akan berakibat pula pada prestasi kerja maupun belajarnya. Senada dengan itu, maka perlu diciptakan alat untuk mendiagnosis atau mengukur keadaan individu, dan alat pengukur itulah yang lazim disebut tes.
1. Pengertian tes
Menurut Anne Anastasi dalam karya tulisnya yang berjudul Psychological Testing, yang dimaksud dengan tes adalah alat pengukur yang mempunyai standar yang obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas, serta dapat betul-betul digunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu.
Adapun menurut Lee J. Cronbach dalam bukunya yang berjudul Essential Of Psychological Testing, tes merupakan suatu prosedur yang sistematis untuk membandingkan tingkah laku dua orang atau lebih. Sedangkan menurut F.L. Goodnough, tes adalah suatu tugas atau serangkaian yang diberikan kepada individu atau sekelompok individu, dengan maksud untuk membandingkan kecakapan mereka antara yang satu dengan yang lainnya.
Jadi, tes dalam dunia pendidikan merupakan cara yang dapat dipergunakan atau prosedur yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penilaian dibidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas baik berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh peserta tes (testee), sehingga atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau perilaku testee.
2. Fungsi tes
Secara umum ada dua fungsi yang dimiliki oleh tes, yaitu : (a) sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini, tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dimiliki oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. (b) sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai.
3. Penggolongan tes
Sebagai alat pengukur, tes dapat dibedakan menjadi beberapa jenis golongan, tergantung dari segi mana atau dengan alasan apa penggolongan tes itu dilakukan.
a. Penggolongan tes berdasarkan fungsinya sebagai alat pengukur perkembangan/kemajuan belajar peserta didik.
1) Tes seleksi. Sering dikenal dengan istilah ujian saring atau ujian masuk. Tes ini dilaksanakan dalam rangka penerimaan calon siswa baru, dimana hasil tes digunakan untuk memilih calon peserta didik yang tergolong paling baik dari sekian calon yang mengikuti tes.
2) Tes awal. Sering dikenal dengan istilah pre-tes. Dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau bahan pelajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh para peserta didik. Jadi, tes awal merupakan tes yang dilaksanakan sebelum bahan pelajaran diberikan kepada peserta didik.
3) Tes akhir. Sering dikenal dengan post-tes. Tes akhir dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran yang tergolomg penting sudah dapat dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh peserta didik.
4) Tes diagnotik. Merupakan tes yang digunakan untuk menentukan secara tepat, jenis kesukaran yang dihadapi oleh peserta didik dalam suatu mata pelajaran tertentu.
5) Tes formatif. Merupakan tes hasil belajar yang digunakan untuk mengetahui sejauh manakah peserta didik telah terbentuk.
6) Tes sumatif. Merupakan tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program pengajaran selesai diberikan.
b. Penggolongan tes berdasarkan aspek psikis yang ingin diungkap.
1) Tes intelegensi. Yaitu tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap atau mengetahui tingkat kecerdasan seseorang.
2) Tes kemampuan. Yaitu tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap kemampuan dasar atau bakat khusus yang dimiliki oleh siswa.
3) Tes sikap. Yaitu salah satu jenis tes yang digunakan untuk predisposisi atau kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu respon tertentu terhadap dunia sekitarnya.
4) Tes kepribadian. Yaitu tes yang dilaksanakan dengan tujuan mengungkap ciri-ciri khas dari sseseorang yang banya sedikitnya bersifat lahiriah, seperti gaya bicara, berpakaian, dan sebagainya.
5) Tes hasil belajar/tes pencapaian. Yaitu tes yang biasa di gunakan untuk mengungkap tingkat pencapaian atau prestasi siswa.
c. Penggolongan lain-lain.
Dilihat dari banyaknya orang yang mengikuti tes :
1) Tes individual, yakni tes dimana tester hanya berhadapan dengan satu testee.
2) Tes kelompok, yakni tes dimana tester berhadapan dengan lebih dari satu testee.
Dilihat dari segi banyaknya waktu yang di sediakan bagi peserta tes :
1) Power test, yakni tes dimana waktu yang disediakan bagi testee untuk menyelesaikan tes tidak dibataasi.
2) Speed test, yakni tes dimana waktu yang disediakan bagi testee untuk menyelesaikan tes dibataasi.
Dilihat dari segi bentuk responnya :
1) Verbal test, yakni suatu tes yang menghendaki respon yang tertuang dalam bentuk ungkapan kata-kata atau kalimat, baik secara lisan maupun tulisan.
2) Nonverbal test, yakni tes yang menghendaki respon dari testee bukan bukan berupa ungkapan kata-kata atau kalimat, melainkan berupa tindakan atau tingkah laku.
Dilihat dari segi cara mengajukan pertanyaan dan cara memberikan jawabannya :
1) Tes tertulis, yakni jenis tes dimana tester dalam mengajukan butiran-butiran pertanyaan dilakukan secara tertulis dan testee juga memberikan jawaban secara tertulis pula.
2) Tes lisan, yakni tes dimana tester didalam mengajukan pertanyaan dilakukan secara lisa dan testee juga memberikan jawabannya secara lisan pula.
B. Teknik Pengujian Reliabilitas Tes Hasil Belajar Bentuk Obyektif
1. Pengujian reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dengan menggunakan pendekatan single test-single trial (single test-single trial method)
Dalam rangka menentukan reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dengan menggunakan pendekatan single test-single trial, maka penentuan reliabilitas tes tersebut dilakukan dengan jalan pengukuran terhadap suatu kelompok subyek, dimana pengukuran itu dilakukan dengan hanya menggunakan satu jenis alat pengukur, dan pengukuran tersebut hanya dilakukan satu kali saja. Dengan kata lain, single test-single trial merupakan pendekatan serba single atau pendekatan serba satu, yakni satu kelompok subyek, satu jenis alat pengukur, dan satu kali pengukuran.
Dengan menggunakan pendekatan single test-single trial, maka tinggi reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dapat diketahui dengan melihat besar kecilnya koefisien reliabilitas tes, yang dilambangkan dengan r11 atau rtt (koefisien reliabilitas tes secara total). Adapun cara untuk mencari atau menghitung r11 atau rtt itu, dapat digunakan lima jenis formula, yaitu : (1) Formula Spearman-Brown, (2) Formula Flanagan, (3) Formula Rulon (4) Formula Kuder-Richardson, (5) Formula C. Hoyt.
Meskipun kelima jenis formula tersebut sama-sama termasuk dalam kelompok pendekatan single test-single trial, namun kelimanya memiliki perbedaan tertentu, diantaranya :
Pertama, dengan menggunakan Formula Spearman-Brown, Formula Flanagan, dan Formula Rulon, maka penentuan reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dilakukan dengan jalan membelah dua tes, karena itu sering dikatakan bahwa ketiga jenis formula tersebut menggunakan teknik belah dua (split-half technique). Sedangkan Formula Kuder-Richardson dan Formula C. Hoyt, tidak menggunakan teknik belah dua.
Kedua, meskipun penggunaan Formula Spearman-Brown, Formula Flanagan, dan Formula Rulon sama-sama menggunakan teknik belah dua, namun sasaran yang dijadikan landasan untuk berpijak dalam penentuan reliabilitas tes hasil belajar tidak sama.
Ketiga, Formula Kuder-Richardson Dan Formula C. Hoyt sama-sama tidak menggunakan teknik belah dua, selain itu prinsip keduanya pun berbeda.
2. Pengujian reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dengan menggunakan pendekatan test-retest (single test-double trial method)
Adapun pada pendekatan single test-double trial atau pendekatan test-retest, yang juga sering dikenal dengan istilahpendekatan bentuk ulangan, maka penentuan reliabilitas tes hasill belajar dilakukan dengan ulangan. Dimana tester hanya menggunakan satu seri tes, tetapi percobaanya dilakukan sebanyak dua kali.
Apabila seorang staf pengajar ingin menguji reliabilitas tes dari tes hasil belajar yang disusunnya , maka pengujian reliabilitas itu dilakukan dengan jalan memberikan satu seri tes kepada sekelompok subyek dalam dua kesempatan yang berbeda. Misalnya, tes hasil belajar bidang studi pendidikan agama Islam diberikan kapada para siswa pada hari senin minggu pertama. Dua minggu kemudian para siswa tersebut kembali diuji ata diberikan tes, akan tetapi dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu, yaitu :
Pertama, bahwa dalam jangka waktu antara penyelenggaraan tes pertama dengan penyelenggaraan tes kedua, guru sama sekali tidak boleh menyinggung atau memberikan semacam petunjuk mengenai tes pertama.
Kedua, testing dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang sama. Artinya, situasi dan kondisi pada saat tes kedua tidak jauh berbeda dengan tes pertama.
3. Pengujian reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dengan menggunakan pendekatan alternate form (double test-double trial method)
Berbeda dengan pendekatan test-retest, maka dalam rangka mengetahui apakah tes hasil belajar telah memiliki reliabilitas yang tinggi ataukaj belum, dipergunakan dua buah tes yang diberikan kepada sekelompok subyek tanpa adanya renggang waktu, dengan ketentuan bahwa kedua tes tersebut harus sejenis, dalam arti : sekalipun butir-butir itemnya tidak sama, namun hendaknya butir-butir item itu mengukur hal yang sama, baik dari segi isinya, proses mental yang diukur, derajat kesukaran maupun jumlah butir itemnya.
Penentuan reliabilitas tes dengan menggunakan pendekatan alternate form ini sering dikenal dengan istilah pendekatan bentuk paralel. Pendekatan jenis ketiga ini dipandang lebih baik dibandingkan dengan dua pendekatan sebelumnya, dengan alasan :
a. karena butir-butir item dibuat sejenis tapi tidak sama, maka tes hasil belajar yang akan diuji reliabilitasnya tersebut dapat terhindar dari kemungkinan timbulnya pengaruh yang datang dari testee, yaitu pengaruh latihan atau menghafal.
b. Karena kedua tes tersebut dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka dapat dihindarkan dari timbulnya perbedaa-perbedaan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan dapat mempengaruhi penyelenggaraan tes, baik yang bersifat sosial maupun yang bersifat alami.
Namun, untuk membuat tes dengan bentuk yang sama (paralel), bukanlah perkara yang mudah. Hanya staf pengajar yang telah memiliki bekal pengalaman mengajar yang cukup lama dan memiliki skil atau kemampuan dalam meracik atau merancang tes sajalah yang dapat mewujudkannya.
tes hasil belajar adalah merupakan salah satu jenis tes yang digunakan untuk mengukur perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik, setelah mereka mengikuti prose pembelajaran.
Sebagai alat pengukur perkembangan dan kemajuan belajar peserta didik, apabila ditinjau dari segi bentuk soalnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tes hasil belajar bentuk uraian (selanjutnya disingkat dengan tes uraian) dan tes hasil belajar bentuk obyektif (selanjutnya disingkat dengan tes obyektif).
1. Tes Hasil Belajar Bentuk Obyektif (objective test)
a. Pengertian test objektif
Test objektif (objective test) yang juga dikenal dengan istilah tes jawaban pendek (short answer test), tes “ya-tidak” (yes-no test) dan tes model baru (new type test) adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal (items) yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing items; atau dengan jalan menuliskan (mengisikan) jawabannya berupa kata-kata atau symbol-simbol tertentu pada tempat atau ruang yang telah disediakan pada msing-masing bitur item yang bersangkutan.

b. Penggolongan tes objektif
1. Tes obyektif bentuk benar-salah (true-false test)
2. Tes obyektif bentuk menjodohkan (matching test)
3. Tes obyektif bentuk melengkapi (completion test)
4. Tes obyektif bentuk isian (fill in test)
5. Tes obyektif bentuk pilihan ganda (multiple choice item test)

2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis sampaikan, maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Apakah pengertian dari tes obyektif dan pembagian tes obyektif?
2. Kekurangan dan kelebihan tes obyektif dan pembagiannya?
3. Tujuan
Dalam setiap kegiatan tentunya ada tujuan yang hendak dicapai oleh pelakunya, begitu pula dengan penulisan makalah ini penulis hendak mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut:
1. Mengetahui teknik-teknik yang tepat untuk memberikan pemeriksaan, penskoran dan penilaian.
2. Mampu membandingkan teknik-teknik yang ada dan menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi perkembangan dunia pendidikan.
3. Mengetahui perbedaan, kelemahan dan kelebihan dari tiap teknik.
4. Mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memperolah dan meberikan nilai.






BAB II
PEMBAHASAN
1. pengertian tes obyektif
Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan darri tes bentuk essai (Arikunto, 2003:164)
Tes hasil belajar adalah merupakan salah satu jenis tes yang digunakan untuk mengukur perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik, setelah mereka mengikuti prose pembelajaran.
Sebagai alat pengukur perkembangan dan kemajuan belajar peserta didik, apabila ditinjau dari segi bentuk soalnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tes hasil belajar bentuk uraian (selanjutnya disingkat dengan tes uraian) dan tes hasil belajar bentuk obyektif (selanjutnya disingkat dengan tes obyektif).
Tes Hasil Belajar Bentuk Obyektif (objective test)
Test objektif (objective test) yang juga dikenal dengan istilah tes jawaban pendek (short answer test), tes “ya-tidak” (yes-no test) dan tes model baru (new type test) adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal (items) yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing items; atau dengan jalan menuliskan (mengisikan) jawabannya berupa kata-kata atau symbol-simbol tertentu pada tempat atau ruang yang telah disediakan pada msing-masing bitur item yang bersangkutan.
2. Kelebihan dan kekurangan tes obyektif
a. Kelebihan Test Objektif yaitu:
• Lebih respektif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat di hindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi peserta didik maupun segi guru yang memeriksa.
• Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi.
• Pemeriksaanya dapat diserahkan orang lain.
• Dalam pemeriksaan tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi.
• Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.
• Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan tes Essay, karena penilainnya bersifat objektif.
• Validitas tes objektif lebih tinggi dari tes essay, karena samplingnya lebih luas.
• Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai. (Sukmadinata, 2005:187)
• Tes Objektif tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan.
b. Kelemahan Test Objektif yaitu :
• Persiapan untuk menyusun jauh lebih sulit dari pada tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelamahan yang lain.
• Soal-soal cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi.
• Banyak kesempatan untuk main untung-untungan.
• Kerjasama antarpeserta didik pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka.
• Peserta didik sering menerka-nerka dalam memberikan jawaban, karena mereka belum menguasai bahan pelajaran tersebut.
• Memang test sampling yang diajukan kepada peserta didik- peserta didik cukup banyak, dan hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk menjawabnya.
• Tidak biasa mengajak peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi.
• Banyak memakan biaya, karena lembaran item-item test harus sebanyak jumlah pengikut test.
c. Cara mengatasi kelemahan
1) Kesulitan menyusun tes objektif dapat diatasi dengan jalan banyak berlatih terus menerus hingga betul-betul mahir.
2) Menggunakan tabel spesifikasi untuk mengatasi kelemahan nomor satu dan dua.
3) Menggunakan norma/standar penilaian yang memperhitungkanfaktor tebakan (guessing) yang bersifat spekulatif itu

3. Pembagian tes obyektif
Salah satu jenis tes hasil belajar, tes obyektif dapat dibedakan menjadi lima golongan, yaitu:
1. Tes obyektif bentuk benar-salah (true-false test)

Tes obyektif bentuk true-false test sering dikenal dengan istilah tes obyektif bentuk benar-salah atau tes obyektif “ya-tidak” (yes-no test).
Tes obyektif bentuk true-false adalah sala satu bentuk tes obyektif dimana butir-butir soal yang diajukan dalam tes hasil belajar itu berupa pernyataan, pernyataan mana ada yang benar atau ada yang salah. Disini, tugas testee adalah membubuhkan tanda (simbol) tertentu atau mencoret huruf B jika menurut mereka pernyataan itu benar, atau membubuhkan tanda (simbol) tertentu atau mencoret huruf S jika menurut mereka pernyataan itu salah.
Jadi, tes obyektifbitu bentuknya adalah kalimat atau pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban: benar atau salah, dan testee diminta menentukan pendapatnya mengenai pernyataan tersebut dengan cara seperti yang ditentukan dalam petunjuk cara mengerjakan soal.
a. Kelebihan:
• Soal ini baik untuk hasil- hasil, dimana hanya ada dua alternative jawaban.
• Tuntutan kurang ditekankan pada kemampuan baca.
• Sejumlah soal relative dapat dijawab dalam tipe test secara berkala.
• Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
b. Kelemahan:
• Sulit menuliskan soal diluar tingkat pengetahuan yang bebas dari maksud ganda.
• Jawaban soal tidak memberikan bukti bahwa peserta didik mengetahui dengan baik.
• Tidak ada informasi diagnostic dari jawaban yang salah.
• Memungkinkan dan mendorong peserta didik untuk menerka-nerka.
2. Tes obyektif bentuk menjodohkan (matching test)
Tes obyektif bentuk matching sering dikenal dengan istilah tes menjodohkan, tes mencari pasangan, tes menyesuaikan, tes mencocokkan dan tes mempertimbangkan.
Tes obyektif bentuk matching merupakan salah satu bentuk obyektif dengan cirri-ciri sebagai berikut:
a. Tes terdiri dari satu seri jawaban
b. Tugas testee adalah mencari dan menempatkan jawaban-jawaban yang telah tersedia, sehingga sesuai atau cocok atau merupakan pasangan dari pertanyaan.
Jadi, dalam tes obyektif bentuk matching ini, disediakan dua kelompok bahan dan testee harus mencari pasangan-pasangan yang sesuai antara yang terdapat pada kelompok pertama dengan yang terdapat pada kelompok kedua, sesuia dengan petunjuk yang diberikan dalam tes tersebut.
a. Kelebihan:
• Suatu bentuk yang efisien diberikan dimana sekelompok respon sama menyesuaikan dengan rangkaian isi soal.
• Waktu membaca dan merespon relative singkat.
• Mudah untuk dibuat.
• Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
b. Kelemahan:
• Materi soal dibatasi oleh factor ingatan/ pengetahuan yang sederhana dan kurang dapat dipakai untuk mengukur penguasaan yang bersifat pengertian dan kemampuan membuat tafsiran.
• Sulit menyusun soal yang mengandung sejumlah respon yang homogen.
• Mudah terpengaruh dengan petunjuk yang tidak relevan.
3. Tes obyektif bentuk melengkapi (completion test)
Tes obyektif bentuk completion sering dikenal dengan istileh tes melengkapi atau menyemprnakan, yaitu salah satu jenis tes obyektif yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
a. Tes tersebut terdiri atas susunan kalimat yang bagian-bagiannya sudah dihilangkan (sudah dihapuskan)
b. Bagian-bagian yang dihilangkan itu diganti dengan titik-titik (….)
c. Titik-titik itu harus diisi atau dilengkapi atau disempurnakan oleh testee
Jadi sebenarnya tes obyektif bentuk completion ini mirip dengan tes obyektif bentuk fill iin. Letak perbedaannya ialah,bahwa pada tes obyektif bentuk fill in bahan yang diteskan itu merupakan satu kesatuan cerita, sedangkan pada tes obyektif bentuk completion tidak harus demikian. Dengan kata lain, pad tes obyektif bentuk completion ini, butir-butir soal tes dapat saja dibuat berlainan antara yang satu dengan yang lain.
a. Kelebihan:
• Sangat mudah dalam penyusunannya.
• Lebih menghemat tempat ( menghemat kertas ).
• Persyaratan komprehensif dapat dipenuhi oleh test model ini.
• Digunakan untuk mengukur berbagai taraf kompetensi dan tidak sekedar mengungkap taraf pengenalan atau hafalan saja.
b. Kelemahan:
• Lebih cenderung mengungkap daya ingat atau aspek hafalan saja.
• Butir- butir item dari test model ini kurang relevan untuk diajukan.
• Tester kurang berhati-hati dalam menyusun kalimat dalam soal.
4. Tes obyektif bentuk isian (fill in test)
Tes obyektif bentuk fill in (bentuk isian) ini biasanya berbentuk cerita atau karangan. Kata-kata penting dalam cerita atau karangan itu beberapa diantaranya dikosongkan (tidak dinyatakan), sedangkan tugas testee adalah mengisi bagian-bagian yang yang telah dikosongkan itu.
a. Kelebihan:
• Mudah dalam perbuatan
• Kemungknan menebak jawaban sangat sulit
• Cocok untuk soal- soal hitungan
• Hasil- hasil pengetahuan dapat diukur secara luas
b. Kelemahan:
• Sulit menyusun kata- kata yang jawabannya hanya satu.
• Tidak cocok untuk mengukur hasil- hasil belajar yang komplek.
• Penilaian menjemukan da memerlukan waktu banyak.
5. Tes obyektif bentuk pilihan ganda (multiple choice item test)
Tes obyektif bentuk multiple choice item sering dikenal dengan istilah tes obyektif pilihan ganda, yaitu salah satu bentuk tes obyekif yang terdiri atas pertanyaan atau pernyataan yang sifatnya belum selesai, dan untuk menyelesaikannya harus dipilih salah satu (atau lebih) dari beberapa kemungkinan jawab yang telah disediakan pada tiap-tiap butir soal yang bersangkutan.
Tes obyektif bentuk multiple choice item terdiri atas dua bagian:
a. Item atau soal, yang dapat berbentuk pertanyaan dan dapat pula berbentuk pernyataan
b. Option atau alternatif, yaitu kemungkinan-kemungkinan jawab yang dapat dipilih oleh testee.
Option atau alternatif ini terdiri atas dua bagian, yaitu:
1) Satu jawaban betul, yang biasa disebut kunci jawaban
2) Beberapa pengecoh atau distraktor, yang jumlahnya berkisar antara dua sampai lima buah
Dalam perkembangannya, sampai saat ini obyektif bentuk multiple choice itemdapat dibedakan menjadi Sembilan model, yaitu:
1) Tes obyektif bentuk multiple choice item model melengkapi lima pilihan
Tes obyektif bentuk multiple choice item model melengkapi lima pilihan ini pada umumnya terdiri atas: kalimat pokok yang berupa pernyataan yang belum lengkap, diikuti oleh lima kemungkinan jawab (alternatif) yang dapat melengkapi perntaan tersebut. Tugas testee di sini adalah: memilih salah satu di antara lima kemungkinan jawab tersebut, yang menurut keyakinan testee adalah paling tepat (=merupakan jawaban yang paling benar)
Dengan demikian, Tes obyektif bentuk multiple choice item model melengkapi lima pilihan ini, hanya akan kita jumpai satu jawaban yang benar.
2) Tes obyektif bentuk multiple choice item model asosiasi dengan lima atau empat pilihan
Tes obyektif bentuk multiple choice item model asosiasi dengan lima atau empat pilihan ini terdiri dari lima atau empat judul/istilah/pengertian, yang diberi tanda huruf abjad didepannya, dan diikuti oleh beberapa pernyataan yang diberi nomor urut didepannya. Untuk tiap pernyataan tersebut testee diminta memilih salah satu judul/istilah/pengertian yang berhuruf abjad, yang menurut keyakinan testee adalah paling cocok (paling benar)
3) Tes obyektif bentuk multiple choice item model melengkapi berganda
Butir soal sejenis ini pada dasarnya sama dengan model melengkapi lima pilihan, yaitu terdiri atas satu kalimat pokok yang belum lengkap, diikuti dengan beberapa kemungkinan jawaban (bisa merupakan lima pernyataan dan bisa pula merupakan empat pernyataan). Perbedaannya adalah, bahwa pada butir soal jenis ini, kemungkinan jawaban betulnya bisa satu, dua, tiga atau empat.
4) Tes obyektif bentuk multiple choice item model analisis hubungan antar hal
Tes obyektif bentuk multiple choice item biasanya terdiri atas satu kalimat pernyataan yang diikuti oleh satu kalimat keterangan. Kepada testee ditanyakan, apakah pernyataan itu betul, danapakah keterangan itu juga betul. Jika pernyataan dan keterangan itu betul, testee harus memikirkan, apakah pernyataan itu disebabkan oleh keterangan yang diberikan, pernyataan itu tidak disebabkan oleh keterangan tersebut?
5) Tes obyektif bentuk multiple choice item model analisis kasus
Butir soal jenis ini merupakan tiruan keadaan yang sebanarnya. Jadi seolah-olah testee dihadapkan kepada suatu kasus. Dari kasus tersebut, kepada testee ditanyakan mengenai berbagai hal dan kunci jawaban-jawaban itu tergantung pada tahu atau tidaknya testee dalam memahami kasus tersebut
6) Tes obyektif bentuk multiple choice item model hal kecuali
Model “hal kecuali” ini dikembangkan atas dasar asosiasi positif dan asosiasi negative secara serempak
Jika model semacam ini digunakan dalam tes hasil belajar, maka pada kolom sebelah kiri dicantumkan tiga macam gejala atau katagori (yakni A, B dan C); sedangkan pada kolom sebelah kanan terdapat lima hal atau keadaan (yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5), dimana empat diantaranya cocok dengan satu hala yang berada di sebelah kiri
Jawaban yang dikehendaki oleh tester adalah agar testee menentukan hal berabjad mana yang dipandang cocok dengan empat keadaan yang bernomor dan keadaan yang tidak cocok dengan hal atau keadaan itu. Jadi, disini testee diminta untuk memberikan dua buah jawaban, yaitu 1 huruf abjad dan 1 nomor
7) Tes obyektif bentuk multiple choice item model hubungan dinamik
Tes obyektif bentuk multiple choice item model hubungan dinamik ini adalah salah satu jenis tes obyektif bentuk pilihan ganda, yang menuntut kepada testee untuk memiliki bekal pengertian atau pemahaman tentang perbandingan kuantitatif dalam hubungan dinamik
Dalam praktik model ini lebih sesuai diterapkan pada tes hasil belajar yang termasuk dalam kelompok mata pelajaran eksakta, seperti: fisika, kimia, biologi dan sebagainya
8) Tes obyektif bentuk multiple choice item model perbandingan kuantitatif
Pada model perbandingan kuantitaif ini, yang perlu ditanyakan pada testee adalah hafalan kuantitatif yang sifatnya fundamental dan di kemudian hari perlu hafal di luar kepala, di dalam profesinya, tanpa melihat buku, daftar atau model
9) Tes obyektif bentuk multiple choice item model pemakaian gambar/diagram/grafik/peta
Pada tes obyektif bentuk multiple choice item model pemakaian gambar/diagram/grafik/peta yang diberi tanda huruf abjad A, B, C, D dan sebagainya. Kepada testee ditanyakan tentang sifat/keadaan/hal-hal tertentu yang berhubungan dengan tanda-tanda tersebut.
a. Kelebihan:
• Hasil belajae yang sederhana sampai yang komplek dapat diukur.
• Terstruktur dan petunjuknya jelas.
• Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik.
• Tidak dimungkinkan untuk menerka jawaban.
• Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
b. Kelemahan:
• Menyusunnya membutuhkan waktu yang lama.
• Sulit menemukan pengacau.
• Kurang efektif mengukur beberapa tipe pemecahan masalah, kemampuan untuk mengorganisir dan mengekspresikan ide.
• Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca.













BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Merupakan suatu kenyataan bahwa manusia dalam hidupnya berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Adanya perbedaan individual itu sudah barang tentu akan ikut serta dalam menentukan berhasil atau tidaknya individu tersebut, sehingga akan berakibat pula pada prestasi kerja maupun belajarnya. Senada dengan itu, maka perlu diciptakan alat untuk mendiagnosis atau mengukur keadaan individu, dan alat pengukur itulah yang lazim disebut tes.
tes dalam dunia pendidikan merupakan cara yang dapat dipergunakan atau prosedur yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penilaian dibidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas baik berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh peserta tes (testee), sehingga atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau perilaku testee.

1. Tes obyektif bentuk benar-salah (true-false test)
2. Tes obyektif bentuk menjodohkan (matching test)
3. Tes obyektif bentuk melengkapi (completion test)
4. Tes obyektif bentuk isian (fill in test)
5. Tes obyektif bentuk pilihan ganda (multiple choice item test)
Salah satu jenis tes hasil belajar, tes obyektif dapat dibedakan menjadi lima golongan, yaitu:
2. Saran
Dalam hal ini penulis mencoba memberikan saran dari uraian di atas :
1. Pendidik sebaiknya mengetahui berbagai macam teknik dalam pengolahan dan pengonversian hasil evaluasi dengan memanfaatkan metode tes obyektif
2. Pendidik mampu menangani peserta didiknya dalam proses pembelajaran
Continue Reading

Alat Evaluasi Non_Tes

| 0 comments

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Merupakan suatu kenyataan bahwa manusia dalam hidupnya berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya. Tidak ada dua individu yang prsis sama, baik dari segi fisik maupun psikisnya. Ini merupakan salah satu bukti keagungan Allah SWT atas segala ciptaanNya dan agar kita semua berbakti kepadaNya.
Adanya perbedaan individual itu sudah barang tentu akan turut serta menentukan berhasil atau tidaknya individu-individu tersebut dalam menjalankan kewajiban dan tugas, baik berupa tugas/kewajiban bekerja maupun belajar, sehingga dengan demikian akan berakibat pula adanya pebedaan prestasi kerja maupun prestasi belajarnya.(Sudijono: 2009)
Senada dengan adanya perbedaan individu itu, maka perlu diciptakan alat untuk mendiagnosis atau mengukur keadaan individu, dan alat pengukuran itulah yang lazim disebut tes, sebagai contoh yaitu dalam proses baelajar mengajar. Perlu diketahui bahwa, keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar tidak hanya dapat diukur dengan alat tes. Sebab masih banyak aspek-aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup objektifitas misalnya aspek efektif psikomotor.
Dengan Teknik Non tes maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa “menguji” peserta didik, melainkan dilakukan dengan melakukan beberapa jenis teknik non tes.
Dari uraian di atas, pembahasan tentang evaluasi dengan menggunakan tehnik non-tes ini sangat penting dibahas untuk mempermudah pemahaman tentang mata kuliah Evaluasi hasil Belajar dan di samping itu juga makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok dalam menempuh mata kuliah Evaluasi Hasi Belajar.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian tehnik penilaian Non-tes?
2. Bagaimanakah penyusunan dan langkah-langkah pengembangan alat evaluasi non-tes?
3. Apa sajakah jenis-jenis penilaian non-tes?
C. Batasan masalah
Makalah ini hanya terbatas pada pembahasan tentang “ tehnik evaluasi yang meliputi portofolio, sosiometri, riwayat hidup, dan skala bertingkat”.
D. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari tehnik evaluasi non-tes
2. Memahami penyusunan dan langkah-langkah pengembangan alat evaluasi non-tes.
3. Mengetahui jenis-jenis penilaian non-tes
E. Manfaat
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan kita dapat memahami dan mengetahui secara jelas tentang tehnik evaluasi yang meliputi portofolio, sosiometri, riwayat hidup, dan skala bertingkat.

 
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknik Non Tes
Teknik Non tes merupakan cara pengumpulan data tidak menggunakan alat-alat baku, dengan demikian tidak bersifat mengukur dan tidak diperoleh angka-angka sebagai hasil pengukuran. Teknik ini hanya bersifat mendeskripsikan atau memberikan gambaran, hasilnya adalah suatu deskripsi atau gambaran. Terhadap gambaran-gambaran yang diperoleh dapat dibuat interpretasi, penyimpulan-penyimpulan bahkan dengan kualifikasi tertentu.
Tehnik penilaian nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak mengunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu maupun secara kelompok.
Keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar tidak hanya dapat diukur dengan alat tes. Sebab masih banyak aspek-aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup objektifitas misalnya aspek efektif psikomotor.
Dengan Teknik Non tes maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa “menguji” peserta didik, melainkan dilakukan dengan melakukan beberapa jenis teknik non tes. Teknik non tes ini pada umumnya memegang peranan yang penting dalam rangka mengevaluasi hasil belajar peserta didik daris segi ranah sikap hidup (effective domain) dan ranah keterampilan (psychomotoric domain), sedangkan teknik tes sebagaimana telah dikemukakan sebelum ini, lebih banyak digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dari segi ranah proses berfikirnya (cognitive domain).
B. Penyusunan dan Langkah-langkah Pengembangan Alat Evaluasi Non-tes
1. Penyusunan Alat Penilaian Teknik Non-Tes
Teknik non-tes sering kali kurang mendapat perhatian para guru, karena kurang dikenal atau kurang handal dibanding dengan teknik tes. Namun teknik ini besar kegunaannya sebagai pelengkap dari teknik tes terutama untuk mengevaluasi hasil belajar yang sukar diukur dengan tes, seperti kerajinan, ketekunan, kepemimpinan, keterampilan, dan lain-lain.
Pada umumnya teknik non-tes lebih bermanfaat untuk mendapatkan gambaran siswa secara keseluruhan/kualitatif. Perbedaannya apabila pada tes, jawaban siswa dinilai benar atau salah, sedangkan pada teknik non-tes jawaban siswa dapat bersifat kesesuaian, persetujuan, pilihan, minat,kecenderungan. Secara keseluruhan alat pengumpul data dibagi ke dalam dua katagori yaitu tes dan non-tes. Untuk mengetahui hasil belajar yang bersifat kognitif (pengetahuan, pemahaman, dll) lebih tepat digunakan instrumen tes. Sedangkan untuk mengungkap hasil belajar yang bersifat afektif dan psikomotor digunakan instrument non-tes.
2. Langkah-langkah pengembangan alat evaluasi non-tes
dalam pengembangan alat evaluasi non-tes, dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan aspek apa yang akan diukur. Tetapkan aspek apa yangakan diungkap. Biasanya aspek belajar yang akan diungkap dengan non-tes berkenaan dengan ranah afektif dan psikomotor.
b. Menentukan instrumen yang akan digunakan sesuai dengan hal yang telah ditetapkan diatas.
c. Menentukan definisi atau bahasan tentang aspek yang akan di unkap. Hal ini biasanya berdasarkan atas teori tertentu. Misalnyakita akan mengungkap keterlibatan siswa dalam diskusi.
Rumuskan apa yang dimaksud dengan keterlibatan itu. misalnya menurut pendapat Nana Syaodih (2005 ) keterlibatan siswa dalam berdiskusi mencakup kemampuan siswa dalam mengikuti diskusi, yang mencakup: keaslian dalam mengungkapkan ide atau gagasan siswadan keikutsertaan dalam menyanggah pendapat orang lain. Maka yang akan dinilai hanya hal itu saja, bukan yang lain.
d. Menentukan format instrumen. Misalnya kita akan mengungkap keterlibatan siswa dalam berdiskusi dengan menggunakan observasi.
Maka format instrument yang digunakan adalah uraian bebas(essay), skala penilaian (rating skill), pilihan ganda atau daftar cek,atau yang lainnya. Hal yang akan lebih dijelaskan dalam hal ini adalah berkenaandengan skala. Skala adalah alat untuk mengukur nilai, sikap, minatatau perhatian, yang disusun dalam bentuk pernyataan untuk dinilaioleh responden yang hasilnya dalam bentuk rentangan nilai sesuai dengan kriteria yang digunakan.
Ada dua jenis skala yang sering digunakan, yaitu:
1) Skala sikap
Sikap dapat diartikan sebagai reaksi seseorang terhadap stimulusyang datang pada dirinya. Jadi skala sikap digunakan untuk mengukur sikap seseorang terhadap objek tertentu. Hasilnya berupakatagori sikap, yaitu mendukung, menolak atau netral.
2) Skala penilaian
Skala penilaian mengukur perilaku siswa melaluipernyatan perilaku pada suatu titik kontinum atau suatu katagori yang bermakna nilai.
e. Mengembangkan kisi-kisi.
f. Menulis pernyataan yang sesuai dengan kisi-kisi. Lakukan penulisanatau pembuatan pernyataan.
g. Analisis rasional terhadap pernyataan yang telah dirumuskan. Bisa dilakukan oleh sendiri atau orang lain yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
C. Jenis-jenis evaluasi non-tes
1. Evaluasi dengan portofolio
a. Pengertian dan fungsi portofolio
Portofolio atau ( portfolio) sudah banyak digunakan oleh para guru maupun para pengguna lain, misalnya arsitek, artis, tim penilai akreditasi, dan sebagainya. Portofolio dapat digunakan untuk menggambarkan mutu kinerja mereka atau siswa ya ng ingin di evaluasi. Dibidang pendidikan portofolio juga banyak digunakan untuk tujuan pengumpulan data kinerja siswa. Secara definitif, fortofolio menurut Johnson dan Johnson (2002) dapat diartikan sebagai pengumpulan data secara terorganisasi yang dilakukan dalam periode waktu tertentu atas siswa atau perkembangan program kelompok mahasiswa, pencapaian keterampilan atau sikap.
Portofolio dapat berupa sekumpulan file yang terdiri atas topik pilihan tugas atau pekerjaan yang telah dan akan diselesaikan siswa dalam satu semester, satu tahun atau sejak masuk sampai selesai menjadi siswa atau mahasiswa, tergantung tujuan penggunaan portofolio tersebut. Alat ini juga dapat menggambarkan kinerja siswa dalam satu atau beberapa mat peajaran atau bahkan semua mata pelajaran yang telah dicapainya. Dilihat dari siapa sasarannya, portofolio dapat bervariasi misalnya untuk satu orang siswa maupun satu group siswa untuk satu orang portofolio. Di samping itu, portofolio dapat juga disimpian dalam map guru, dalam note book, kotak atau dalam CD. Apa isi fortofolio? Pada prinsipnya, portofolio juga dapat berisi bermacam-macam informasi, misalnya untuk keperluan menyimpan data sekolah, maka dapat berisi semua mata pelajaran, atau bahkan semua nilai rapor siswa selama belajar disekolah tersebut.
Mengapa portofolio sampai sekarang masih banyak digunakan, diantara jawabannya dapat dilihat sebagai berikut :
1) Portofolio dapat memberikan kesempatan siswa untuk dapat mengarahkan potensi belajar mereka sesuai dengan kemampuan
2) Menentukan tingkat pencapaian hasil belajar
3) Mengetahui perkembangan usaha belajar siswa
4) Portofolio dapat digunakan untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas kurikulum dan instruksional
Kegunaan portofolio sebenarnya masih banyak sekali sehingga para guru atau para administrator dapat mengembangkannya sesuai dengan bidang keahlian dan tujuan mereka.
b. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan portofolio
Untuk menilai proses dan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan portofolio diperlukan kemauan dan kerja keras guru, motivasi siswa, dan dukungan social. Portofolio yang dilaksanakan dengan baik akan memberikan penilaian belajar siswa secara menyeluruh terhadap kemajuan-kemajuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa selama dalam proses pembelajaran di sekolah memiliki kekurangan-kekurangan sebagai hambatan yang mungkin ditemui dalam penerapannya.
Pkan Dengan portofolio, semua isinya akan dinilai. Siswa diharapkan akan memberikan perhatian yang tinggi pula kepada bagian –bagian yan tidak diujikan atau tidak masuk dalam tes. Jika guru ingin agar siswanya suka melakukan penyelidikan atau melakukan eksplorasi, tida sekedar menghafal, dan siswanya tidk mudah melupakan materi tertentu, maka penggunaan portofolio penilaian merupkan jalan yang cocok untuk maksud itu.
Belajar merupakan proses yang panjang. Untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang sesuatu, siswa memerlukan banyak penglaman ( banyak membaca, merenungkan, banya komunikasi, memecahkan banyak masalah, dan sebagainya). Portofolio yang berisi tentang koleksi produk siswa, dan laporan proses yang dilalui siswa, yang meliputi rentang waktu yang panjang, dapat memberikan gambaran yang relative lengkap tentang perkembangan dan kompetensi siswa yang bersangkutan.
1) Kelebihan penggunaan portofolio
Penggunaan portofolio untuk penilaian juga bermanfaat, karena hal-hal berikut:
a) Portofolo menyajikan atau membrikan “bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa daripada hasil tes di kelas.
b) Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran yang baik.
c) Portofolio merupakn catatan jangka panjang tentang kemajuan siswa
d) Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan siswa.
e) Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulna dirinya, bukan kekurangan atau kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas.
f) Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atas bervariasinya gaya belajar siswa.
g) Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil belajar.
h) Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan siswa.
i) Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau perbaikan pembelajaran.
j) Portofolio merupakan bahan ang relative lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa, tentang perkembangan siswa yang bersangkutan.
k) Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan.
2) Kekurangan/ kelemahan penggunaan portofolio
Penggunaan portofolio juga memiliki kelemahan atau kesulitan antara lain:
a) Penggunaan portofolio tergantung pada kemampuan siswa dalam menyampaikan uraian secara tertulis. Selama siswa belum lancar berbahasa tulis, penggunaan portofolio akan merupakan beban tambahan yang memberatkan sebagian besar siswa.
b) Penggunaan portofolio untuk penilaian memerlukan banyak waktu dari guru untuk melakukan penskoran; apalagi kalau kelasnya besar.
Oleh karena itu, portofolio yang ditugaskan untuk dibuat perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa berbahasa tulis Indonesia dan waktu yang tersedia bagi guru untuk melakukan penskoran; apalagi kalau kelasnya besar.
Oleh karena itu, portofolio yang ditugaskan untuk dibuat perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa berbahasa tulis Indonesia dan waktu yang tersedia bagi guru untuk membacanya.

2. Sosiometri
Banyak ditemukan di lingkungan sekolah siswa yang kurang mempu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ia nampak murung,mengasingkan diri, mudah tersinggung bahkan over acting. Kondisi ini perlu diketahui oleh guru dan mencari upaya untuk memperbaikinya, karena hal ini dapat menggangu proses belajarnya. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan dengan teknik sosiometri. Dengan teknik inidapat diketahui posisi siswa dalam hubungan sosialnya dengan siswalainnya. Misalnya siswa yang terisolasi dari kelompoknya atau yang paling disukai oleh teman-temannya.Sosiometri dapat dilakukan dengan cara menyuruh siswa dikelas untuk memilih satu atau doa orang teman yang paling disukai ataupunyang kurang disukainya. Dengan cara tersebut maka dapat diketahui siswa mana saja yang menghadapi kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya, kemudian diberi bantuan
Sosiometri adalah suatu penilaian untuk menentukan pola pertalian dan kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Sehnggga sosiometri merupakan alat yag tepat untuk menilai hubungan sosial dan tingkah laku sosial dari murid-murid dalam suatu kelas, yang meliputi stuktur hubungan individu, susunan antar individu dan arah ubungan sosial. Sehingga dengan demikian seorang guru dapat mengetahui bagaimana keadaan hubungan social dari tiap-tiap anak dalam suatu kelompok atau kelas.
Langkah yang ditempuh guru dalam sosiometri ada 3 yaitu:
a. Langkah pemilihan teman
Disini guru menyuruh semua murid untuk memilih teman-temannya yang disenangi secara berurutan sebanyak satu atau dua anak. Dalam memilih anak perlu disebutkan alasan mengapa harus memilih teman itu.
Contoh:
Nama : Tono
Kelas : IIIA
Teman yang saya pilih:
1) Candra Karena aktif belajar dan pandai
2) Sumarsono Karena tegas dalam berbicara
3) Nunung Karena penurut
b. Langkah pertabelan
Guru membuat tabel dalam materi tes sosiomentri dari data yang telah diperoleh dalam langkah pemilihan teman.
Misalnya setiap anak memiliki 2 dari 6 orang
Dipilih
Pemilih

Andi
Ani
Ana
Susi
Sandi
Anto
Andi



1

1


Ani


1

1 Ana



2

2
1 Susi


2




1 Sandi




2


2 Anto






2
Pilihan I 2 2 1 1 - -
Pilihan II - - 2 1 2 1
Jumlah 2 2 3 2 2 1
c. Langkah Pembuatan Gambar (Sosiogram)
Dari data yang telah kita buat dalam metrik sosiometri, dapat pula kita buat sebuah peta atau sosiogram. Dalam pembuatan sosiogram usahakan anak yang paling banyak dipilih diletakkan ditengah-tengah, agar dapat mudah diketahui siapa yang paling banyak dipilih.
Dengan melihat hasil sosiometri kita dapat mengetahui bagaimana kedudukan dan relasi sosial dari masing-masing anak dalam kelompok. Sehingga hasil dari sosiogram ini dapat dibuat pertimbangan untuk menilai sikap sosial anak dan kepribadiannya dalam kelompok.
Sosiometri sebagai alat penilaian nontes sangat berguna bagi guru dalam beberapa hal, antara lain:
• Untuk pembentukan kelompok dalam menentukan kelompok kerja (pembagian tugas)
• Untuk pengarahan dinamika kelompok
• Untuk memperbaiki hubungan individu dalam kelompok dan memberi bimbingan kepada setiap anak.
3. Riwayat Hidup
Ini adalah salah satu tehnik non tes dengan menggunakan data pribadi seseorang sebagaibahan informasi penelitian. Dengan mempelajari riwayat hidup maka subjek evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian, kebiasaan dan sikap dari objek yang dinilai.
Adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subjek evaluasi akan dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian, kebiasaan dan sikap dari objek yang dinilai.
Evaluasi mengenai kemajuan, perkembangan atau keberhasilan belajar peserta didik tanpa menguji (teknik nontes) juga dapat dilengkapi atau diperkaya dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen, misalnya dokumen yang memuat informasi mengenai riwayat hidup (auto biografi).
Selain itu juga dokumen yang memuat informasi tentang orang tua peserta didik, seperti: nama, tempat tingga;, tempat dan tanggal lahir, agama yang dianut, pekerjaan pokoknya, tingkat atau jenjang pendidikannya, rata-rata penghasilannya setiap bulan dan sebagainya.
4. Skala bertingkat (Rating Scale)
Yang dimaksud dengan skala bertingkat atau rating scala adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan anak didik berdasarkan tingkat tinggi rendahnya penguasaan dan penghayatan pembelajaran yang telah diberikan. Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka-angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi. Angka-angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain.
Contoh: adalah skor atau biji yang diiberikan oleh guru di sekolah untuk mnggambarkan tingkat prestasi belajar siswa. Yang mendapat skor 8, digambarkan ditempat yang lebih kanan dalam skala. Dibandingkan penggambaran skor 5.4 5 6 7 8. Biasanya angka-angka yang digunakan diterangkan pada skala dengan jarak yang sama. Meletakkannya secara bertingkat dari yang rendah ke yang tinggi dengan demikian maka skalaini dinamakan skala bertingkat.


Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan. Seperti Oppenheim mengatakan : ”Rating gives a numerical value to some kind of judgement’’, maka suatu skala selalu disajikan dalam bentuk angka.
Ranting scale tidak hanya untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status ekonomi, pengetahuan dan kemampuan. Yang paling penting dalam ranting scale adalah kemampuan menerjemahkan alternative jawaban yang dipilih responden.
Dalam ranting scale fenomena-fenomena yang akan diobservasi itu disusun dalam tingkatan-tingkatan yang telah ditentukan. Jadi, ranting scale tidak hanya mengukur secara mutlak ada atau tidaknya variable tertentu, tetapi kita lebih jauh mengukur bagaimana intensitas gejala yang kita ingin mengukurnya.
Contoh tabel dalam rangka menilai sikap peserta didik dalam mengikuti pengajaran pendidikan agama islam di sekolah.
 
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar tidak hanya dapat diukur dengan alat tes. Sebab masih banyak aspek-aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup objektifitas misalnya aspek efektif psikomotor.
Dengan Teknik Non tes maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa “menguji” peserta didik, melainkan dilakukan dengan melakukan beberapa jenis teknik non tes. Teknik non tes ini pada umumnya memegang peranan yang penting dalam rangka mengevaluasi hasil belajar peserta didik daris segi ranah sikap hidup (effective domain) dan ranah keterampilan (psychomotoric domain), sedangkan teknik tes sebagaimana telah dikemukakan sebelum ini, lebih banyak digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dari segi ranah proses berfikirnya (cognitive domain).
Tehnik penilaian nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak menggunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu maupun secara kelompok. Adapun jenis-jenis tehnik penilaian non-tes, diantaranya yaitu portofolio, sosiometri, riwayat hidup, dan skala beringkat.

B. Saran
Penyusunan makalah ini jauh dari sempurna walaupun telah dikerjakan dengan penuh kesungguhan dan ketelitian. Mengingat keterbatasan penulisan serta sifat manusia yang fitrahnya lupa dan salah, oleh karena itu penulis mengharapkan adanya keritikan dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan demi kemajuan bersama
Continue Reading

SISTEM SIRKULASI HEWAN

| 0 comments

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung di dalam setiap sel makluk hidup dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan dihantarkan ke setiap sel melalui system sirkulasi. Sistem sirkulasi melakukan fungsi peredaran materi (bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh), hormone, oksigen, dan sisa-sisa metabolisme.
Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah pada umumnya untuk organisasi tingkat rendah belum memiliki sistem sirkulasi secara khusus. Misalnya pada Amoeba dan paramecium, sirkulasi bahan-bahan metabolisme berikut sisa-sisa metabolisme dilakukan dengan aliran sitoplasma. Akan tetapi, proses difusi berlangsung sangat lambat sehingga cara tersebut tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan hewan berukuran besar (dengan ketebalan tubuh lebih dari beberapa milimeter) dan atau hewan yang memiliki aktivitas metabolism tinggi. Oleh karena itu, pada hewan tingkat tinggi diperlukan sistem sirkulasi khusus yang menjamin adanya pergerakan cairan ke seluruh tubuh secara cepat. Adapun sistem sirkulasi tersebut dilakukan oleh seperangkat organ-organ sirkulasi darah terbuka dan system peredaran tertutup.
Dari uraian di atas, pembahasan tentang sistem sirkulasi pada hewan ini sangat penting dibahas untuk mempermudah pemahaman tentang mata kuliah Dasar-dasar Fisiologi Hewan dan di samping itu juga makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok dalam menempuh mata kuliah dasar-dasar Fisiologi Hewan.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian sistem sirkulasi dan fungsinya ? ( Rizal M. Suhardi)
2. Apa sajakah komponen dari sistem sirkulasi ? ( Rizal M. Suhardi)
3. Apakah perbedaan sistem peredaran darah terbuka dan tertutup itu ? ( Indrawati)
4. Bagaimanakah sistem peredaran darah pada hewan tingkat rendah ? ( Indrawati )
5. Bagaimanakah sistem peredaran darah pada hewan tingkat tinggi ? (Ahsaniah Kamalia).
6. Bagaimanakah pertukaran zat di jaringan? ( Ahsaniah Kamalia)
C. Batasan Masalah
Makalah ini hanya terbatas pada pembahasan tentang “ Sistem Sirkulasi pada Hewan”
D. Tujuan
1. Memahami sistem sirkulasi darah dan fungsinya
2. Mengetahui komponen dari sistem sirkulasi
3. Membedakan sistem peredaran darah terbuka dan tertutup itu
4. Mengetahui sistem peredaran darah pada hewan tingkat rendah
5. memahami sistem peredaran darah pada hewan tingkat tinggi
E. Manfaat
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan kita dapat memahami dan mengetahui secara jelas tentang “sistem sirkulasi pada hewan”.

 
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dari Sistem sirkulasi dan fungsinya
Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung didalam setiap sel makluk hidup dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan dihantarkan ke setiap sel melalui system sirkulasi.
Secara garis besar, sistem sirkulasi memiki tiga fungsi sebagai berikut:
1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen, serta pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera.
2. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh
3. Menyebarkan tekanan atau kekuatan
Sistem sirkulasi pada hewan bervariasi tergantung pada tingkat perkembangan tubuh hewan. Protozoa Bersilia yang hidup sesil mampu menyelenggarakan sirkulasi cairan tubuh menggunakan khoanosit, sedangkan Coelentrata dengan cara mengalirkan air melalui saluran khusus pada sistem gastrovaskular yang bersilia. Pada molusca sangat tergantung pada arah gerakan silia yang dapat mengalirkan air (yang mengandung makanan) melalui rongga mantel. Di rongga mantel, partikel makanan dikumpulkan dan ditelan. Sistem ini juga berfungsi untuk menyediakan oksigen bagi insang. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem sirkulasi berfungsi untuk mengangkut gas dan makanan.

B. Komponen Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi tersusun atas tiga komponen utama yaitu jantung, pembuluh, dan cairan tubuh.
1. Jantung: sebagai pompa penggerak cairan tubuh di sepanjang pembuluh.
a. Jantung Tubuler: Terdapat pada hewan invertebrata, bentuk sederhana tidak ada klep, dan bekerja secara kontraksi peristaltik.
b. Jantung Berongga: Terdapat pada hewan vertebrata, mernya memompa jantung, merupakan organ berotot, gerak, dan kontraksinya secara periodik.
2. Pembuluh: saluran yang akan dilewati oleh cairan yang beredar ke seluruh tubuh
a. Pembuluh Darah terdiri atas Arteri, Vena dan Kapiler.
Arteri dan Vena tersusun atas tiga lapisan jaringan melingkar dan membentuk saluran / lumen di bagian tengahnya. Nama lapisannya yaitu tunika intima (Endotelium), tunika media, dan tunika adventitia , sedangkan kapiler hanya tersusun atas tunika intima saja.
b. Pembuluh Limfe
1) Kondisi Pembuluh Limfe Pada Berbagai Hewan. Pada hewan vertebrata tingkat tinggi mempunyai saluran buntu dengan ujung terbuka yang berfungsi mengangkut kelebihan cairan di ekstrasel ke sirkulasi darah;
2) Pada hewan invertebrata tidak ditemukan adanya pembuluh limfe kecuali pada teleoste;
3) Pada hewan tingkat rendah ditemukan berbagai bentuk peralihan yang menunjukan adanya perkembangan system pembuluh limfe.
3. Cairan Tubuh
Pada hewan multiseluler ada dua cairan tubuh yaitu cairan intrasel dan cairan ekstrasel. Kira-kira 70% dari seluruh bagian tubuh hewan berupa air, sekitar 45% diantaranya terdapat didalam sel (intra sel). Pada cairan ekstrasel dapat ditemukan di berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda yaitu cairan jaringan, darah, limfe, dan homolimfe. Cairan jaringan mengandung sedikit protein, sejumlah garam dan bahan nutritive serta zat sisa. Cairan jaringan berfungsi sebagai fagostik dan mampu bergerak melalui ruang antar jaringan.
Pada hewan yang memiliki system sirkulasi tertutup darah dan jaringan cairan merupakan dua macam cairan yang terpisah dengan jelas. Darah tersusun atas cairan plasma dan sel darah. Sementara cairan jaringan cairan (cairan intersititiel) yang dibentuk dengan menyaring plasma yang akan kemudian berdifusi melalui dinding kapiler menuju ruang antar sel, menurut gradien tekanan hidrostatik. Filtrat tersebut bukan koloid karna hanya mengandung protein 0,85% (sebagai pembanding darah mannusia mengandung 7% protein), filtarat/cairan yang keluar tersebut akan dikembalikan lagi ke system sirkulasi melaui system pembuluh khusus yaitu limfe.
Pada vertebrata tingkat tinggi ,pembuluh limfe dimulai sebagai saluran buntu dengan ujung terbuka. Pembuluh limfe berfungsi mengangkut kelebihan cairan yang tertimbun dilingkungan ekstra sel dan mengembalikan ke sirkulasi darah. Pada ikan (selain telostei) dan invertebrate tidak ditemukan adanya pembuluh limfe.Pada berbaguia hewan yang memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah dapat ditemukan berbagai bentuk peralihan (intermediet) yang menunjukkan adanya perkembangan sistem pembuluh limfe.
Cairan dalam pembuluh limfe sebenarnya berasal dari cairan jaringan yang masuk kedalam pembuluh dengan cara difusi melalui dinding pembuluh atau mengalir langsung ke dalam pembuluh melalui lubang yang terbuka pada ujungnya. Pada saat tertentu, cairan limfe akan menjadi cairan jaringan dan sebaliknya. Cairan hemolimfe merupakan pembatasan antara cairan darah dan caiaran limfe (cairan jaringan) karena cairan yang mengalir dalam pembuluh dan di ruang antarsel merupakan cairan yang sama.
Cairan ekstrasel pada semua hewan mengandung sel jenis tertentu yang mengapung bebas dan mengembara melalui ruang-ruang antar jaringan. Secara fungsional, sel tersebut berkaitan erat dengan transfor gas dan pertahanan tubuh hewan dalam melawan mikroorganisme serta berbagai zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pada hewan tertentu, sel tersebut juga berperan penting dalam proses pembekuan darah.
Adapun fungsi darah, sebagai berikut:
a. Mensuplai zat-zat makanan dari saluran pencernaan ke jaringan-jaringan
b. Mensuplai oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan
c. Membawa dan m embuang zat-zat yang tidak berguna dari jaringan ke organ ekskresi
d. Mendistribusikan sekresi kelenjar endokrin dan zat lain yang mengatur fungsi sel
e. Membantu menyelenggarakan keseimbangan komposisi air dalam berbagai organ tubuh
Susunan Cairan Darah
a. Sel Darah : Terdiri atas Eritrosit, Leukosit, dan Trombosit
b. Plasma Darah : Mengandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut. Zat tersebut mencakup beberapa jenis bahan diantaranya :
1) Protein Plasma,yaitu Albumin,Globulin dan fibrinogen
2) Sari makanan ,yaitu Glokusa,monosakarida,asam amino dan lipid
3) Bahan untuk dibuan dari tubuh,anatara lain : Urea dan senyawa nitrogen
4) Berbagai ion,misalnya natrium,kalium,klor,posfor,kalsium,sulfat dan senyawa bikarbonat.
5) Bahan lain yang biasanya terdapat dalam darah,misalnya hormon, gas respiratori,vitamin dan enzim
Volume plasma pada hewan yang memiliki system sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut. Ada dua macam kekuatan yang bekerja dalam proses prtukaran cairan trsebut, yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. Tekanan hidrostatik yang ditimbulkan oleh darah mengendalikan kekuatan untuk filtrasi, sedangkan tekanan osmotik plasma bekerja untuk reabsorbsi (yang arahnya berlawanan dengan filtrasi). Jadi protein dalam plasma merupakan bahan yang penting untuk menentukan besarnya tekanan osmotic dalam plasma.
Kekuatan osmotik juga juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh pada hewan invertebrata yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka. Protein plasma pada hewan vertebrata tingkat tnggi dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu : fibrinogen, globulin dan albumin. Fibrinogen bertanggung jawab dalam berbagai fungsi, terutama yang berkaitan dengan reaksi kekebalan (imun) dan trasfor molkul tertentu seperti hormone, vitamin dan zat besi. Sementara albumin bertanggung jawab mempertahankan volume plasma.
Semua hewan mempunyai mekanisme pertahan tubuh. Pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme, antara lain : mengaktifkan atau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh, menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil sekresinya dan menyingkirkan sel abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul. Mekanisme pertahanan tubuh juga dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive), enkapsulasi (pembentukan selubung), mengasilkan antibody atau sensitisasi limfosit. Faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat mengaktifkan benda asing (pada invertebrata).

 
C. Perbedaan Sistem Peredaran Darah Terbuka dengan Sistem Peredaran Darah Tertutup
Sistem sirkulasi darah pada hewan ada yang terbuka dan tertutup, berikut penjelasnnya:
1. Sistem Sirkulasi Terbuka
Bekerja dengan tekanan rendah pada setiap kontraksi jantung, dan volume darah yang dikeluarkan hanya sedikit, terdorong rendah dan mengalir dengan lambat yang mengakibatkan sari makanan yang dilepaskan sel terbatas sehingga aktivitas metabolisme terbatas.
Contohnya: Moluska dan Artropoda
Susunan pembuluh pada arthropoda contohnya insekta, salah satu jenis hewan yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka. Arthropoda memiliki jantung berbentuk pipa yang terletak di bagian dorsal tubuh, dan diliengkapi dengan sejumlah lubang beserta klep. Lubang yang dinamakan ostia tersebut member peluang kepada darah untuk masuk kembali ke jantung. Relaksasi otot jantung menyebabkan adanya tekanan negative dalam rongga jantung sehingga menimbulkan kekuatan untuk mengisap darah secara aktif. Pembuluh darah dorsal bagian depan disebut aorta. Dinding aorta bersifat kontraktil dan dapat menimbulkan gelombang peristaltik untuk mendorong darah ke arah depan ( ke kepala ). Pembuluh ini merupakan cabang pembuluh darah utama, yang berlanjut sampai kepala dan berakhir di bagian tersebut. Percabangan pembuluh aorta membawa pasokan darah untuk sebagian besar tubuh. Namun, pembuluh pada sistem sirkulasi terbuka idak dilengkapi dengan pembuluh darah perifer (kapiler) sehingga pada tingkat jaringan, darah akan keluar dari pembuluh dan selanjutnya mengalir bebas di antara sel jaringan. Pada tahap selanjutnya, darah atau cairan tubuh tersaring dan secara perlahan-lahan kembali ke jantung melaui ostia yang banyak terdapat di bagian tersebut. Sebagai akibat dari tidak adanya pembuluh kapiler, sistem sirkulasi terbuka bekerja dengan tekanan rendah. Dengan demikian, pada setiap kontraksi jantung, volume darah yang dapat dikeluarkan dari jantung ke rongga tubuh hanya sedikit. Selain itu, tekanan yang ditimbulkan oleh jantung untuk mendorong darah juga rendah sehingga darah mengalir lambat. Hal ini menyebabkan jumlah sari makanan yang dilepaskan ke sel tubuh terbatas, dan akibatnya aktivitas metbolisme dalam tubuh pun terbatas. Kelemahan lain dari sistem sirkulasi terbuka ialah hewan tidak dapat mengatur aliran darah secara tepat ke berbagai organ yang berbeda.
2. Sistem Sirkulasi Tertutup
Bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus menerus, dan tekanannya dipertahankan tetap tinggi mengakibatkan darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat.
Dalam sistem darah tertutup umumnya darah mengalir dari jantung ke pembuluh kapiler dan kembali ke jantung.
Contohnya : Annelida, Moluska jenis Cephalopoda (oktofus dan cumi-cumi) dan Vertebrata
Sistem sirkulasi tertutup memiliki beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan sistem sirkulasi terbuka. Pada sistem sirkulasi darah tertutup, darah beredar dalam sistem pembuluh yang kontinu, didorong oleh kekuatan dari hasil kerja jantung. Sebagai motor penggerak, jantung bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus menerus sehingga tekanan dalam pembuluh dapat dipertahankan tetap tinggi. Hasilnya, darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat. Selain itu, pada hewan yang memiliki sistem, darah akan mengalir dalam pembuluh secara langsung ke setiap sel tubuh. Hal ini menjamin adanya pasokan sari makanan dan oksigen dalam jumlah memadai ke tiap sel agar proses metabolisme dapat terselenggara dengan baik. Apabila ada peningkatan aktivitas metabolisme (misalnya saat melakukan latihan fisik), vertebrata dapat meningkatkan jumlah pasokan darah ke organ yang aktif (misalnya otot) dan mengurangi penyebaran darah ke daerah yang kurang/ tidak aktif (misalnya organ gasroinointestinal). Organ sirkulatori pada hewan yang memiliki sistem terdiri atas jantung dan pembuluh darah, mulai dari pembuluh ateri, vena, arteriol, venula, hingga jaringan kapiler.

 
D. Sistem Sirkulasi Darah pada Hewan Tingkat Rendah
Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah pada organisasi tingkat rendah umunya belum memiliki sistem sirkulasi secara khusus. Contoh hewan tingkat rendah (invertebrate), antara lain protozoa, cacing tanah, dan serangga. Hewan ini mempunyai system sirkulasi darah yang berbeda.
1. Sistem sirkulasi darah pada protozoa
Hewan bersel satu atau protozoa tidak memiliki system sirkulasi darah karena tubuhnya hanya terdiri atas satu sel. Sari-sari makanan yang telah dicerna di dalam vakuola diserap oleh protoplasma di sekelilingnya. Oksigen diserap secara difusi, dan CO2 dikeluarkan juga secara difusi. Contoh dari protozoa adalah amoeba dan paramaecium. System sirkulasi pada paramecium lebih sempurna daripada amoeba.
Pada paramaecium, makanan yang berupa materi halus diserap melalui permukaan tubuhnya. Namun materi makanan yang besar akan masuk sitostoma (mulut sel). Makanan yang berbentuk cair akan diedarkan oleh vakuola kontraktil, sedangkan zan makanan yang berbentuk padat akan dicerna dan diedarkan oleh vacuola makanan. Penyebaranya ke dalam endoplasma terjadi secara osmosis.
2. Sistem sirkulasi pada darah cacing tanah
Sistem sirkulasi pada cacing tanah terdiri atas lengkung aorta, pembuluh darah punggung, dan pembuluh darah perut. Lengkung aorta berjumlah lima dan berfungsi sebagai jantung. Darah dalam cacing beredar di dalam pemmbuluh sehingga termasuk peredaran darah tertutup

Darah yang terdapat pada pembuluh kapiler akan mengikat oksigen. Pembuluh tersebut banyak terdapat pada kulit. Darah yang telah mengikat oksigen ini akan mengalir ke pembuluh punggung kemudian bergerak menuju lengkung aorta.

 
3. Sistem sirkulasi darah pada serangga
Sistem transportasi pada serangga contohnya pada belalang. Belalang mempunyai sistem peredaran terbuka karena darah tidak selalu berada dalam pembuluh darah. Alat transportasinya berupa pembuluh yang dapat berdenyut sehingga menyerupai jantung. Oleh karena itu, pembuluhnya disebut jantung pembuluh.
Peredaran darah pada belalang berlangsung sebagai berikut:
Darah dipompa oleh jantung pembuluh ke bagian depan tubuh melalui aorta dorsal. Selanjutnya darah beredar ke seluruh tubuh ke ruang antar organ tanpa melalui pembuluh darah.

Darah serangga tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak berwarna merah. Darah serangga disebut hemolimfa. Darah ini mengadung sel darah yang tidak berwarna yang berfungsi untuk melenyapkan organisme asing. Karena tidak mengandung Hb, darah serangga berfungsi untuk mengangkut zat makanan, tidak untuk mengangkut oksigen ataupun gas CO2. Gas- gas tersebut disalurkan melalui system trakea.
4. Sistem sirkulasi darah pada hewan invertebrata lainnya
Hewan invertebrate lainnya seperti porifera dan coelenterata, belum memiliki organ tubuh. System transportasinya juga belum ada. Oleh karena itu zat makanan dan oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke sel, dan dari sel ke sel lainnya. Begitu juga sebaliknya untuk pengeluaran zat-zat sisa.
Hewan invertebrate seperti echinodermata, memilki system sirkulasi radial yang bentuknya mengecil. Pengangkutan zat dibantu dengan system sirkulasi air yang disebut system air ambulakral
System sirkulasi pada mollusca terdiri atas jantung dengan satu atau dua ruang jantung, aorta dan pembuluh lainnya.

E. Sistem Transportasi pada Hewan Tingkat Tinggi
Hewan yang berukuran lebih besar dan lebih banyak beraktivitas memerlukan laju metabolism sel yang lebih tinggi. Metabolisme yang tinggi akan terjadi apabila pemasokan sari makanan dan oksigen berlangsung secara konstan, serta tersedia sistem kapiler yang bertanggung jawab atas pertukaran gas dan pembuangan zat sisa secara cepat.
Sistem sirkulasi pada hewan tingkat tinggi terdiri atas jantung, pembuluh darah, dan pembuluh limfa. System peredaran darah semua vertebrata merupakan system peredaran darah tertutup dan ganda, kecuali pada ikan. Sistem peredaran darah pada ikan termasuk sistem peredaran darah tertutup dan tunggal.
Struktur darah (susunan darah) pada vertebrata juga sama, yaitu terdiri atas plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
1. Sistem Transportasi pada Ikan
Ikan mempunyai sistem transportasi tunggal dan tertutup, karena dalam satu kali beredar, darah ikan hanya melalui jantung satu kali dan selalu berada dalam pembuluh darah. Darah pada ikan berfungsi mengangkut sari-sari makanan, oksigen dan karbondioksida.


Jantung ikan terdiri atas dua ruang, yaitu satu serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel). Di dekat serambi terdapat kantung yang disebut sinus venosus.
Peredaran darah pada ikan berlangsung sebagai berikut. Darah mengalir ke seluruh tubuh melalui vena kemudian masuk ke serambi jantung. Darah ini mengandung banyak karbon dioksida. Selanjutnya darah masuk bilik, kemudian dipompa menuju insang melalui pembuluh nadi ventral. Di dalam insang terjadi pelepasan CO2 dan pengikatan O2. Selanjutnya darah dari insang yang mengandung oksigen diedarkan ke selluruh tubuh melalui pembuluh darah dorsal.
2. Sistem Transportasi pada Amphibian
Hewan golongan Amphibia contohnya katak. Sistem sirkulasi pada katak tersusun dari jantung dan pembuluh darah. Jantung katak terdiri atas tiga ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, dan satu bilik. Sistem peredaran darah pada katak tertutup dan rangkap (ganda).
Peredaran darah katak sebagai berikut.
a. Darah campuran (bersih dan kotor) dipompa dari bilik jantung ke paru-paru dan kulit. Di tempat ini darah mengikat oksigen. Selanjutnya, darah ke serambi kiri dan ke bilik lagi.
b. Daerah campuran dipompa dari bilik jantung ke seluruh tubuh ( kepala, hati, usus, dinding tubuh, dan ginjal) melalui arteri. Di dalam organ-organ tersebut, darah melepaskan oksigen dan mengikat karbon dioksida.
c. Darah yang mengandung CO2 mengalir melalui pembuluh vena (balik) menuju serambi kanan kemudian ke bilik, dan tercampur lagi dengan darah bersih. Demikian seterusnya berulang-ulang.

3. Sistem transportasi pada reptilia
Contoh hewan reptilia adalah kadal. Sistem transportasi pada kadal terdiri atas jantung dan pembuluh darah.
Reptilian mempunyai jantung yang terdiri atas empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Sekat biliknya tidak sempurna (kecuali buaya) sehingga darah dari bilik kiri dan bilik kanan dapat bercampur. Sistem peredaran darah reptilian tertutup dan rangkap (ganda).


Kadal memiliki dua aorta, yaitu aorta kanan yang mengalirkan darah menuju kepala dan aorta kiri yang mengalirkan darah menuju organ-organ tubuh bagian belakang.
4. Sistem Transportasi pada Burung
Sistem sirkulasi burung sama dengan mamalia dan manusia. Burung mempunyai jantung yang terdiri atas empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Sekat biliknya sempurna sehingga darah bersih dan darah kotor tidak bercampur. Sistem peredaran darah burung tertutup dan rangkap (ganda).

Sistem peredaran darah burung: (a) peredaran darah kecil dan (b) peredaran darah besar.

Peredaran darah burung adalah darah dari paru-paru mengangkut oksigen masuk ke serambi kiri, kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta. Di sel-sel tubuh, darah melepaskan O2 dan mengikat CO2. Darah yang mengandung banyak CO2 ini masuk ke serambi kanan melalui pembuluh balik. Selanjutnya darah masuk bilik kanan, kemudian dipompa masuk ke paru-paru. Di dalam paru-paru, darah melepaskan CO2 dan mengikat O2.
5. System predaran darah Mamalia
Sistem peredaran darah pada mamalia tidak jauh beda dengan sistem peredaran darah pada manusia yaitu terdiri atas darah, alat-alat peredaran darah dan peredaran getah bening. Mengenai darah telah dijelaskan sebelumnya yang selanjutnya akan dibahas tentang alat-alat peredaran darah, untuk mengedarkan sari makanan dan oksigen diperlukan alat-alat peredaran darah berupa jantung dan pembulh darah.
a. Jantung
Jantung mamalia terletak di daerah rongga dada bagian kiri tepatnya di antara kedua paru-paru, dibungkus oleh selaput tipis yang dinamakan pericardium. Jantung tersebut memiliki 4 rongga terdiri atas dua ruang serambi ynag berdinding lebih tipis dan dua ruang bilik yang berdidinding lebih tebal. Serambi dan bilik berkontraksi secara bergantian. Pada saat serambi berkontraksi (fase sistol), Jalan masuk darah dari vena ke serambi tertutup oleh kontaraksi otot-otot disekitarnya dan tekanan didalamnya meningkat sehingga darah akan terdorong menuju bilik yang pada saat itu sedang berelaksasi. Dalam peristiwa tersebut, darah akan melewati kleb atriventricularis, yaitu dua unit kleb yang membatasi rongga serambi dan bilik.kedu kleb tersebut adalah kleb bikuspidalis dan trikuspidalis. kleb bikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik jantung sebelah kanan sedangkan trikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik jantung sebelah kiri. Pada saat bilik berkontraksi,serambi mengalami relaksasi sehingga jalan masuk darah dari vena (yang semula tertutup ) akan terbuka. Hal ini akan menyebabkan penurunan tekanan dalam serambi sehingga didarah tertarik masuk ke dalam serambi jantung.
Satu siklus jantung menghasilkan sekali denyutan jantung. Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 kali per menit, tetapi pada saat aktif melakukan kegiatan,denyut jantung dapat meningkat hingga lebih dari dua kalinya. Ritme jantung dikendalikan oleh system saraf. Kecepatan denyut jantung dikendalikan oleh system syaraf simpatis dan parasimpatis(saraf vagus). Saraf simpatis bekerja untuk mempercepat denyut jantung, sedangkan saraf vagus bekerja untuk memperlambatnya.
 
b. Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah saluran khusus untuk mengalirkan darah. Darah adalah cairan dalam pembuluh darah,yang beredar ke seluruh tubuh mulai dari jantung dan segera kembali ke jantung. Darah vertebrata mengalir dalam pembuluh yang elastis (arteri,kapiler dan vena ) dan akan kembali ke jantung tanpa meniggalkan system pembuluh. Jadi darah tetap berada pada saluran yang terttup.sistem sirkulasi yang demikian dinamakan system sirkulasi tertutup.
Arteri adalah pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar dari jantung. Darah dalam arteri mengeluarkan tekanan yang cukup besar terhadap dinding pembuluh.untuk menahan tahanan tersebut,arteri harus mempunyai dinding yang tebal dan kuat. Tekanan darah berasal dari kekuatan yang dihasikan oleh jantung ketika berkontraksi sehingga keberadaan serabut elastic pada dinding arteri sangat penting untuk memastikan aliran darah yang konstan ke kapiler.
Pelepasan darah dari jantung tidak terjadi secara continue tetapi berselang seling seirama dengan kontraksi jantung. Ketika jantung berkontraksi, darah terdorong keluar dari jantung dan masuk ke pembuluh. Segera sesudah darah masuk arteri besar, dinding arteri akan meregang dan menyimpan sejumlah besar energy yang berasal dari peregangan serabut alastis. Pada saat jantung berelaksasi, tidak ada darah yang masuk ke arteri besar sehingga pembuluh tersebbut kembali mengkerut ke ukuraan semula dan melepaskan sebagian energy yang tersimpan pada dindingnya.energi tersebut akan mendorong darah dalam pembukuh arteri besar sehingga mengalir lebih jauh ke seluruh system sirkulasi.
Arteriola adalah pembuluh arteri kecil yang dindingnya mengandung sejumlah besar otot polos yang proses kontraksinya tidak dikendalikan oleh pusat kesadaran.\
Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dalam system sirkulasi yang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas serta berbagia zat lainnya antara pembuluh darah dan jaringan.
Venula dan vena merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah dari jaringan kembali ke jantung. Venula adalah pembuluh vena yang paling kecil dan berhubungan langsung dengan kapiler. Vena dilengkapi dengan klep yang berguna untuk mencegah aliran darah kembali ke arah jaringan dan menjamin kelancaran aaliran darah menuju jantung yang dibantu juga oleh kontraksi otot pada dinding pembuluh vena serta kontraksi otot lurik di sekitar pembuluh tersebut.
6. Sirkulasi darah tertutup dan ganda pada mamalia
Sirkulasi darah pada hewan mamalia merupakan sirkulasi darah tertutup dan ganda. Dikatakan sistem sirkulasi tertutup karena peredaran darah berlangsung di dalam pembuluh, sedangkan dikatakan ganda sebab dalam peredarannya, darah mengalir ke organ jantung sebanyak dua kali.

pulmonalis dan (b) sistem peredaran darah sistemik


Sistem sirkulasi darah ganda pada mamalia meliputi peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.
a. Peredaran darah besar
Pada peredaran darah besar, darah meninggalkan ventrikel kiri jantung melalui aorta, yaitu arteri terbesar dalam tubuh. Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih kecil yang mengantarkan darah ke berbagai bagian tubuh. Arteri-arteri ini bercabang dan beranting lebih kecil lagi hingga sampai ke arteriola. Arteri ini mempunyai dinding yang sangat berotot yang menyempitkan salurannya dan menahan aliran darah dengan jalan mengubag-ubah ukuran saluran dan mengatur aliran darah dalam kapiler. Didnding kapiler sangat tipis sehingga dapat berlangsung pertukaran zat antara plasma dan jaringan interstisiiil. Kemudian kapiler- kapiler ini bergabung dan membentuk pembuluh lebih besar yang disebut venula, yang kemudian juga bersatu menjadi vena, untuk mengantarkan darah kembali ke jantung. Semua vena bersatu dan bersatu lagi sehingga terbentuk dua batang vena, yaitu vena kava inferior yang mengumpulkan darah dari badan dan anggota gerak bawah, dan vena kava superior yang mengumpulkan darah dari kepala dan anggota gerak atas. Kedua pembuluh darah ini menuangkan isisnya ke dalam jantung melalui atrium kanan jantung.
b. Peredaran darah kecil
Darah dari vena tadi kemudian masuk ke dalam ventrikel kanan yang berkontraksi dan memompanya ke dalam arteri pulmonalis. Arteri ini becabang dua untuk mengantarkan darahnya menukju paru-paru kanan dan kiri. Darah tidak sukar memasuki pembuluh-pembuluh darah yang mengaliri paru-paru. Di dalam paru-paru setiap arteri membelah menjadi arteriola dan akhinya menjadi kapiler pulmonal yang mengitari alveoli di dalam jaringan paru-paru untuk memungut oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
Kemudian kapiler pulmonal bergabung menjadi vena dan darah dikembalikan ke dalam jantung oleh empat vena pulmonalis. Selanjutnya darah dituangkan ke dalam atrium kiri. Darh ini kemudian mengalir masuk ke dalam ventrikel kiri. Ventrikel ini berkontraksi dan darah dipompa masuk ke dalam aorta. Maka kini mulai lagi peredaran darah besar.

F. Pertukaran zat di jaringan
Pada uraian sebelumnya telah dijelaskan bahwa besarnya tekanan systole dan diastole pada manusia adalah 120/80 mm Hg. Hal ini berarti bahwa darah yang dipompa oleh jantung membrikan tekanan sebesar 120 mm Hg. Dari aorta, darah mengalir terus ke cabang-cabang arteri, dan akhirnya sampai di pembuluh kapiler. Semakin jauh dari jantung, tekanan darah dalam pembuluh pun semakin menurun. Di pembuluh kapiler, darah hanya memberikan tekanan hidrostatik sebesar kira-kira 40 mm Hg.
 
Sementara itu, tekanan dalam cairan atau ruang ekstrasel hanya 25 mm Hg ( sama di semua bagian tubuh). Perbedaan tekanan yang timbul antara bagian dalam n luar pembuluh kapiler menyebabkan terjadinya perpindahan sejumlah air dan partikel- partikel kecil terlarut dari dalam pembuluh kapiler e cairan jaringan.
Tekanan hidrostatik dalam pembuluh kapiler yang berdekatan/ berhubungan dengan pembuluh vena atau venula turun hingga 15 mm Hg. Karena tekanan hidrostatik di bagian ini lebih rendah daripada tekanan osmotic dalam cairan jaringan, sejumlah air dan partikel kecil pada cairn jaringan akan masuk kembali ke pembuluh kapiler.
Sekalipun demikian, jumlah total air dan partikel yang keluar dari pembuluh kapiler selalu lebih besar daripada jumlah yang dapat masuk kembali ke kapiler. Untuk menjaga kondisi homeostasis, kelebihan air dan partikel zat yang masih tertinggal dalam cairan jaringan harus dikembalikan ke dalam kapiler darah.
Pengembalian kelebihan air dan zat terlarut tersebut dilaksanakan oleh pembuluh limfe kecil yang sangat permeable, yang akan meneruskannya ke pembuluh limfe yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap unit pembuluh limfe yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap unit pembuluh limfe kecil akan bergabung akan bergabung untuk membentuk pembuluh yang lebih besar. Pembuluh limfe yang paling besar akan berhubungan dengan pembuluh darah, yakni pad pembuluh vena subklavia. Oleh karena itu, cairan yang masuk ke pembuluh limfe kecil nantinya akan masuk ke pembuluh darah juga. Aliran cairan dalam sistempembuluh limfe dipertahankanoleh sejumlah klep dan aktivitas otot di sekitar pembuluh, seperti yang terjadi pada pembuluh vena. 

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Cairan dalam tubuh hewan dibedakan menjadi cairan intrasel dan ekstrasel. Cairan intrasel yaitu sitoplasma, sedangkan cairan ekstrasel meliputi cairan jaringan, limfe, darah dan hemolimfe. Darah terdiri atas plasma dan sel darah ( eritrosit, leukosit dan trombosit), yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
Hewan yang berukuran lebih besar dan lebih banyak beraktivitas memerlukan laju metabolism sel yang lebih tinggi. Metabolisme yang tinggi akan terjadi apabila pemasokan sari makanan dan oksigen berlangsung secara konstan, serta tersedia sistem kapiler yang bertanggung jawab atas pertukaran gas dan pembuangan zat sisa secara cepat.
Komponen penyusun sistem sirkulasi yaitu jantung, pembuluh darah, dan cairan tubuh. Jantung dan pembuluh darah merupakan komponen yang sangat penting untuk menjamin kelancaran aliran darah ke berbagai jaringan. Jantung berperan sebagai pemompa cairan yang bersirkulasi, sedangkan pembuluh darah berfungsi sebagai jalan aliran darah.





B. Saran
Mari kita jaga kekompakan kita, semangat selalu buat teman-teman.
 
Daftar Pustaka
Anonymous, 2009. Sistem Sirkulasi pada Manusia, http:// massofa.wordpress.com Diakses 26 Desember 2011
Anonymous, 2007. TEORI RINGKAS BIOLOGI. LP3T Technos: malang
Isnaeni, wiwi. 2006. FISIOLOGI HEWAN. Yogyakarta: Kanisius
Soewolo, dkk. 1999. FISIOLOGI HEWAN. Um press: Malang
Sumarjito, 2006. PANDUAN BELAJAR BIOLOGI. Primagama: yogyakarta
Widodo,nur.2002. Fisiologi Hewan.umm press:malang
http://samadaranta.wordpress.com/2010/12/14/fisiologi-sirkulasi/

.
Continue Reading

Friday, January 13, 2012 | 0 comments

Ada falsafah 5 jari :
- Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung
- Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah
- Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari
telunjuk
- Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar
sehingga diberi hadiah cincin.
- Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah
anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling
menunjukkan jari kelingking).
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari,
mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong
anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).
Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol
semua ?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.
Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan
untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu,
saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan
bahkan membunuh seperti yang terjadi di negara kita saat ini.
Sudahkah kasih sayang saya bertambah hari ini bagi anda ?
Termasuk yang manakah Anda ?
~Ei thea ~
Continue Reading

falsafah 5 jari

| 0 comments

Ada falsafah 5 jari :
- Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung
- Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah
- Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari
telunjuk
- Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar
sehingga diberi hadiah cincin.
- Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah
anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling
menunjukkan jari kelingking).
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari,
mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong
anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).
Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol
semua ?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.
Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan
untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu,
saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan
bahkan membunuh seperti yang terjadi di negara kita saat ini.
Sudahkah kasih sayang saya bertambah hari ini bagi anda ?
Termasuk yang manakah Anda ?
~Ei thea ~
Continue Reading

falsafah 5 jari

| 0 comments

Ada falsafah 5 jari :
- Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung
- Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah
- Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari
telunjuk
- Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar
sehingga diberi hadiah cincin.
- Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah
anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling
menunjukkan jari kelingking).
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari,
mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong
anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).
Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol
semua ?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.
Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan
untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu,
saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan
bahkan membunuh seperti yang terjadi di negara kita saat ini.
Sudahkah kasih sayang saya bertambah hari ini bagi anda ?
Termasuk yang manakah Anda ?
~Ei thea ~
Continue Reading

Mempertajam pikiran

| 0 comments

16 cara mempertajam pikiran.
Ada banyak cara untuk mempertajam pikiran.
Tetapi, mungkin yang terbaik adalah membaca.
Seperti kata pepatah, bagi otak, membaca itu adalah ibarat olahraga bagi otak.
Saya yakin kamu dapat menemukan 50 cara yang lain untuk mempetajam pikiranmu jika kamu mau mencoba 16 cara di bawah ini.
Beriku ini adalah 16 cara yang mungkin untuk mempertajam pikiranmu :
1. baca surat kabar setiap harinya
2. memelihara kebun
3. mengamati kehidupan di alam bebas
4. mengikuti kuliah tentang topik menarik
5. menonton saluran Discovery
6. mengunjungi perpustakaan atau museum
7. mendengarkan berita
8. menulis cerita, sajak, atau lagu
9. main permainan yang mengasah otak, atau yang menantang
10. ikut debat kelompok
11. memberi komentar di kelas
12. nonton sandiwara atau opera
13. belajar main instrumen musik
14. ngobrol bemutu dengan teman
15. menyelesaikan teka-teki silang
16. berolah-raga
Continue Reading

Bangkit dari Kesedihan

| 0 comments

10 Cara Bangkit dari Kesedihan
Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Penyebabnya macam-macam, bisa karena sedang patah hati, sakit secara fisik, bokek alias tidak punya uang, dan semacamnya. Pada saat-saat seperti itu, bisa jadi orang mengalami frustrasi, depresi, dan ekstremnya, mencoba bunuh diri.
Mudah-mudahan Anda tidak usah seperti itu. Coba tip di bawah ini untuk menemukan kembali semangat diri.
1. Ayunkan tubuh dan bernyanyi
Pasang musik favorit, terutama yang berirama disko atau dance. Sambil bergoyang, Anda juga bisa ikut menyanyi.
2. Tersenyum
Tersenyum bisa 'mengakali' otak. Maksudnya, karena otot-otot Anda memaksakan senyum, otak akan berpikir bahwa Anda sedang senang.
3. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
Ada orang yang senang kongkow dengan teman-temannya, ada juga yang senang bermain dengan anak-anak kecil. Terserah yang mana pilihan Anda, yang jelas pilihan kedua amat menyenangkan. Bayangkan Anda mencubit pipi seorang bocah, menyaksikan keriangannya menjilat es krim, bermain di kolam renang, atau melakukan apa pun. Percayalah, keriangan anak-anak akan menular pada Anda.
4. Hadiahi diri Anda sendiri
Kalau ada pekerjaan yang tidak Anda sukai, jangan ditunda. Segera kerjakan, supaya setelah itu usai, Anda bisa memberi kado bagi diri Anda sendiri. Hadiahnya tak usah mahal-mahal amat, bisa berupa memanjakan diri di spa atau salon, berendam di kamar mandi, membaca majalah atau buku, atau tak melakukan apa pun sambil mengunyah dua keping cokelat.

5. Bersihkan sekeliling Anda
Keadaan yang kacau balau memang bikin dada sesak. Karena itu, bebenahlah. Biarkan segala sesuatu berada di tempat yang seharusnya. Seni kuno Feng Shui menyebutkan bahwa mengenyahkan kekacaubalauan di suatu tempat berarti akan mengusir energi negatif dari sana. Cobalah.
6. Lakukan tindakan
Bila ada sesuatu yang membuat Anda cemas, entah itu kesehatan, pekerjaan, atau kehidupan rumah tangga, lakukan sesuatu. Jangan biarkan suatu masalah menjadi berlarut-larut, menggerogoti kebahagiaan Anda, dan 'menikam' apa yang seharusnya Anda peroleh.
7. Berpikir positif
Para konsultan psikologis tak akan pernah bosan menghadiahi kedua kata ini. Sebab, ujung-ujungnya, segala masalah bisa terasa lebih ringan kalau Anda selalu berusaha berpikir positif.
8. Jadi orang yang kreatif
Kalau cuma duduk melamun sambil mengeluh bahwa dunia ini tidak adil, sudah jelas dunia ini memang 'terasa' tidak adil. Anda tidak punya kesibukan, sih. Cari sesuatu yang menyibukkan diri, seperti mengerjakan pekerjaan tangan, memasak, berkebun, meredekorasi rumah, dan sebagainya.
9. Menulis
Banyak ahli setuju bahwa menulis dapat menghilangkan stres. Cobalah dengan menuangkan apa yang Anda alami ke dalam selembar kertas. Anda akan kaget melihat hasilnya.
10. Berolahraga
Manfaat olahraga pasti sudah Anda ketahui. Tapi, melakukannya ketika Anda sedang sedih, bisa jadi membawa kegunaan lain. Di antaranya adalah, membuat Anda lupa masalah, dan membawa semangat baru. (hannie)
Continue Reading

MIKROBIOLOGI

Monday, January 2, 2012 | 0 comments

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali memberikan peran sebagai bukti keberadaannya. Mulai dari pembentukan minyak bumi di dasar-dasar samudra sampai proses pembuatan tempe, semuanya merupakan ‘pekerjaan’ mikroorganisme. Bukan Cuma itu, sekarang mikroorganisme telah digunakan dalam pembuatan antibiotika, berbagai bahan makanan, sampai pada teknik rekayasa genetika modern. Begitu banyak dan dominannya peranan mikroorganisme dalam kehidupan ini menjadi salah satu unsur dalam cakupan mikrobiologi.
Dengan semakin majunya teknologi mikroskop, semakin mendukung perkembangan mikrobiologi, sehingga pembahasan tentang ilmu ini semakin luas dan mendalam. Bahkan mikrobiologi telah dibagi menjadi beberapa cabang, seperti mikrobiologi pertanian, mikrobiologi kedokteran/medis, mikrobiologi lingkungan dan lain-lain. Pembagian ini bertujuan untuk mengakomodir perkembangan mikrobiologi yang pesat dan besarnya peranan serta mungkin dampak dari mikroorganime di dalam kehidupan.
Mikrobiologi dalam kehidupan telah diterapkan di banyak sekali sektor kehidupan, yang paling mashur adalah di bidang pangan; pembuatan tempe, bir, tape, keju dan lain-lain, di bidang kedokteran; telah banyak dihasilkan berbagai jenis serum dan antibiotika dari mikrobia, di bidang lingkungan mikroba telah menjadi bahasan penting, dan banyak lagi di bidang-bidang lainnya.
A. Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini. Antara lain “
1. Agar mahasiswa dapat memahami apa itu mikrobiologi
2. Agar mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan mikrobiologi
3. Agar mahasiswa mengetahui jenis-jenis dari mikrobiologi


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan Archaea. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.
Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan membuat serum rabies Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia.
Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat dipisahkan dari cabang lain karena diperlukan juga dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, ilmu gizi, teknik kimia, bahkan hingga astrobiologi dan arkeologi.
B. Sejarah Mikrobiologi dan Perkembangbiakannya
Dunia mikroorganisme terdiri dari 5 kelompok organisme, yaitu bakteri, protozoa, virus, algae, dan cendawan. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lain merugikan. Mikroorganisme yang bermanfaat antara lain: yang menghuni tubuh (flora normal), beberapa mikroorganisme yang terlibat dalam proses fermentasi makanan: pembuatan keju, anggur, yoghurt, tempe/oncom, kecap, dll, produksi penisilin, sebagai agens biokontrol, serta yang berkaitan dengan proses pengolahan limbah. Mikroorganisme yang merugikan, antara lain yang sering menyebabkan berbagai penyakit (hewan, tumbuhan, manusia), diantaranya: flu burung yang akhir-akhir ini menggemparkan dunia termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh salah satu jenis mikroorganisme yaitu virus. Selain itu, juga terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
C. Bakteri
Bakteri merupakan mikrobia prokariotik uniselular, termasuk klas Schizomycetes,
berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan sel. Bakteri tidak berklorofil
kecuali beberapa yang bersifat fotosintetik.
Cara hidup bakteri ada yang dapat hidup bebas, parasitik, saprofitik, patogen
pada manusia, hewan dan tumbuhan. Habitatnya tersebar luas di alam, dalam tanah,
atmosfer (sampai + 10 km diatas bumi), di dalam lumpur, dan di laut.
Bakteri mempunyai bentuk dasar bulat, batang, dan lengkung. Bentuk bakteri
juga dapat dipengaruhi oleh umur dan syarat pertumbuhan tertentu. Bakteri dapat
mengalami involusi, yaitu perubahan bentuk yang disebabkan faktor makanan, suhu,
dan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi bakteri. Selain itu dapat mengalami
pleomorfi, yaitu bentuk yang bermacam-macam dan teratur walaupun ditumbuhkan
pada syarat pertumbuhan yang sesuai. Umumnya bakteri berukuran 0,5-10 μ.
Berdasarkan klasifikasi artifisial yang dimuat dalam buku “Bergey’s manual of
determinative bacteriology” tahun 1974, bakteri diklasifikasikan berdasarkan deskripsi
sifat morfologi dan fisiologi. Dalam buku ini juga terdapat kunci determinasi untuk
mengklasifikasikan isolat bakteri yang baru ditemukan. Menurut Bergey’s manual,
bakteri dibagi menjadi 1 kelompok (grup), dengan Cyanobacteria pada grup 20.
Pembagian ini berdasarkan bentuk, sifat gram, kebutuhan oksigen, dan apabila tidak
dapat dibedakan menurut ketiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus.
KLASIFIKASI BAKTERI
I. Bakteri berbentuk kokus (bulat
a. Bakteri kokus gram positif (grup 14)Aerobik: Micrococcus, Staphylococcus,Streptococcus, Leuconostoc Anaerobik: Methanosarcina, Thiosarcina, Sarcina, Ruminococcus
b. Bakteri kokus gram negatif Aerobik: Neisseria, Moraxella, Acinetobacter, Paracoccus Anaerobik: Veillonella, Acidaminococcus, Megasphaera
II. Bakteri berbentuk batang
a. Bakteri gram positif
Bakteri gram positif tidak membentuk spora (grup 16) Aerobik: Lactobacillus, Listeria, Erysipelothrix, Caryophanon.
Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aerobik Coryneform: Corynebacterium, Arthrobacter, Brevibacterium, Cellulomonas, Propionibacterium, Eubacterium, Bifidobacterium. Aerobik Actinomycetes: Mycobacterium, Nocardia, Actinomyces, Frankia,
Actinoplanes, Dermatophilus, Micromonospora, Microbispora, Streptomyces, Streptosporangium.
Actinomycete dapat membentuk miselium yang sangat halus dan bercabangcabang.
Miselium vegetatif tumbuh di dalam medium, dan miselium udara ada di
permukaan medium. Bakteri ini dapat berkembang biak dengan spora, secara
fragmentasi dan segmentasi, dengan chlamydospora, serta dengan bertunas.
Bakteri ini umumnya mempunyai habitat pada lingkungan dengan pH yang tinggi.
Cara hidupnya ada yang bersifat saprofit, simbiosis dan beberapa sebagai
parasit. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menambat nitrogen dan
dapat bersimbiosis dengan tanaman.
Bakteri pembentuk endospora (grup 15) Aerobik: Bacillus, Sporolactobacillus, Sporosarcina, Thermoactinomyces Anaerobik: Clostridium, Desulfotomaculum, Oscillospirab. Bakteri gram negatif
b. Bakteri gram negatif aerobik (grup 7) Aerobik: Pseudomonas, Xanthomonas, Zoogloea, Gluconobacter, Acetobacter, Azotobacter, Azomonas, Beijerinckia, Derxia, Rhizobium, Agrobacterium, Alcaligenes, Brucella, Legionella, Thermus. Bakteri Azotobacter, Beijerinckia, Derxia, Rhizobium termasuk diazotroph yang dapat menambat nitrogen dari
udara. Azotobacter, Beijerinckia, dan Derxia cara hidupnya bebas tidak
bersimbiosis, Rhizobium hidupnya dapat bersimbiosis dengan akar tanaman
leguminosa dengan membentuk bintil akar.
2. Bakteri gram negatif aerobik khemolitotrofik (grup12) Aerobik: Nitrobacter, Nitrospira, Nitrococcus, Nitrosomonas, Nitrosospira, Nitrosococcus, Nitrosolobus. Bakteri bakteri tersebut umumnya berperan dalam proses nitrifikasi di dalam tanah. Thiobacillus, Sulfolobus, Thiobacterium, Thiovolum, yang merupakan bakteri yang berperan dalam proses oksidasi sulfur di alam.
3. Bakteri berselubung (grup 3) Aerobik: Sphaerotilus, Leptothrix, Cladothrix, Crenothrix. Bakteri Sphaerotilus biasanya hidup di saluran-saluran air. Leptothrix,dan Cladothrix
merupakan bakteri yang mampu mengoksidasi besi atau penyebab
korosi.
4. Bakteri gram negatif fakultatif anaerobik (grup 8) Fakultatif anaerobik: Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter, Salmonella, Shigella, Proteus, Serratia, Erwinia, Yersinia, Vibrio, Aeromonas, Photobacterium.
5. Bakteri gram negatif anaerobik (grup 9) Sangat Anaerobik: Bacteroides, Fusobacterium, Leptotrichia
6. Bakteri Methanogens dan arkaebakteria (grup 13) Sangat Anaerobik: Methanobacterium, Methanothermus, Methanosarcina, Methanothrix, Methanococcus. Bakteri ini merupakan pembentuk metan (CH4) dari hasil perombakan bahan organik secara anaerobik. Aerobik: Halobacterium, Halococcus, Thermoplasma. Bakteri ini ada yang tahan
hidup pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu
tinggi.Anaerobik:Thermoproteus,Pyrodictium,Desulforococcus.
III. Bakteri berbentuk lengkung
a. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (grup 6) Aerobik: Spirillum, Aquaspirillum, Azospirillum, Oceanospirillum, Campylobacter, Bdellovibrio, Microcyclus, Pelosigma. Bakteri Azospirillum termasuk bakteri penambat nitrogen yang dapat berasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tanaman padi. Bakteri Bdellovibrio adalah bakteri
yang dapat hidup sebagai parasit pada sel bakteri lain (parasit bakteri).
b. Bakteri gram negatif lengkung anaerobik (grup 9) Anaerobik: Desulfovibrio, Succinivibrio, Butyrivibrio, Selenomonas. Bakteri Desulfovibrio merupakan salah satu bakteri yang mampu mereduksi sulfat.
c. Spirochaeta (grup 5) Aerobik dan anaerobik: Spirochaeta, Cristispira, Treponema, Borrelia, Leptospira. Bakteri ini berbentuk benang tipis dan terulir. Dinding sel tipis dan lentur. Bakteri ini dapat bergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sumb selnya. Selnya
berukuran 0,1-3 μ x 4-8 μ .
IV. Bakteri yang termasuk kelompok khusus
a. Bakteri yang merayap (meluncur) (grup 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak berflagela. Bakteri ini selalu bersifat gram negatif. Dalam kelompok ini termasuk beberapa ganggang biru, beberapa bakteri khemoorganotrof dan beberapa bakteri belerang (sulfur).
Kelompok bakteri yang menjadi anggota bakteri merayap (meluncur) adalah
sbb:
1. Bakteri yang mengandung sulfur intraselular, berbentuk benang. Contoh: Beggiatoa, Thiothrix, Achromatium.
2. Bakteri bebas sulfur, membentuk trikoma (bulu). Contoh: Vitreoscilla, Leucothrix, Saprospira.
3. Bakteri uniselular, bentuk batang pendek. Contoh: Cytophaga, Flexibacter,
Myxobacteria.
4. Bakteri fototrof yang bergerak merayap. Contoh: Chloroflexus

5. Cyanobacteria yang bergerak merayap. Contoh: Oscillatoria.
Myxobacteria. Bakteri yang termasuk myxobacteria mempunyai dinding sel
sangat tipis dan lentur. Bakteri ini bersifat gram negatif, dan dapat bergerak meluncur.
Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. Dalam siklus hidupnya
dapat membentuk badan buah, yang merupakan kumpulan sel yang berdifrensiasi.
Ukuran badan buah kurang dari 1 mm. Contoh: Chondromyces, Myxococcus.
b. Bakteri bertangkai atau bertunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang merupakan tonjolan dari sel, atau hasil pengeluaran lendir. Contoh: Hypomicrobium, Caulobacter, Prosthecomicrobium, Ancalomicrobium, Gallionella, Nevskia.
c. Bakteri parasit obligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18)
Merupakan bakteri yang berukuran paling kecil, tetapi lebih besar dari virus,
yaitu 0,3x2μ. Bentuk sel pleomorfik, dapat berupa batang, kokus, atau filamen. Bakteri
ini cara hidupnya sebagai parasit sejati (parasit obligat) di dalam sel jasad lain dan
bersifat patogen. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel binatang dan
manusia. Oleh karena itu bakteri kelompok ini merupakan penyebab penyakit, yang
biasanya ditularkan oleh vektor serangga. Contoh: Rickettsia prowazekii, Chlamydia
trachomatis, Coxiella burnetii.
d. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma disebut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Cirinya yaitu tidak mempunyai dinding sel, atau merupakan bentuk L dari bakteri sejati (Eubakteria) atau bentuk speroplas sel eubakteria, sehingga sifatnya mirip bakteri sejati. Mycoplasma berukuran 0,001-7μ . Umumnya lebih besar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. Ukuran koloni mencapai 10-600μNOSelnya berbentuk kokus, filamen, roset, dan sangat pleomorfik. Selnya dapat memperbanyak diri dengan pembelahan biner, fragmentasi, dan perkecambahan. Cara hidupnya sebagai saprofit atau patogen. Contoh: Mycoplasma mycoides, M. homonia, M. orale, Acholeplasma, Spiroplasma. Bakteri bentuk L atau bakteri dalam bentuk protoplas, tidak berdinding sel. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau dibuat. Contohnya
(a) Mycobacterium tuberculosis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditambah lisosim serta EDTA,
(b) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G.
e. Bakteri anaerobik anoksigenik fototrofik (grup1) Bakteri ini mempunyai ciri berpigmen fotosintetik. Ada yang berbentuk kokus, batang, dan lengkung. Berdasarkan sifat fisiologinya dapat dibagi menjadi: 1. Familia Thiorhodaceae (bakteri sulfur ungu). Contoh: Thiospirillum sp., Chromatium sp.
2. Familia Athiorhodaceae/Rhodospirillaceae (bakteri sulfur non-ungu). Contoh:
Rhodospirillum, Rhodopseudomonas.
3. Familia Chlorobiaceae (bakteri sulfur hijau). Contoh: Chlorobium,
Chloropseudomonas, Chlorochromatium.
f. Bakteri aerobik oksigenik fototrofik: Cyanobacteria (grup 20)
Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. Sifatnya yang mirip
bakteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks, tidak berdinding inti, tidak ada
mitokondria dan kloroplas. Sifatnya yang berbeda adalah dapat berfotosintesa mirip
tumbuhan tingkat tinggi, dan menghasilkan O2.
Bakteri ini mempunyai klorofil a dan fikobilin (fikosianin dan fikoeritrin). Bentuk
selnya tunggal (uniselular), koloni, dan benang-benang (filamen). Selnya dapat bergerak
meluncur tetapi sangat lambat (250 μ per menit), meskipun tidak berflagela. Cara
hidupnya bebas, dan berasosiasi simbiosis. Umumnya dapat menambat nitrogen dari
udara, dan bersifat fotoautotrof obligat. Contoh: Gloeobacter, Gloeocapsa, Dermocarpa,
Spirulina, Nostoc, Anabaena, Oscillatoria, Calothrix, Cylindrospermum. Anabaena
azollae dapat bersimbiosis dengan tanaman paku air Azolla sp. dan Nostoc bersimbiosis
dengan jamur membentuk Lichenes.

D. Virus
Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) bakteri. Ukuran
29 virus umumnya 0,01-0,1 μ. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa.
Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Sifat-sifat virus yang penting antara lain:
1. Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA
2. Untuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja
3. Virus tidak dapat tumbuh atau membelah diri seperti mikrobia lainnya.
Virus memiliki sifat-sifat khas dan tidak merupakan jasad yang dapat berdiri
sendiri. Virus memperbanyak diri dalam sel jasad inang (parasit obligat) dan
menyebabkan sel-sel itu mati. Sel inang adalah sel manusia, hewan, tumbuhan, atau pada jasad renik yang lain. Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan
mempengaruhi sel-sel sehat yang ada didekatnya, dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel (becak-becak daun, becak-becak nekrotik dan sebagainya.
E. FUNGI (JAMUR)
Di dalam dunia mikrobia, jamur termasuk divisio Mycota (fungi). Mycota berasal
dari kata mykes (bahasa Yunani), disebut juga fungi (bahasa Latin). Ada beberapa
istilah yang dikenal untuk menyebut jamur, (a) mushroom yaitu jamur yang dapat
menghasilkan badan buah besar, termasuk jamur yang dapat dimakan, (b) mold yaitu
jamur yang berbentuk seperti benang-benang, dan (c) khamir yaitu jamur bersel satu.
Jamur merupakan jasad eukariot, yang berbentuk benang atau sel tunggal,
multiseluler atau uniseluler. Sel-sel jamur tidak berklorofil, dinding sel tersusun dari
khitin, dan belum ada diferensiasi jaringan. Jamur bersifat khemoorganoheterotrof
karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. Jamur memerlukan oksigen
untuk hidupnya (bersifat aerobik).
Habitat (tempat hidup) jamur terdapat pada air dan tanah. Cara hidupnya bebas
atau bersimbiosis, tumbuh sebagai saprofit atau parasit pada tanaman, hewan dan
manusia.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1. Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme
2. Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan membuat serum rabies Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia.
3. Dunia mikroorganisme terdiri dari 5 kelompok organisme, yaitu
a. bakteri,
b. protozoa,
c. virus,
d. algae,
e. cendawan
Continue Reading
Powered by Blogger.

Entri Populer

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger