Mutiara Hikmah :
http://picasion.com/

Menjajal Thailand Part 4

Sunday, July 23, 2017 | 2comments


Setelah Seharian konferensi, esoknya saya pun akan menjutkan perjalanan dengan mngunjungi 2 kampus hebat di Thailand yaitu Mahidol University dan Chulalangkorn University,
yang pertma saya kunjungi adalah Facultyof Science, Mahidol Univ, Karena dekat dengan apratemen. cukup 4 menit hanya dengan berjalan kaki. Tujuan saya kesini lebih tept nya ingin mengetahui gimana proses kegiatan belajar mahasiswa thailand khusunya biologi, siapa tahu bisa lanjut lagi kuliah di luar negeri untuk jenjang Doktor.
fakutasnya cukup besar, dengan berbagai laboratorium yang mendukung. terasa begitu asri dan nyaman berada di kampus ini.






 Untuk biologi sendiri masih dalam satu jurusan, berada di lantai 4. gedung ujung jika berada di pintu keluar Fakultas.
saya pun mencoba melihat bebrapa publikasi yang telah dipublikasi diberbagai jurnal internasional yang terindeks scopus.

 setelah puas menjajal kampus ni, saya pun menajutkan perjalanan ke kampus pertama yang di buat di thailand, yaitu Chulalangkorn University.
hanya bayar 100 bath menggunakan ojek dari tempat awal.
sesampai dikampus ini, sudah disapa dengan bangunan khas ala kerajaan thailand. masih asri dan lapangannya begitu luas.
saya berjalan kaki mneyusuri fakultas kampus, dan tak lain lagi-lagi saya inigin tahu jurusan biologi di kampus ini. kampus ini cukup besar dengan desain campuran ala modern.











Continue Reading

Menjajal Thailand Part 3

| 1comments


Setelah puas menjelajahi pesona Temple di Bangkok sayapun melanjutkan perjalanan ke pusat pasar terbesar se-Asia Tenggara yaitu Chatchucat Market dan Ananta Semakhorm Thorne Hall.
jalan yang dilalui dan mudah yaitu tinggal menggunaka BTS dan nunggu bentar sudah sampai ke tujuan. Saya hanya bayar 42 bath, lebih murah jika dibandingkan menggunakan Grab.


Lnjut menjajal pasar yang katanya lebih murah di bandingkan pasar yang ada di Indonesia. Saya pun mencoba masuk lebih dalam melihat segala pernak-pernik, pakaian dan apapun jua ahahaha,,,disini kita bisa nawar sepuasnya,,,meskipun pakai bahasa inggris mereka (Penjual) gak begitu paham, solusinya saya kadang minta di tuilisn atau saya gunakan body language untuk dapat tahu harga yang di berikan.

Saya lebih enak beli pernak-pernik yang penting ada logo atau tulisan thailandnya ahaha,,kalau beli yang lain takutnya bagasi gak muat dan bikin berat pas pulang, jadi belinya apa yang simple dan enak dipandang dan berguna untuk jangka panjang.
Berada di pasar ini, saya mengingatkan pada pasar Sunmor yang tiap hari minggu buka di Yogyakarta. Namun bedanya disini lebih murah dan gak boleh merokok sehingga lingkungannya masih bersih.



Setelah puas melihat memanjakan mata dengan pernak-pernik yang ada, saya pun lanjut ke destinasi selanjutnya yaitu bangunan lama berastitekktur eropa yaitu Ananta Semakorm Throne Hall.
saya menggunakan grab biar lebih mudah, karena bus yang langsung menuju tujuan gak ada jadi ya biar hemat langsung saja pakai Grab.


 Bangunan ini terdiri dari dau bangunan utama yaitu candi yang berada di dekat pintu masuk dan Banguan bergaya eropa.
saya gak sempat masuk kedalam bangunan itu karena banyak sekali pengunjung sehingga antrinya lama dan panasnya minta ampun.




sekitar 40menitan saya pun balik dari tempat ini, karena belum melaksanakan sholat dhuhur,  saya pun mencari mushola atau masjid terdekat via Aplikasi Muslim Pro yang sudah di download. Namun hasilnya gak ada yang dekat, rata-rata lebih dari satu kiloan. Apapun daya tak sampai, akhirnya sayapun sholat sekitaran jalan raya umum, tapi agak sepi karena dekat jalan setapak. Sya menemukan tempat wudhu sehingga gak jauh dari sana saya bisa solat dhuhur meskipun agak mendekati solat asar. saya menggunakan kusi yang panjang dan jaket sebagai sajadah.
alhamdulillah saya bisa melaksanakan dengan segera, hidup di negeri minoritas itu kadang susah nyari makanan halal apalgi tempat ibadah.



selese solat, saya pun melanjutkan perjalan balik ke apartemen untuk mandi dan solat asar.
Dari sinilah saya akan melanjutkan perjalanan untuk ke Kota Pattaya, kurang lebih 140 km dari kota bangkok untuk mengikuti konferensi.
Saya terlebih dahulu charge HP biar gak lowbatt di tengah perjalanan. sembari ngecas sayapun mempersiapkan segala dokumen dan memperbaiki PPT yang akan di presentasikan.
pas selse isya saya berangkat k trerminal ekkamai menuju pattaya.

Ongkos dari ekkamai -pattaya adalah 108 bath. lumayan murah jika di bandingkan menggunakan bus atau grab.
saya memilih ini biar lebih hemat sekaligus biar bisa lebih menikmati suasana perjalanan.
kurang lebih 3 jam perjalanan untuk bisa sampai ke kota Pattaya. saya menghabiskan sebagaian waktu di bis sambil dengerin musik lalu tertidur dengan pulas.
Sekitaran jam 11.45 pm saya sudah sampai ke Pattaya.
dari terminal saya menggunakan ojek menuju lokasi konferensi, bayarnya cuma 80 bath padhal cukup dekat ahaha... saya lama nawarnya dan susah juga ngertinya mengenai lokasi yang dituju padahal sudahpakai bahasa thailand dan inggris. sabar...sabar..
saya sampai lokasi acara pas hujan dengan lebat, jadi ya sudahlah saya minta diturunin ke tempat bertedeuh trerdekat.
suasananya begitu ramai dengan lalu lalang cewek atauy cowok ahahah karena di kota ini kita gak bisa bedakan dia cewek kalo gak diajak ngobrol ahaha.

lama sekali hujan berhenti, sekitaran satu jam baru agak reda. sayapun mencoba menjelajah kota pattaya  dan sambil mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat subuh.
setelah solat subuh di majid A-thoilah saya kembali lagi ke tempat konferensi.
dari sinilah saya akan memperesentasikan hasil penetlitian yang dilakukan.
kegiatan konferensi di mulai jam 9 am sampai dengan jam 2 pm.












senang sekali bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan para peserta yang berasal dari berbagai negara.
suatu hari nanti bisa seperti para Prof dan Dosen senior.

saya balik ke terminal yang sebelumnya saya jamaq sholat duhur dan magrib di lokasi acara sebelum balik k bangkok

                                                             gbr. Bus terminal pattaya
                                         gbr, Tiket Bus Pattaya- Bangkok (108 Bath)

                                    suasana perjalanan menuju kota bangkok


Continue Reading

Menjajal Thailand Part 2

Friday, July 21, 2017 | 1comments

Kali ini saya lanjutkan cerita perjalanan dari KLIA, kuala lumpur malaysia ke Suvarnabhumi, Bangkok Thailand.
Setelah sholat subuh di mushola lantai 3 bandara,  KLIA saya kemudian langsung check in untuk persiapan keberangkatan menuju thailand. saya menggunakan maskapai Thai Airways.
cek in gak begitu lama kemudian dilanjutkan urusan imigrasi dan menuju gate pintu keberangkatan.
saya berangkat jam 8 nyampai thailand jam10 an lebih waktu thailand.

 Sama saja lagi-lagi antri lagi untuk Urusan imigrasi.
sabar bro bentar lagi kita akan menjelajah negeri gajah putih.
setelah beberapa lama, sayapun dapat giliran untuk cap stempel pasport.
baru kemudian cari bagasi dan siap-siap ke apartement temanku.
tapi sebelumnya saya beli free akses paket data  (2GB) seharga 299 bath untuk memenuhi segala kegiatanku.



Saya kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan airportlink yang menghubungkan langsung k kota bangkok. saya turun di pay thai stasiun. dari sini saya kemudian naik ojek menuju aparteman temanku dipusat kota thailand, dekat dengan Fakultas Science, Mahidol University.


dari kosan temanku saya iseng-iseng saja mau mencari pesona indah Thailand, saya pun memesan grab via aplikasi dan langsung meluncur ke Istana Raja atau yang dikenal dengan The Grand Palace, kemudian berlanjut Wat Pho dan Wat arun.




Continue Reading

Menjajal Thailand Part 1

| 1comments

Kali ini saya kan bercerita mengenai kegiatan Internatioanl Forum. Kegiatan ini merupakan kali ke 4 dalam mengikuti kegiatan forum internasional, yang sebelumnya di laksanakan di Malaysia dan Singapura.
Saya akan mempresentasikan hasil penelitian yang telah dilakukan selama mengikuti program Pascasarjana S2 Biologi UGM.
Saya berburu tiket untuk ke Thailand sangat mepet dengan hari keberangkatan, karena masih belum fix jadwal dari penyelanggara kegiatan. Tepatnya pada hari Jumat sore saya berangak dari Yogyakarta menuju Kuala  Lumpur, Malaysia. Sebelumnya saya terlebih dahulu menukar uang Indonesia kedalam mata uang Ringgit dan Thailand Bath.
Perlu diperhatikan jika berpergian ke luar negeri harus menggunakan passport dan visa yang akan diperiksa oleh pihak imigrasi sebelum masuk ke ruang tunggu keberangkatan.




Saya menggunakan maskapai Air Asia terbang dari Kota Pelajar ke Pusat Kota Malaysia. Penerbangan langsung dari Yogyakarta ke Bangkok gak ada, dan harus transit. Ada beberapa opsi untuk terbang ke Bangkok, mau transit yang di Bandara Soekarno Hatta atau Changi atau Kuala lumpur. Nanti baru kemudian dilanjutkan menuju kota Bangkok dengan opsi bandara Suvarnabhumi (BKK) atau Don Muang (DMG).
Saya berangkat pas pukul 19.00 pm dan samapai Malaysia sekitaran jam 21.50 pm waktu Malaysia. Berhubung pada penerbangan ini ada gangguan cuaca jadinya agak molor dari pemberangkatan sebenarnya.



Nyampai Malaysia masih antri lama untuk proses imigrasinya.. Harus antri dengan sabar, karena banyak sekali para pendatang yang berlibur ke negeri itu jadinya antri hampir 1 jam. Lumayan lama dan siap-siap berdiri dengan kuat. Setelah cukup lama ngantri, akhirnya saya pun dapat giliran maju sambil menyerahkan passport, ditanya kapan balik dan ngapain ke Malaysia kemudian ambil foto, selsai. Tinggal keluar cari bagasi yang berada di pintu keluar Bandara.


Baru kemudian saya pergi mencari musholla sekitaran bandara untuk menjamaq sholat yang blum sempat saya kerjakan yaitu solat magrib dan isya. Mushollanya cukup rapi dan bersih meskipun berdekatan dengan toilet, dan terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Setelah selesai melaksanakan sholat baru kemudian makan, karena perut sudah mulai keroncongan. Saya sudah persiapkan bekal dan minuman sebelum saya berangkat dari Indonesia. 
Salah satu yang mudah diakses gratis di setiap bandara Internasional tak lain adalah WIFI. Saya mengandalkan itu untuk cek email dan browsing data.

Saya pun mencari informasi terkait penerbangan dari Malaysia ke Bangkok, Thailand yang berada di KLIA Pusat.
Saya mengunakan tiket ekspres dengan hanya membayar 2 ringgit malaysia untuk k KLIA pusat dari KLIA 2.




INGAT!!!!!
Kalo sungkan untuk bertanya mau kemana tujuan maka pergunakanlah google maps dengan mengandalkan wifi gratissss.


                                                   *terlihat suasana masih sepi



Selanjutnya....
http://rizalsuhardieksakta.blogspot.co.id/2017/07/menjajal-thailand-part-2.html




Continue Reading

Sinopsis Children Of Heaven

Tuesday, June 6, 2017 | 1comments

Judul Film: Children Of Heaven
Tokoh Utama
– Zahra
– Ali (kakak Zahra)
Film ini menceritakan tentang derita keluarga miskin ini sangat menyentuh perasaan. Saya yakin banyak yang menangis ketika melihat film ini, jadi sebaiknya sebelum menonton, siapkan tissue atau sapu tangan, atau serbet makan, he..he… 😉




SINOPSIS
Film ini mengambil latar di negara Timur Tengah, negara Iran tepatnya (namun bukan di kotanya, melainkan di daerah pinggiran) dengan setting waktu sekitar tahun 1997-an.  Diawali dengan tukang sol yang sedang memperbaiki sepatu butut berwarna pink, yang merupakan sepatunya Zahra, adik Ali. Sekalian berbelanja di pasar, Ali mengambil sepatu pink tersebut, namun sayang ketika sedang berbelanja kentang di sebuah toko, sepatu yang disisipkan di antara sela-sela dagangan toko tersebut diambil oleh seorang pemulung bergerobak (dengan meminta izin empunya toko). Ali bingung ketika mendapati tidak ada lagi sepatu adiknya yang telah dijanjikan akan dia bawa pulang untuk dipakai sekolah keesokan harinya.
Karena takut akan kemarahan ayah dan ibunya, serta tidak ingin menambah beban keluarga, Ali meminta adikknya, Zahra, agar tutup mulut. Ali berjanji akan mencari sepatu tersebut sampai dapat. Namun sampai malampun tidak diketemukannya, sampai akhirnya Ali dimarahi oleh ayahnya. Dimarahi bukan karena menghilangkan sepatu (karena ayahnya tidak tahu) melainkan karena meninggalkan ibunya bekerja sendirian.
Banyak hal yg perlu di jadikan contoh atau teladan yaitu Ketika ayahnya sedang memecah gula (dalam film ini gulanya berupa gula batu yang nantinya akan digunakan untuk minum dalam pengajian di masjid), terlihat betapa keluarga tersebut sangat menjaga amanah, ketika sedang kekurangan gula mereka tidak mau mengambil secuil gulapun dari situ.
Sambil belajar, kedua anak itu memikirkan bagaimana caranya mereka berdua dapat bersekolah dengan menggunakan sepatu keesokan harinya, sebagai gambaran, si Zahra masuk sekolah pagi dan si Ali masuk sekolah siang. Selisih waktu antara selesainya kelas Zahra dan masuknya kelas Ali tidak banyak, diputuskan untuk saling bergantian memakai sepatu Ali yang masih ada, dipakai Zahra paginya, ketika pulang Ali akan menanti di gang untuk bergantian sepatu dan berlari sekuat tenaga ke sekolah agar tidak terlambat.
Suatu hari Zahra melihat sepatunya dikenakan oleh seorang gadis cilik adik kelasnya, kemudian terus-terusan diikutinya gadis cilik bersepatu pink tersebut sampai ke depan sebuah rumah. Lalu, bersama dengan Ali didatanginya rumah gadis cilik tersebut, namun betapa ketika dilihatnya sang ayah dari si gadis cilik tadi buta dan masih bekerja sebagai pengasong, maka keduanyapun kemudian mengikhlaskan sepatu tersebut.
Malamnya, malam Ju’m’at, ada acara pengajian di masjid. Ayahnya Ali dipinjami seperangkat alat-alat pertamanan yang dapat digunakannya untuk merawat tamanan di rumah orang-orang kaya di kota oleh temannya. Paginya, hari Ju’m’at merupakan hari libur di negara tersebut, ayah Ali dan Ali menuju ke kota untuk menawarkan jasa pemeliharaan taman. Setelah memutari kompleks perumahan elit, dan dengan kecerdasan Ali serta sedikit keberuntungan ada seorang kakek dengan cucunya yang menggunakan jasa perawatan taman kedua ayah beranak tersebut. Dan keduanya awalnya dipanggil bukan karena sisi kakek sedang ingin merawat tamannya, tapi lebih karena si cucunya tersebut meminta agar bisa bermain dengan Ali. Dan merekapun mendapatkan bayaran yang melebihi bayangan mereka sebelumnya.
Namun malang tak bisa ditolak, ketika pulangnya, sepeda yang mereka naiki blong remnya, dan jatuhlah mereka dengan luka yang lumayan serius pada sang ayah, sedangkan Ali cukup baik-baik saja.
Suatu hari di sekolah Ali diadakan pendaftaran untuk lomba lari jarak jauh dan juara ketiga dari lomba tersebut akan mendapatkan sebuah sepatu sneaker yang Ali idam-idamkan akan diberikan kepada adiknya. Ali berusaha ikut walaupun pendaftarannya telah ditutup, setelah membujuk dan menunjukkan kemampuannya berlari akhirnya Ali-pun diterima oleh guru olahraga untuk ikut serta didaftarkan.
Pada hari pertandingan, ternyata tidak semudah itu untuk menjadi juara ketiga, namun berbekal tiap hari Ali harus lari pulang pergi sekolah (karena mengejar waktu agar tidak telat karena harus bergantian sepatu dengan adiknya), dapatlah Ali menjadi lima pelari pertama. Bahkan sempat menjadi yang pertama, saat sadar tidak ada orang didepannya, Ali melambatkan larinya agar menjadi juara ketiga. Ketika disalip oleh beberapa pelari lainnya, Ali sempat jatuh karena disenggol pelari lain tersebut, Ali tidak mau menyerah dan bangkit dan mengejar terus, sampai akhirnya finish di urutan pertama dengan selisih yang sangat tipis dengan urutan kedua dan ketiga. Saat penyerahan hadiah, Ali malah menangis, terbayang wajah kekecewaan adiknya (karena juara pertama hadiahnya bukanlah sepatu sneaker), tapi hanya berupa sebuah piala (penghargaan).
Di lain tempat pada saat yang sama, diperlihatkan ayah Ali sedang berbelanja ke pasar dengan menggunakan sepedanya, terlihat dalam bungkusan membawa dua pasang sepatu berwarna putih dan pink untuk kedua anaknya.
Saat Ali sampai di rumah, adiknya telah menunggu namun Ali tidak berkata apa-apa. Dalam keadaan kakinya yang mengelupas, dimasukkannya kakinya dalam kolam ikan di depan kontrakannya, dan sang ikanpun secara ajaib mengerubungi kaki Ali tersebut. Ali sedih karena gagal mendapatkan sepatu yang akan diberikan pada adiknya.
Continue Reading
Powered by Blogger.

Entri Populer

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger