Mutiara Hikmah :
http://picasion.com/
Showing posts with label Fisiologi Hewan. Show all posts
Showing posts with label Fisiologi Hewan. Show all posts

Studi: Biarkan Bayi Menangis di Malam Hari

Friday, September 14, 2012 | 0 comments

 Bayi menangis.(Andrew Wong/Getty Images)Liputan6.com, Sydney: Kaum ibu biasanya tak tega meninggalkan bayinya yang menangis di malam hari. Padahal membiarkan bayi menangis dalam waktu singkat daripada menghiburnya tidak akan bermasalah.


Bahkan para ilmuwan mengatakan, orangtua dan bayi akan tidur lebih lama dan berakhir dengan berkurangnya stres. Demikian isi dari hasil penelitian yang yang dipublikasikandi jurnal Pediatrics pada Senin (10/9).

Para peneliti Australia mengklaim bahwa daripada selalu membuat bayi nyaman, ibu dan ayah harus mengikuti teknik-teknik tertentu yang mengajarkan mereka untuk menenangkan diri sendiri.

Ini termasuk orangtua 'mengendalikan menangis' dengan menunggu dalam waktu tertentu dalam menenangkan anak. Pada malam pertama mungkin awalnya setiap dua menit, dan meningkat sampai lima menit untuk kedua kalinya, sepuluh menit untuk ketiga kalinya dan seterusnya sampai bayi belajar untuk menyelesaikan sendiri.

Metode lain dari para peneliti yang ditemukan efektif adalah 'kemping'. Kaum ibu duduk di kursi di sebelah tempat tidur bayi dan perlahan selama beberapa minggu memindahkan kursi sampai mereka berada di luar ruangan dan bayi tertidur sendiri.

Para akademisi dari Universitas Melbourne telah menemukan cara itupada akhirnya membuat bayi dan orangtua tidur lebih lama.

Para peneliti juga mengklaim bahwa membiarkan bayi menangis untuk waktu yang singkat tidak akan mengganggu kesehatan mental atau perilaku dalam jangka panjang.

Dan meskipun bukti lain menunjukkan bayi yang dibiarkan menangis menjadi stres, para ilmuwan mengatakan secara meyakinkan bahwa hal itu tidak menimbulkan gangguan dalam jangka panjang.

Penelitian ini hanya melibatkan bayi yang setidaknya berusia tujuh bulan. Beberapa ahli percaya Anda jangan meninggalkan bayi yang sangat muda menangis.

"Orangtua yang mencari bantuan, teknik seperti menghibur, mengendalikan, dan 'kemping' itu bekerja dan aman untuk digunakan, sehingga keluarga dapat benar-benar merasa nyaman menggunakan cara itu," kata Penulis utama Dr Anna Price.

Tapi Ia menekankan, orangtua seharusnya tidak hanya menutup pintu kamar tidur dan membiarkan bayi menangis sepanjang malam, dan hanya memeriksa keesokan harinya.

"Ini sangat menyedihkan bagi orangtua. Ini sulit dilakukan. Kami tidak merekomendasikan hal ini".

Penelitian itu diikuti 326 anak-anak Australia dari usia tujuh bulan sampai enam tahun. Hanya setengah orangtua yang belajar menggunakan teknik tidur dengan mengontrol nangis dan kemping.

Selanjutnya enam peneliti melakukan sejumlah tes untuk melihat perilaku anak, pola tidur dan hubungan dengan orangtua mereka.

Menariknya, mereka yang ditinggalkan saat menangis cenderung kurang mengalami masalah perilaku. 12 Persen memiliki masalah dibandingkan 16 persen dari mereka yang menghibur.

Para peneliti juga membandingkan tingkat depresi usai melahirkan di antara ibu memiliki dua anak pada penelitian yang dipublikasikan pada 2010. Hasilnya, ibu yang meninggalkan bayinya menangis 40 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi dan stres kedua orangtuanya berkurang.(dailymail/Foxnews/MEL)
Continue Reading

Racun Laba-laba Bisa Menjadi Viagra Masa Depan

| 0 comments



KOMPAS.com - Seekor laba-laba yang dikenal dengan laba-laba pisang diketahui memiliki racun yang sangat berbahaya. Namun, pada saat yang sama, racun laba-laba ini potensial mengobat gangguan ereksi pria.

Laba-laba yang dimaksud merupakan jenis Phoneutria nigriventer, anggota dari keluarga Ctenidae. Laba-laba ini berasal dari Afrika Selatan namun menyebar seiring penyebaran pisang yang menjadi relung habitatnya.

Diketahui sebelumnya, gigitan laba-laba jenis ini bisa menyebabkan sesak napas, tremor, air liur berlebihan, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian jika jumlah racun yang masuk cukup besar.

Akibat lain, seperti yang terungkap berdasarkan hasil penelitian, racun laba-laba ini dapat menyebabkan priapism, ereksi berkepanjangan yang dapat merusak jaringan penis secara permanen.

Karena bisa menyebabkan ereksi berkepanjangan, peneliti bertanya-tanya apakah racun ini juga bisa mengatasi masalah ereksi pria, seperti halnya Viagra, Levitra dan Chialis yang beredar saat ini.

Kenia P. Nunes PhD dan rekannya mencoba mengujicobakan racun laba-laba itu pada tikus. Hasilnya, racun tersebut memang terbukti mengobati gangguan ereksi yang dialami oleh tikus yang sudah tua.

Racun laba-laba tersebut bernama PnTx2-6. Dilaporkan National Geographic, Senin (10/9/2012), racun laba-laba itu mengobati ereksi dengan memicu pelepasan nitrit oksida yang merelaksasi dinding pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah di area penis.

Hasil riset ini dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine. 

Continue Reading

Saya Cinta Kamu dalam 100 bahasa

Wednesday, September 12, 2012 | 0 comments

Afrika – Ek het jou lief
Albania – Te dua
Arab – Ana behibak (kepada pria)
Arab – Ana behibek (kepada wanita)
Armenia – Yes kez sirumen
Bambara – M’bi Fe
Bengali – Ami tomake bhalobashi (dibaca: Amee toe-ma-kee bhalo-bashee)
Belanda – Ik hou van jou
Belarusia – Ya tabe kahayu
Bisaya – Nahigugma ako kanimo
Bulgaria – Obicham Te
Cina Canton – Ngo oiy Ney a
Cina Mandarin – Wo ai ni
Catalan – T’estimo
Cherokee – Tsi Ge yu i
Cheyenne – Ne mohotatse
Chichewa – Ndimakukonda
Corsica – Ti tengu caru (to male)
Creol- Mi aime jou
Ceko – Miluji Te
Denmark – Jeg Elsker Dig
Esperanto – Mi amas vin
Estonia – Ma armastan Sind
Ethiopian – Afgreki’
Faroese – Eg elski teg
Farsi- Doset daram
Filipina – Mahal kita
Finnish – Mina rakastan sinua
Frisian – Ik hâld fan dy
Gaelic – Ta gra agam ort
Georgia – Mikvarhar
Greek – S’agapo
Gujarati – Hoo thunay prem karoo choo
Hiligaynon – Palangga ko ikaw
Hawai -Aloha Au Ia`oe
Hebrew – “Ani ohev otcha” (kepada pria dikatakan oleh pria), “Ohevet
ot’cha” (kepada pria dikatakan oleh wanita)
Hebrew – “Ani ohev otach” (kepada wanita dikatakan oleh pria), “Ohevet
Otach” (kepada wanita dikatakan oleh wanita)
Hiligaynon – Guina higugma ko ikaw
India – Hum Tumhe Pyar Karte hae
Inggris – I love you
Hmong – Kuv hlub koj
Hopi – Nu’ umi unangwa’ta
Hungaria – Szeretlek
Icelandia – Eg elska tig
Ilonggo – Palangga ko ikaw
Indonesia – Aku cinta kamu
Inuit – Negligevapse
Irish – Taim i’ ngra leat
Italia – Ti amo
Jepang – Aishiteru atau anata ga daisuki desu
Jerman – Ich liebe dich
Jerman-Swiss – Ich lieb Di
Kamboja – Soro lahn nhee ah
Kannada – Naanu ninna preetisutene
Kapampangan -Kaluguran daka
Kiswahili- Nakupenda
Konkani – Tu magel moga cho
Korean – Sarang Heyo atauNanun tangshinul sarang hamnida
Kroasia -Volim Te
Latin – Te amo
Latvia – Es tevi milu
Libanon -Bahibak
Lithuania – Tave myliu
Luxembourg – Ech hun dech gäer
Macedonia -Te Sakam
Malaysia – Saya cintakan mu atauAku cinta padamu
Malayalam – Njan Ninne Premikunnu
Maltese -Inhobbok
Marathi – Me tula prem karto
Mohawk (Suku Indian)– Kanbhik
Maroko – Ana moajaba bik
Nahuatl – Ni mits neki
Navaho -Ayor anosh’ni
Norwegia – Jeg Elsker Deg
Pandaca -Syota na kita!
Pangasinan -Inaru Taka
Papiamento – Mi ta stimabo
Persia – Doo-set daaram
Pig Latin – Iay ovlay ouyay
Polandia – Kocham Ciebie
Portugis – Eu te amo
Prancis – Je t’aime, Je t’adore
Rumania – Te iubesc
Russia – Ya tebya liubliu
Scot Gaelic-Tha gra\dh agam ort
Serbia – Volim te
Setswana -Ke a go rata
Sindhi- Maa tokhe pyar kendo ahyan
Sioux – Techihhila
Slovak – Lu`bim ta
Slovenian – Ljubim te
Spanyol – Te quiero atauTe amo
Swahili -Ninapenda wewe
Swedia – Jag alskar dig
Suriname – Mi lobi joe
Tagalog – Mahal kita
Taiwan -Wa ga ei li
Tahitian – Ua Here Vau Ia Oe
Tamil – Nan unnai kathalikaraen
Telugu – Nenu ninnu premistunnanu
Thailan – Chan rak khun (kepada pria)
Thailan – Phom rak khun (kepada wanita)
Thailan (informal) – Rak te
Turki -Seni Seviyorum
Ukrainia – Ya tebe kahayu
Urdu – mai aap say pyaar karta hoo
Vietnam – Anh ye^u em (kepada wanita)
Vietnam – Em ye^u anh (kepada pria)
Welsh -’Rwy’n dy garu di
Yiddish – Ikh hob dikh
Yoruba – Mo ni fe 
Continue Reading

Khasiat Minum Teh Setiap Pagi

| 0 comments



Konsumsi teh secara rutin untuk menyehatkan otak.  

Konsumsi teh secara rutin untuk menyehatkan otak.  
VIVAlife - Sudah menyanding secangkir teh pagi ini? Jika belum, segera seduh dan menikmatinya untuk mengawali hari Anda. Konsumsi teh secara rutin, ternyata tidak hanya menyehatkan jantung, tapi juga meningkatkan memori otak. Demikian hasil penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan di China.

Mereka menemukan jika sifat-sifat kimia pada teh dapat menjaga kesehatan sel otak, dan tentu saja meningkatkan kerja dalam merekam memori dengan sangat baik.

Pemimpin studi, profesor Bai Yun dari Third Military Medical University, Chongqing, China mengatakan: "Selama ini, kandungan pada teh selalu dihubungkan dengan penyakit kardiovaskuler, tapi nyatanya sifat teh juga memberi pengaruh baik pada mekanisme seluler otak."

Salah satu kandungannya, yakni Epigallocatechin Gallate (EGCG) yang bersifat antioksidan pun dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan mempengaruhi sistem kerja sel neuron. "Fokus penelitian kami memang pada hippocampus, bagian dari otak yang memproses informasi jangka pendek ke memori jangka panjang," papar Bai seperti dikutip Daily Mail. 

ECGC pada teh meningkatkan produksi sel-sel progenitor saraf, yakni sel induk yang dapat beradaptasi dengan berbagai jenis sel lain. Penelitian ini dilakukan pada dua kelompok tikus, salah satunya yang diberikan ECGC.

"Tikus-tikus ini dilatih selama tiga hari untuk menemukan platform yang terlihat dalam labirin. Kemudian mereka dilatih selama tujuh hari untuk menemukan platform yang tersembunyi."
Menurut tim penelitian, pada tikus yang telah diberikan ECGC, mereka hanya memerlukan sedikit waktu untuk menemukan platfort yang tersembunyi. Ini karena mereka lebih cepat belajar untuk mengenal obyek.
"Dalam hal ini EGCG, terbukti membantu memerangi penyakit degeneratif dan kehilangan memori." (ren)
Continue Reading

Omega-3 Tingkatkan Kemampuan Membaca

| 0 comments


Minyak ikan, salah satu suplemen omega-3. (healthjockey.com)
VIVAlife - Kemampuan otak dapat ditingkatkan melalui asupan omega-3. Ini benar. Bahkan, nutrisi ini juga dapat mengatasi keterbatasan kemampuan membaca yang buruk pada anak. Para ilmuwan di Oxford University melakukan penelitian pada 362 anak berusia tujuh hingga Sembilan tahun. Mereka diberikan 600 mg omega-3 selama 16 minggu.

Nyatanya, suplemen asam lemak yang dihasilkan dari makanan laut dan ganggang ini terbukti dapat mempengaruhi kinerja otak. Mereka yang sebelumnya memiliki kesulitan dalam membaca, meningkat kemampuan membacanya, setelah tiga minggu mengkonsumsi omega-3. Perubahan ini lebih cepat, dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan suplemen placebo.

Dr Alex Richardson, peneliti senior dari Centre for Evidence-Based Intervention di  Oxford University mengatakan: "Hasil penelitian kami menunjukkan konsumsi suplemen omega-3 secara rutin, dapat meningkatkan kinerja otak, terutama kemampuan untuk membaca. Selain itu, secara keseluruhan dapat membantu anak-anak mengejar ketinggalan pelajaran, dengan kelompok sebaya mereka."
Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan jika diet omega-3 yang dilakukan pada anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian, juga menunjukkan hasil positif, sama seperti kemampuan anak-anak pada umumnya.
Nah, apakah Anda juga sudah memenuhi kebutuhan nutrisi omega-3 pada si kecil?
Continue Reading

Spesifikasi Pesawat Mata-mata Militer RI

| 0 comments


Model pesawat Tanpa Awak (UAV) jenis Alap-Alap Double Boom
Model pesawat Tanpa Awak (UAV) jenis Alap-Alap Double Boom

VIVAnews - Bentuk pesawatnya kecil, ramping, bentang sayapnya kurang dari 4 meter, juga tak berawak. Namun, pesawat ini mempunyai peranan besar bagi pertahanan Indonesia, untuk melakukan misi pengintaian.
Indonesia sebentar lagi mempunyai pesawat pengintai tanpa awak (unmanned aerial vehicle) yang dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 
Saat ini sudah BPPT sudah membuat lima buah pesawat tanpa awak. Tiga merupakan pesawat tanpa awak untuk survei pengamatan wilayah, sedangkan dua jenis lainnya pesawat tanpa awak untuk pengintaian.
Pesawat tanpa awak ini didesain dengan konsep autopilot dan autonomous. Pesawat ini secara bergerak otomatis melalui kendali Ground Control System (GCS) dan jalur yang dilalui oleh pesawat juga terkendali.

"Jadi ini terkendali, pesawat nggak bisa kemana-mana, sesuai dengan kendali program di GCS," jelas Agus Suprianto,  staff engineering Unit Kerja Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT di Jakarta, Rabu 12 September 2012.

Varian pesawat tanpa awak yang dikembangkan BPPT yaitu Alap-Alap Double Boom dan Sriti. Keduanya secara fisik lebih kecil dibandingkan pesawat tanpa awak untuk kepentingan survei pemetaan dan kemampuan tinggi terbang maksimumnya juga lebih rendah dari pesawat survei pengamatan.

"Pesawat pengintai mampu terbang 7.000 kaki, agar lebih jelas dalam meningkatkan performa fokus pengintaian pembajakan ilegal logging, pembajakan kapal, jadi lebih ke teknologi pertahanan," tambah Agus.

Untuk memotret obyek pengintaian, pesawat khusus ini dilengkapi dengan Gymbal camera video buatan Sony. Kamera ini beratnya mencapai 9 kg dan memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kamera biasa maupun kamera profesional.

Ia melanjutkan, pesawat melakukan pengintaian selepas proses climbing di udara. "Jadi tahapannya, setelah take off, kan climbing, nah setelah itu pesawat baru bisa merekam obyek pengintaian," paparnya.

Lantas bagaimana dengan pengiriman data pengintaian? Pesawat ini sudah dilengkapi dengan sensor yang langsung terhubung dengan GCS di daratan. Data bersifat real time, dapat langsung diolah di pusat kendali. "Ini merupakan generasi perintis, generasi awal pesawat tanpa awak di Indonesia," ujarnya.
Pesawat khusus ini akan dipakai oleh Kementerian Pertahanan dan TNI.
"Pengintaian akan dilakukan di TNI AL, dari kapal. Ini masih disesuaikan, semakin kecil semakin lincah," kata Agus.
BPPT dan Kemenhan akan melakukan ujicoba pesawat pada bulan ini di Halim Perdanakusuma.

Spesifikasi Alap-Alap Double Boom
Bentang Sayap : 3,510 m
Konfigurasi: inverted v-tail high wibng dan double boom
Berat kosong: 8,5 Kg
Berat payload: 2,5 Kg
Berat maksimum take off, MTOW : 18 Kg
Kecepatan jelajah : 55 Knots
Lama terbang : 5 Km
Jangkauan terbang : 140 Km
Tinggi terbang maksimum: 7.000 kaki

Spesifikasi Sriti
Bentang Sayap : 2,988 m
Konfigurasi: flying wing
Berat kosong: 6 Kg
Berat payload: 2 Kg
Berat Maksimum Take Off, MTOW : 8,5 Kg
Kecepatan jelajah : 30 Knots
Lama terbang : 1 jam
Jangkauan terbang : 5 Nautical mile
Tinggi terbang maksimum: 3.000 kaki
Continue Reading

Peluncuran '' Land The Birds Of Paradise "'

| 0 comments



KOMPAS/ICHWAN SUSANTOPeluncuran buku "Land of The Birds of Paradise" oleh WWF Indonesia, Selasa (11/9/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com — WWF Indonesia, Selasa (11/9/2012), meluncurkan buku berjudul Land of The Birds of Paradise. Buku ini memaparkan alam, sosial, dan ekonomi dari sisi konservasi, lengkap dengan berbagai foto menarik.
Buku ditulis oleh Marc Argeloo yang berisi kekagumannya akan Tanah Papua. Disebut-sebut, alam Papua kini menjadi surga yang tersisa di Indonesia.
"Dengan penerbitan buku ini diharap (isinya) bisa menjadi pembelajaran bagi pembangunan untuk mengangkat pengetahuan masyarakat Papua," ucap Benja Mambai, Direktur Program Papua WWF Indonesia, Selasa.
Peluncuran buku tepat bersamaan hari jadi ke-50 WWF di Indonesia dan 30 tahun WWF di Tanah Papua. Disampaikan, satu tantangan terbesar upaya konservasi di Papua adalah melindungi sekaligus memanfaatkan sumber daya alam.
Buku setebal 191 halaman ini tidak diperjualbelikan. Namun, akan dibagikan gratis kepada lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan pihak terkait yang bergerak di sektor perlindungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.
Continue Reading

Pulau Sulawesi Yang Memikat Wallace

| 0 comments


KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPemandangan kebun bunga Aster di Kecamatan Kakaskasen, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Minggu (29/7/2012). Geografis kota Tomohon yang beriklim sejuk dan kondisi tanah subur karena berada di bawah kaki Gunung Api Lokon, menjadikan kota ini baik untuk budidaya bunga Aster dan Krisan.
Oleh: Ahmad Arif, Aswin Rizal Harahap, Amir Sodikin, Laksana AS
KOMPAS.com - Inilah Sulawesi yang melegenda, yang memikat Alfred Russel Wallace saat menjelajah pulau ini pada tahun 1856, 1857, dan 1859. Ilmuwan alam dari Inggris itu begitu terpesona, sekaligus kebingungan, saat melihat banyaknya spesies endemis di pulau ini yang tak ditemui di belahan Bumi lainnya, bahkan di kepulauan lain di Nusantara yang berdekatan dengan Sulawesi.

Sebagian besar orang di Indonesia barangkali masih asing dengan Wallace dan lebih mengenal Charles Darwin sebagai penemu teori evolusi yang dipicu seleksi alam. Padahal, Wallace lebih dulu merumuskan teori seleksi alam, atau setidaknya berbarengan dengan seniornya, Darwin. Keduanya merumuskan teori ini setelah mengamati keberagaman sekaligus kekhasan flora serta fauna saat menjelajah dunia. Darwin meneliti di Galapagos dan Wallace di Nusantara.

Kepulauan Galapagos terletak di bagian timur Samudra Pasifik, 970 kilometer dari Amerika Selatan. Jaraknya sekitar 19.000 kilometer dari Indonesia dan membutuhkan waktu tempuh hampir 25 jam menggunakan penerbangan zaman ini. Terasing di lautan, Galapagos telah dikolonisasi oleh spesies dari daratan sejak jutaan tahun lampau, menciptakan berbagai jenis spesies yang khas. Darwin adalah geolog pertama yang mengunjungi Galapagos tahun 1835. Pada akhirnya, dia justru mendalami keunikan satwa Galapagos.

Seperti Darwin, Wallace sangat terpukau dengan satwa endemis yang ditemuinya di Sulawesi. Sesaat setelah kepulangannya dari Manado, Sulawesi Utara, Februari 1858, Wallace tergeletak di kamar tidurnya di Ternate, Maluku Utara. Ia terserang demam, kemungkinan karena malaria. Dari kamar itulah dia menulis surat kepada Darwin yang dihormatinya. Wallace melampirkan makalah pendek di surat itu, yang diberinya judul ”On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from the Original Type”.

Makalah yang ditulis tangan dengan tergesa-gesa selama dua malam itu merangkum lebih dari sepuluh tahun penelitian. Wallace menggabungkan berbagai petunjuk dari penyebaran satwa di bentang alam yang beragam dengan fenomena keragaman di dalam spesies itu sendiri. ”... mengapa ada spesies yang mati dan sebagian sanggup bertahan?” gugat Wallace.

Jawabannya, menurut Wallace, bahwa di antara sesama satwa liar itu mereka bersaing untuk bertahan hidup. Hanya varian yang paling cocok dengan keadaan lingkunganlah yang sanggup bertahan.

Makalah yang dikirim Wallace memberi jawaban bagi Darwin tentang fenomena seleksi alam yang hingga tahun itu belum dirumuskannya: the fittest would survive (individu inferior akan mati dan individu superior akan bertahan).

Lebih lanjut, ”persaingan untuk bertahan hidup” ini pasti menghasilkan perubahan arah yang adaptif dalam spesies itu. Perubahan kondisi fisik itu mungkin akan mengaburkan, bahkan menyebabkan kepunahan, ras lama dan membentuk ras baru yang lebih unggul.

”Kijang dengan kaki lebih pendek atau lebih lemah tentu akan lebih mudah diserang harimau,” kata Wallace. Karena itu, kijang yang mampu bertahan hidup adalah yang memiliki kaki yang kuat. Dengan proses yang sama, hal ini menjawab mengapa jerapah berleher panjang; karena yang berleher pendek tidak sukses mewariskan keturunan yang sanggup bertahan hidup.

Tulisan Wallace itu ditutup dengan sebuah kesimpulan yang menggedor Darwin, yaitu bahwa ada kecenderungan di alam untuk terus mengembangkan tipe tertentu yang semakin jauh dari aslinya—perkembangan yang tampaknya tidak terbatas.

Surat dan makalah Wallace dari Ternate menjadi tonggak penting bagi Darwin. Ia segera teringat dengan makalah yang ditulisnya pada 1842-1844, tetapi belum diterbitkan. Darwin kemudian mengirim makalahnya dan makalah Wallace ke sahabatnya, Charles Lyell.

Wallace masih di Papua, terjebak hujan, didera kelaparan dan demam, pada Juli 1858 saat makalahnya bersama tulisan Darwin—yang belum pernah diterbitkan—ditulis ulang dan dibacakan di hadapan Linnean Society. Makalah itu diberi judul On the Tendency of Species to Form Varieties; and on the Perpetuation of Varieties and Species by Means of Selection dan disebutkan ditulis oleh Charles Darwin, Alfred Wallace; dikomunikasikan oleh Sir Charles Lyell dan Joseph Hooker, anggota Linnean Society. Wallace sama sekali tidak dimintai pendapat soal penggabungan tulisan itu.

Pada 1859, saat Wallace masih menjelajah hutan di Nusantara, Darwin menerbitkan bukunya, Origin of Species. Buku berisi uraian lebih rinci tentang proses seleksi alam yang memicu evolusi itu kian memopulerkan Darwin sebagai ”Bapak Evolusi”, sementara Wallace cenderung dilupakan. Belakangan, dunia pengetahuan mendudukkan kembali posisi Wallace sebagai penemu teori evolusi bersama dengan Darwin. Sebelumnya, hanya Darwin yang menikmati popularitas sebagai penemu teori evolusi.

Pada waktu bersamaan, Wallace juga mengirim makalah untuk diterbitkan di Linnean Society berjudul On the Zoological Geography of the Malay Archipelago (1859). Dalam makalahnya, ia menuliskan bahwa Nusantara terbagi menjadi dua wilayah penyebaran fauna, satu di timur, dan lainnya di barat. Jika ditarik garis melalui Selat Makassar dan Selat Lombok, maka di sebelah barat garis itu akan kita temukan satwa khas Asia; di sebelah timur akan didapati satwa khas Australia. Padahal, kedua wilayah ini memiliki kondisi iklim dan habitat yang mirip. Delapan tahun kemudian, ahli anatomi, Thomas H Huxley, menyebut batas demarkasi penyebaran fauna di Nusantara ini sebagai garis Wallace.

Namun, Wallace tidak puas dengan kesimpulannya soal Sulawesi. Hal itu terus menghantui hingga menjelang akhir hayatnya. Dalam tulisan-tulisannya yang diterbitkan tahun 1859 dan 1863-1876, dia menempatkan Sulawesi di bagian timur garis Wallace. Namun, dalam bukunya The World of Life yang diterbitkan tahun 1910 atau tiga tahun sebelum kematiannya, Wallace merevisi posisi Sulawesi menjadi kelompok pulau-pulau di barat garis itu.

Posisi Sulawesi secara khusus dibicarakannya dalam buku Island Life sebagai ”Anomalous Island” atau Pulau Anomali. ”Fauna Sulawesi sangat berbeda dengan dua bagian Nusantara sehingga sangat sulit memutuskan di mana posisi pulau ini,” tulis Wallace.

Terletak tepat di tengah-tengah hamparan kepulauan Nusantara dan dikepung dari berbagai sisi oleh pulau-pulau dengan ragam kehidupan bervariasi, karakteristik fauna Sulawesi menunjukkan sejumlah ciri khas yang mengejutkan. Posisi Sulawesi harusnya membuat pulau ini kaya fauna yang bermigrasi dari segala penjuru, lebih dari yang bisa diterima Jawa.

Di Sulawesi memang ada sebagian satwa yang memiliki ciri Australia dan Asia. Hal itu yang membuat Wallace berpikir bahwa sebagian Sulawesi kelihatannya pernah bersatu dengan Asia dan sebagian lagi pernah bersatu dengan Australia.

Namun, kenyataannya hanya ada sedikit spesies fauna pendatang di Sulawesi dibandingkan dengan pulau lain di Nusantara. Misalnya, jumlah mamalia dan burung di Sulawesi kurang dari separuh di Pulau Jawa. Padahal, Sulawesi jauh lebih luas dibandingkan dengan Jawa.

Sebaliknya, fauna khas Sulawesi justru sangat berlimpah. ”Sulawesi memiliki jumlah spesies endemis yang mengagumkan,” tulis Wallace.

Pengamatan Wallace soal kekhasan satwa Sulawesi lebih banyak didasarkan pada pengamatannya terhadap burung. Dia mencatat, dari 128 burung yang ditemukannya di Sulawesi, 80 spesies di antaranya adalah endemis. Di antara burung endemis itu, terdapat beberapa keanehan struktur yang mengejutkan dan tidak memiliki kerabat dekat dengan spesies di pulau-pulau sekitarnya. ”Spesies itu cukup terisolasi, mengindikasikan ada hubungan dengan tempat-tempat yang jauh letaknya, seperti Papua, Australia, India, atau Afrika,” ungkap Wallace.

Selain itu, Wallace juga banyak meneliti keragaman kupu-kupu Sulawesi. Dia mendata, dari 48 spesies kupu-kupu yang ditemukan di Sulawesi, 35 jenis di antaranya adalah endemis. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di Jawa yang hanya memiliki 23 spesies endemis dari 70 kupu-kupu yang ditemukan di sana.

Wallace tidak membuat data rinci mamalia endemis. Namun, dia menyebutkan beberapa satwa Sulawesi yang menurut dia ajaib, di antaranya adalah babirusa, anoa, dan monyet hitam (yaki).

Penelitian terbaru tentang satwa endemis Sulawesi yang dirangkum Anthony J Whitten, Muslimin Mustafa, dan Gregory S Henderson dalam buku The Ecology of Sulawesi (1987) menyebutkan, dari 127 jenis mamalia Sulawesi, 79 di antaranya (62 persen) merupakan spesies endemis. Persentase ini bisa meningkat hingga 98 persen apabila kelelawar dimasukkan dalam penghitungan. Jumlah mamalia endemis Sulawesi merupakan yang tertinggi di Indonesia, disusul Papua (58 persen), Kalimantan (18 persen), dan Maluku (17 persen).

Pulau seluas 174.600 kilometer persegi itu juga menjadi daerah burung dan reptil endemis terbanyak nomor dua di Indonesia setelah Papua. Dari 328 jenis burung di Sulawesi, 88 spesies (27 persen) di antaranya adalah endemis. Dari 104 jenis reptilia, 29 jenis (27 persen) adalah endemis Sulawesi.

Anomali Sulawesi membuat Wallace mencari jawabannya pada proses geologi yang membentuk pulau ini. ”Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan penyelidikan geologi yang mendalam,” kata Wallace. Dia menduga keunikan satwa Sulawesi terkait dengan perubahan permukaan Bumi pada masa lalu, konsep yang waktu itu terdengar aneh, tetapi belakangan terbukti betul.
Continue Reading

Gletser Papua Akan Hilang dalam 20 Tahun

| 0 comments

Pemanasan global mulai memperlihatkan dampaknya pada penghuni Bumi. Bukti keberadaannya kali ini dirasakan oleh masyarakat Indonesia dengan foto dari satelit NASA mengenai kondisi es di Puncak Jaya, Papua.

Imaji satelit yang dirilis pekan lalu oleh NASA menunjukkan hilangnya gletser di Puncak Jaya yang merupakan bagian dari Barisan Sudirman. Puncak Jaya memiliki nama lain Carstenz Pyramid, warga lokal menyebutnya Ndugu-Ndugu.

Foto diambil menggunakan Thematic Mapper (TM) di Landsat 4 dan 5. Di ketinggian 4.884 meter, foto satelit NASA membandingkan kondisi gletser di tahun 1989 dan 2009. Tahun 1989, ada lima gletser di Puncak Jaya. Namun, 20 tahun kemudian, tepatnya pada 2009, dua dari lima gletser itu hilang sama sekali. Sedangkan sisa tiga gletser lainnya berkurang secara drastis.

Menurut Ardheshir Yaftebbi, salah satu pendaki dalam ekspedisi 7 Summits yang mencapai puncak Carstenz Pyramid -puncak tertinggi di komplek Pegunungan Jayawijaya- pada April 2010, ia dan timnya menjadi saksi penyusutan es.

"Saat itu kita melihat salju (di sekitar Carstenz Pyramid) hanya tinggal dua kilometer persegi. Di tahun 1930, salju itu mencapai 20 kilometer persegi," kata Ardhesir saat berbincang dengan National Geographic Indonesia, Rabu (5/9).

Ditambahkannya hal ini sangat menyedihkan karena Puncak Jaya merupakan satu-satunya lokasi di Indonesia yang memiliki es. "Jayawijaya disebut sebagai es abadi, tapi ternyata diprediksi tidak akan ada salju lagi pada lima hingga sepuluh tahun mendatang," ujar Ardeshir yang juga Ketua Tim Ekspedisi 7 Summits yang dimulai tahun 2010 dan berakhir pada Juni 2012.

Carstenz Pyramid masuk sebagai tujuh puncak tertinggi di dunia. Bersama dengan Gunung Kilimanjaro (Tanzania, Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Selatan), Denali (Amerika Utara), Vinson Massif (Antartika), dan Everest (Nepal, Asia).

Dengan kondisi suhu Bumi saat ini, NASA memprediksi seluruh gletser di Papua akan musnah pada 20 mendatang. Para peneliti juga sudah menyebutkan, hal ini terjadi karena berbagai faktor. Seperti perubahan suhu, kelembapan, hujan, dan pergerakan awan. Kondisi iklim dan penggundulan hutan juga turut berpartisipasi.

"Ini bukan peringatan pertama dan bukan hanya terjadi di negara kita. Es di Antartika juga mencair dan berada pada titik terendah," kata Direktur Program Iklim dan Energi WWF Nyoman Iswarayoga.

Untuk mencegah perubahan iklim lebih lanjut bisa dilakukan beberapa hal, baik secara kolektif maupun individu. Kolektif bisa berwujud gerakan masyarakat yang diwadahi pemerintah. Sedangkan gerakan individu dimulai dengan perubahan gaya hidup yang lebih "hijau." (Zika Zakiya/National Geographic Indonesia).


Sumber :
National Geographic Indonesia

Continue Reading

Katak Ajaib

| 0 comments


Spesies katak baru ditemukan di hutan hujan di Ghats Barat, India. Katak ini diberi nama Shrub Kakachi (Raorcgestes kakachi). Dalam publikasi penemuan di jurnal Zootaxa, dijelaskan bahwa katak ini adalah katak endemik di wilayah tersebut.
Raorchestes kakachi adalah katak berukuran mungil. Panjang pejantan spesies ini tak lebih dari jari manusia, hanya sekitar 2,5 cm. Sementara, betina jenis ini hanya sepanjang 3,5 cm.
Spesies ini memiliki keunikan dibandingkan katak lain. Raorcgestes kakachi tidak mengalami fase berudu. Metamorfosis berlangsung di dalam telur katak. Jadi, bisa dikatakan bahwa begitu menetas, katak langsung dewasa.
Jenis ini adalah spesies amfibi ke 183 yang dideskripsikan dari wilayah Ghats Barat. Sejumlah spesies baru amfibi terus ditemukan di wilayah tersebut, menunjukkan keragaman amfibi di India.
Namun, ada ironi di balik keragaman itu. Kadaba Shamanna Seshadri, pakar ekologi dari Suri Sehgal Centre for Biodiversity and Conservation di Ashoka Trust for Research in Ecology and the Environment, mengatakan bahwa banyak katak di India yang terancam habitatnya.
"Setiap tahun lebih dari 10 spesies baru katak telah ditemukan di India. Paradoksnya, populasi amfibi terus mengalami penurunan di seluruh dunia," kata Seshadari seperti dikutip Mongabay, Jumat (7/9/2012).
"Kita mungkin akan dengan mudah kehilangan spesies yang tidak pernah diketahui keberadaannya. Dalam hal ini, pengetahuan ekologi dan kemauan untuk melestarikan spesies tersebut kurang. Sangat penting untuk mendorong penelitian ke arah itu," imbuhnya.

Raorchestes kakachi, (a) jantan dan (b) betina.
Sumber :


Continue Reading

SISTEM SIRKULASI HEWAN

Sunday, July 29, 2012 | 0 comments


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung di dalam setiap sel makluk hidup dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan dihantarkan ke setiap sel melalui system sirkulasi. Sistem sirkulasi melakukan fungsi peredaran materi (bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh), hormone, oksigen, dan sisa-sisa metabolisme.
Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah pada umumnya untuk organisasi tingkat rendah belum memiliki sistem sirkulasi secara khusus. Misalnya pada Amoeba dan paramecium, sirkulasi bahan-bahan metabolisme berikut sisa-sisa metabolisme dilakukan dengan aliran sitoplasma. Akan tetapi, proses difusi berlangsung sangat lambat sehingga cara tersebut tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan hewan berukuran besar (dengan ketebalan tubuh lebih dari beberapa milimeter) dan atau hewan yang memiliki aktivitas metabolism tinggi. Oleh karena itu,  pada hewan tingkat tinggi diperlukan sistem sirkulasi khusus yang menjamin adanya pergerakan cairan ke seluruh tubuh secara cepat. Adapun sistem sirkulasi tersebut dilakukan oleh seperangkat organ-organ sirkulasi darah terbuka dan system peredaran tertutup.
Dari uraian di atas, pembahasan tentang sistem sirkulasi pada hewan ini sangat penting dibahas untuk mempermudah pemahaman tentang mata kuliah Dasar-dasar Fisiologi Hewan dan di samping itu juga makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok dalam menempuh mata kuliah dasar-dasar Fisiologi Hewan.
B.       Rumusan Masalah
1.    Apakah pengertian sistem sirkulasi dan fungsinya ? 
2.    Apa sajakah komponen dari sistem sirkulasi ? 
3.    Apakah perbedaan sistem peredaran darah terbuka dan tertutup itu ? 
4.    Bagaimanakah sistem peredaran darah pada hewan tingkat rendah ? 
5.    Bagaimanakah sistem peredaran darah pada hewan tingkat tinggi ?  
6.    Bagaimanakah pertukaran zat di jaringan? 
C.       Batasan Masalah
Makalah ini hanya terbatas pada pembahasan tentang “ Sistem Sirkulasi pada Hewan
D.      Tujuan
1.      Memahami sistem sirkulasi darah dan fungsinya
2.      Mengetahui komponen dari sistem sirkulasi
3.      Membedakan sistem peredaran darah terbuka dan tertutup itu
4.      Mengetahui sistem peredaran darah pada hewan tingkat rendah
5.      memahami sistem peredaran darah pada hewan tingkat tinggi
E.       Manfaat
Dengan pembuatan makalah ini diharapkan kita dapat memahami dan mengetahui secara jelas tentang “sistem sirkulasi pada hewan”.



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian dari Sistem sirkulasi dan fungsinya
Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung didalam setiap sel makluk hidup dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan dihantarkan ke setiap sel melalui system sirkulasi.
Secara garis besar, sistem sirkulasi memiki tiga fungsi sebagai berikut:
1.    Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen, serta pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera.
2.    Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh
3.    Menyebarkan tekanan atau kekuatan
Sistem sirkulasi pada hewan bervariasi tergantung pada tingkat perkembangan tubuh hewan. Protozoa Bersilia yang hidup sesil mampu menyelenggarakan sirkulasi cairan tubuh menggunakan khoanosit, sedangkan Coelentrata dengan cara mengalirkan air melalui saluran khusus pada sistem gastrovaskular yang bersilia. Pada molusca sangat tergantung pada arah gerakan silia yang dapat mengalirkan air (yang mengandung makanan) melalui rongga mantel. Di rongga mantel, partikel makanan dikumpulkan dan ditelan. Sistem ini juga berfungsi untuk menyediakan oksigen bagi insang. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem sirkulasi berfungsi untuk mengangkut gas dan makanan.

B.       Komponen Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi tersusun atas tiga komponen utama yaitu jantung, pembuluh, dan cairan tubuh.
1.    Jantung: sebagai pompa penggerak cairan tubuh di sepanjang pembuluh.
a.    Jantung Tubuler: Terdapat pada hewan invertebrata, bentuk sederhana tidak ada klep, dan bekerja secara kontraksi peristaltik.
b.    Jantung Berongga: Terdapat pada hewan vertebrata, mernya memompa jantung, merupakan organ berotot, gerak, dan kontraksinya secara periodik.
2.    Pembuluh: saluran yang akan dilewati oleh cairan yang beredar ke seluruh tubuh
a.    Pembuluh Darah terdiri atas Arteri, Vena dan Kapiler.
Arteri dan Vena tersusun atas tiga lapisan jaringan melingkar dan membentuk saluran / lumen di bagian tengahnya. Nama lapisannya yaitu tunika intima (Endotelium), tunika media, dan tunika adventitia , sedangkan kapiler hanya tersusun atas tunika intima saja.
b.    Pembuluh Limfe
1)      Kondisi Pembuluh Limfe Pada Berbagai Hewan. Pada hewan vertebrata tingkat tinggi mempunyai saluran buntu dengan ujung terbuka yang berfungsi mengangkut kelebihan cairan di ekstrasel ke sirkulasi darah;
2)      Pada hewan invertebrata tidak ditemukan adanya pembuluh limfe kecuali pada teleoste;
3)      Pada hewan tingkat rendah ditemukan berbagai bentuk peralihan yang menunjukan adanya perkembangan system pembuluh limfe.
3.    Cairan Tubuh
Pada hewan multiseluler ada dua cairan tubuh yaitu cairan intrasel dan cairan ekstrasel. Kira-kira 70% dari seluruh bagian tubuh hewan berupa air, sekitar 45% diantaranya terdapat didalam sel (intra sel). Pada cairan ekstrasel dapat ditemukan di berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda yaitu cairan jaringan, darah, limfe, dan homolimfe. Cairan jaringan mengandung sedikit protein, sejumlah garam dan bahan nutritive serta zat sisa. Cairan jaringan berfungsi sebagai fagostik dan mampu bergerak melalui ruang antar jaringan.
Pada hewan yang memiliki system sirkulasi tertutup  darah dan jaringan cairan merupakan dua macam cairan yang terpisah dengan jelas. Darah tersusun atas cairan plasma dan sel darah. Sementara cairan jaringan cairan (cairan intersititiel) yang dibentuk dengan menyaring plasma yang akan kemudian  berdifusi  melalui dinding kapiler menuju ruang antar sel, menurut gradien tekanan hidrostatik. Filtrat tersebut bukan koloid karna hanya mengandung  protein 0,85% (sebagai pembanding darah mannusia mengandung 7% protein), filtarat/cairan yang keluar tersebut akan dikembalikan lagi ke system sirkulasi melaui system pembuluh khusus yaitu limfe.
Pada vertebrata tingkat tinggi ,pembuluh limfe dimulai sebagai saluran buntu dengan ujung terbuka. Pembuluh limfe berfungsi mengangkut kelebihan cairan yang tertimbun dilingkungan ekstra sel dan mengembalikan ke sirkulasi darah. Pada ikan (selain telostei) dan invertebrate  tidak ditemukan adanya pembuluh limfe.Pada berbaguia hewan yang memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah dapat ditemukan berbagai bentuk peralihan (intermediet) yang menunjukkan adanya perkembangan sistem pembuluh limfe.
Cairan dalam pembuluh limfe sebenarnya berasal dari cairan jaringan yang masuk kedalam pembuluh  dengan cara difusi melalui dinding pembuluh atau mengalir langsung ke dalam pembuluh melalui lubang yang terbuka pada ujungnya. Pada saat tertentu, cairan limfe akan menjadi cairan jaringan dan sebaliknya. Cairan hemolimfe merupakan pembatasan antara cairan darah dan caiaran limfe (cairan jaringan) karena cairan yang mengalir dalam pembuluh dan di ruang antarsel merupakan cairan yang sama.
Cairan ekstrasel pada semua hewan mengandung sel jenis tertentu yang mengapung bebas dan mengembara melalui ruang-ruang antar jaringan. Secara fungsional, sel tersebut berkaitan erat dengan transfor gas dan pertahanan tubuh hewan dalam melawan mikroorganisme serta berbagai zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pada hewan tertentu, sel tersebut juga berperan penting dalam proses pembekuan darah.
Adapun fungsi darah, sebagai berikut:
a.       Mensuplai zat-zat makanan dari saluran pencernaan ke jaringan-jaringan
b.      Mensuplai oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan
c.       Membawa dan m embuang zat-zat yang tidak berguna dari jaringan ke organ ekskresi
d.      Mendistribusikan sekresi kelenjar endokrin dan zat lain yang mengatur fungsi sel
e.       Membantu menyelenggarakan keseimbangan komposisi air dalam berbagai organ tubuh
Susunan Cairan Darah
a.       Sel Darah : Terdiri atas Eritrosit, Leukosit, dan Trombosit
b.      Plasma Darah : Mengandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut. Zat tersebut mencakup beberapa jenis bahan diantaranya :
1)      Protein Plasma,yaitu Albumin,Globulin dan fibrinogen
2)      Sari makanan ,yaitu Glokusa,monosakarida,asam amino dan lipid
3)      Bahan untuk dibuan dari tubuh,anatara lain : Urea dan senyawa nitrogen
4)      Berbagai ion,misalnya natrium,kalium,klor,posfor,kalsium,sulfat dan senyawa bikarbonat.
5)      Bahan lain yang biasanya terdapat dalam darah,misalnya hormon, gas respiratori,vitamin dan enzim
Volume plasma pada hewan yang memiliki system sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut. Ada dua macam kekuatan yang bekerja dalam proses prtukaran cairan trsebut, yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. Tekanan hidrostatik yang ditimbulkan oleh darah mengendalikan kekuatan untuk filtrasi, sedangkan tekanan osmotik plasma bekerja untuk reabsorbsi (yang arahnya berlawanan dengan filtrasi). Jadi protein dalam plasma merupakan bahan yang penting untuk menentukan besarnya tekanan osmotic dalam plasma.
Kekuatan osmotik juga juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh pada hewan invertebrata yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka. Protein plasma pada hewan vertebrata tingkat tnggi dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu : fibrinogen, globulin dan albumin. Fibrinogen bertanggung jawab dalam berbagai fungsi, terutama yang berkaitan dengan reaksi kekebalan (imun) dan trasfor molkul tertentu seperti hormone, vitamin dan zat besi. Sementara albumin bertanggung jawab mempertahankan volume plasma.
Semua hewan mempunyai mekanisme pertahan tubuh. Pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme, antara lain : mengaktifkan atau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh, menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil sekresinya dan menyingkirkan sel abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul. Mekanisme pertahanan tubuh juga dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive), enkapsulasi (pembentukan selubung), mengasilkan antibody atau sensitisasi limfosit. Faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat mengaktifkan benda asing (pada invertebrata).



C.      Perbedaan Sistem Peredaran Darah Terbuka dengan Sistem Peredaran Darah Tertutup
Sistem sirkulasi darah pada hewan ada yang terbuka dan tertutup, berikut penjelasnnya:
1.      Sistem Sirkulasi Terbuka
Bekerja dengan tekanan rendah pada setiap kontraksi jantung, dan volume darah yang dikeluarkan hanya sedikit, terdorong rendah dan mengalir dengan lambat yang mengakibatkan sari makanan yang dilepaskan sel terbatas sehingga aktivitas metabolisme terbatas.
Contohnya: Moluska dan Artropoda
Susunan pembuluh pada arthropoda contohnya insekta, salah satu jenis hewan yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka. Arthropoda memiliki jantung berbentuk  pipa yang terletak di bagian dorsal tubuh, dan diliengkapi dengan sejumlah lubang beserta klep. Lubang yang dinamakan ostia tersebut member peluang kepada darah untuk masuk kembali ke jantung. Relaksasi otot jantung menyebabkan adanya tekanan negative dalam rongga jantung sehingga menimbulkan kekuatan untuk mengisap darah secara aktif. Pembuluh darah dorsal bagian depan disebut aorta. Dinding aorta bersifat kontraktil dan dapat menimbulkan gelombang peristaltik untuk mendorong darah ke arah depan ( ke kepala ). Pembuluh ini merupakan cabang pembuluh darah utama, yang berlanjut sampai kepala dan berakhir di bagian tersebut. Percabangan pembuluh aorta membawa pasokan darah untuk sebagian besar tubuh. Namun, pembuluh pada sistem sirkulasi terbuka idak dilengkapi dengan pembuluh darah perifer (kapiler) sehingga pada tingkat jaringan, darah akan keluar dari pembuluh dan selanjutnya mengalir bebas di antara sel jaringan. Pada tahap selanjutnya, darah atau cairan tubuh tersaring dan secara perlahan-lahan kembali ke jantung melaui ostia yang banyak terdapat di bagian tersebut. Sebagai akibat dari tidak adanya pembuluh kapiler, sistem sirkulasi terbuka bekerja dengan tekanan rendah. Dengan demikian, pada setiap kontraksi jantung, volume darah yang dapat dikeluarkan dari jantung ke rongga tubuh hanya sedikit. Selain itu, tekanan yang ditimbulkan oleh jantung untuk mendorong darah juga rendah sehingga darah mengalir lambat. Hal ini menyebabkan jumlah sari makanan yang dilepaskan ke sel tubuh terbatas, dan akibatnya aktivitas metbolisme dalam tubuh pun terbatas. Kelemahan lain dari sistem sirkulasi terbuka ialah hewan tidak dapat mengatur aliran darah secara tepat ke berbagai organ yang berbeda.
2.      Sistem Sirkulasi Tertutup
Bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus menerus, dan tekanannya dipertahankan tetap tinggi mengakibatkan darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat.
Dalam sistem darah tertutup umumnya darah mengalir dari jantung ke pembuluh kapiler dan kembali ke jantung.
Contohnya : Annelida, Moluska jenis Cephalopoda (oktofus dan cumi-cumi) dan Vertebrata
Sistem sirkulasi tertutup memiliki beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan sistem sirkulasi terbuka. Pada sistem sirkulasi darah tertutup, darah beredar dalam sistem pembuluh yang kontinu, didorong oleh kekuatan dari hasil kerja jantung. Sebagai motor penggerak, jantung bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus menerus sehingga tekanan dalam pembuluh dapat dipertahankan tetap tinggi. Hasilnya, darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat. Selain itu, pada hewan yang memiliki sistem, darah akan mengalir dalam pembuluh secara langsung ke setiap sel tubuh. Hal ini menjamin adanya pasokan sari makanan dan oksigen dalam jumlah memadai ke tiap sel agar proses metabolisme dapat terselenggara dengan baik. Apabila ada peningkatan aktivitas metabolisme (misalnya saat melakukan latihan fisik), vertebrata dapat meningkatkan jumlah pasokan darah ke organ yang aktif (misalnya otot) dan mengurangi penyebaran darah ke daerah yang kurang/ tidak aktif (misalnya organ gasroinointestinal). Organ sirkulatori pada hewan yang memiliki sistem terdiri atas jantung dan pembuluh darah, mulai dari pembuluh ateri, vena, arteriol, venula, hingga jaringan kapiler.



D.      Sistem Sirkulasi Darah pada Hewan Tingkat Rendah
Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah pada organisasi tingkat rendah umunya belum memiliki sistem sirkulasi secara khusus. Contoh hewan tingkat rendah (invertebrate), antara lain protozoa, cacing tanah, dan serangga. Hewan ini mempunyai system sirkulasi darah yang berbeda.
1.    Sistem sirkulasi darah pada protozoa
Hewan bersel satu atau protozoa tidak memiliki system sirkulasi darah karena tubuhnya hanya terdiri atas satu sel. Sari-sari makanan yang telah dicerna di dalam vakuola diserap oleh protoplasma di sekelilingnya. Oksigen diserap secara difusi, dan CO2 dikeluarkan juga secara difusi. Contoh dari protozoa adalah amoeba dan paramaecium. System sirkulasi pada paramecium lebih sempurna daripada amoeba.
Pada paramaecium, makanan yang berupa materi halus diserap melalui permukaan tubuhnya. Namun materi makanan yang besar akan masuk sitostoma (mulut sel). Makanan yang berbentuk cair akan diedarkan oleh vakuola kontraktil, sedangkan zan makanan yang berbentuk padat akan dicerna dan diedarkan oleh vacuola makanan. Penyebaranya ke dalam endoplasma terjadi secara osmosis.
2.    Sistem sirkulasi pada darah cacing tanah
Sistem sirkulasi pada cacing tanah terdiri atas lengkung aorta, pembuluh darah punggung, dan pembuluh darah perut. Lengkung aorta berjumlah lima dan berfungsi sebagai jantung. Darah dalam cacing beredar di dalam pemmbuluh sehingga termasuk peredaran darah tertutup
                                
Darah yang terdapat pada pembuluh kapiler akan mengikat oksigen. Pembuluh tersebut banyak terdapat pada kulit. Darah yang telah mengikat oksigen ini akan mengalir ke pembuluh punggung kemudian bergerak menuju lengkung aorta.



3.    Sistem sirkulasi darah pada serangga
Sistem transportasi pada serangga contohnya pada belalang. Belalang mempunyai sistem peredaran terbuka karena darah tidak selalu berada dalam pembuluh darah. Alat transportasinya berupa pembuluh yang dapat berdenyut sehingga menyerupai jantung. Oleh karena itu, pembuluhnya disebut jantung pembuluh.
Peredaran darah pada belalang berlangsung sebagai berikut:
Darah dipompa oleh jantung pembuluh ke bagian depan tubuh melalui aorta dorsal. Selanjutnya darah beredar ke seluruh tubuh ke ruang antar organ tanpa melalui pembuluh darah.
                                          
Darah serangga tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak berwarna merah. Darah serangga disebut hemolimfa. Darah ini mengadung sel darah yang tidak berwarna yang berfungsi untuk melenyapkan organisme asing. Karena tidak mengandung Hb, darah serangga berfungsi untuk mengangkut zat makanan, tidak untuk mengangkut oksigen ataupun gas CO2. Gas- gas tersebut disalurkan melalui system trakea.
4.    Sistem sirkulasi darah pada hewan invertebrata lainnya
Hewan invertebrate lainnya seperti porifera dan coelenterata, belum memiliki organ tubuh. System transportasinya juga belum ada. Oleh karena itu zat makanan dan oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke sel, dan dari sel ke  sel lainnya. Begitu juga sebaliknya untuk pengeluaran zat-zat sisa.
Hewan invertebrate seperti echinodermata, memilki system sirkulasi radial yang bentuknya mengecil. Pengangkutan zat dibantu dengan system sirkulasi air yang disebut system air ambulakral
System sirkulasi pada mollusca terdiri atas jantung dengan satu atau dua ruang jantung, aorta dan pembuluh lainnya.

E.       Sistem Transportasi pada Hewan Tingkat Tinggi
Hewan yang berukuran lebih besar dan lebih banyak beraktivitas memerlukan laju metabolism sel yang lebih tinggi. Metabolisme yang tinggi akan terjadi apabila pemasokan sari makanan dan oksigen berlangsung secara konstan, serta tersedia sistem kapiler yang bertanggung jawab atas pertukaran gas dan pembuangan zat sisa secara cepat.
Sistem sirkulasi pada hewan tingkat tinggi terdiri atas jantung, pembuluh darah, dan pembuluh limfa. System peredaran darah semua vertebrata merupakan system peredaran darah tertutup dan ganda, kecuali pada ikan. Sistem peredaran darah pada ikan termasuk sistem peredaran darah tertutup dan tunggal.
Struktur darah (susunan darah) pada vertebrata juga sama, yaitu terdiri atas plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
1.    Sistem Transportasi pada Ikan
Ikan mempunyai sistem transportasi tunggal dan tertutup, karena dalam satu kali beredar, darah ikan hanya melalui jantung satu kali dan selalu berada dalam pembuluh darah. Darah pada ikan berfungsi mengangkut sari-sari makanan, oksigen dan karbondioksida.
                                          

Jantung ikan terdiri atas dua ruang, yaitu satu serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel). Di dekat serambi terdapat kantung yang disebut sinus venosus.
Peredaran darah pada ikan berlangsung sebagai berikut. Darah mengalir ke seluruh tubuh melalui vena kemudian masuk ke serambi jantung. Darah ini mengandung banyak karbon dioksida. Selanjutnya darah masuk bilik, kemudian dipompa menuju insang melalui pembuluh nadi ventral. Di dalam insang terjadi pelepasan CO2 dan pengikatan O2. Selanjutnya darah dari insang yang mengandung oksigen diedarkan ke selluruh tubuh melalui pembuluh darah dorsal.
2.    Sistem Transportasi pada Amphibian
Hewan golongan Amphibia contohnya katak. Sistem sirkulasi pada katak tersusun dari jantung dan pembuluh darah. Jantung katak terdiri atas tiga ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, dan satu bilik. Sistem peredaran darah pada katak tertutup dan rangkap (ganda).
Peredaran darah katak sebagai berikut.
a.    Darah campuran (bersih dan kotor) dipompa dari bilik jantung ke paru-paru dan kulit. Di tempat ini darah mengikat oksigen. Selanjutnya, darah ke serambi kiri dan ke bilik lagi.
b.    Daerah campuran dipompa dari bilik jantung ke seluruh tubuh ( kepala, hati, usus, dinding tubuh, dan ginjal) melalui arteri. Di dalam organ-organ tersebut, darah melepaskan oksigen dan mengikat karbon dioksida.
c.    Darah yang mengandung CO2 mengalir melalui pembuluh vena (balik) menuju serambi kanan kemudian ke bilik, dan tercampur lagi dengan darah  bersih. Demikian seterusnya berulang-ulang.
                                      
3.    Sistem transportasi pada reptilia
Contoh hewan reptilia adalah kadal. Sistem transportasi pada kadal terdiri atas jantung dan pembuluh darah.
Reptilian mempunyai jantung yang terdiri atas empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Sekat biliknya tidak sempurna (kecuali buaya) sehingga darah dari bilik kiri dan bilik kanan dapat bercampur. Sistem peredaran darah reptilian tertutup dan rangkap (ganda).

Kadal memiliki dua aorta, yaitu aorta kanan yang mengalirkan darah menuju kepala dan aorta kiri yang mengalirkan darah menuju organ-organ tubuh bagian belakang.
4.    Sistem Transportasi pada Burung
Sistem sirkulasi burung sama dengan mamalia dan manusia. Burung mempunyai jantung yang terdiri atas empat ruang, yaitu dua serambi dan dua bilik. Sekat biliknya sempurna sehingga darah bersih dan darah kotor tidak bercampur. Sistem peredaran darah burung tertutup dan rangkap (ganda).
                                
Sistem peredaran darah burung: (a) peredaran darah kecil dan (b) peredaran darah besar.

Peredaran darah burung adalah darah dari paru-paru mengangkut oksigen masuk ke serambi kiri, kemudian ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta. Di sel-sel tubuh, darah melepaskan O2 dan mengikat CO2. Darah yang mengandung banyak CO2 ini masuk ke serambi kanan melalui pembuluh balik. Selanjutnya darah masuk bilik kanan, kemudian dipompa masuk ke paru-paru. Di dalam paru-paru, darah melepaskan CO2  dan mengikat O2.
5.      System predaran darah Mamalia
Sistem peredaran darah pada mamalia tidak jauh beda dengan sistem peredaran darah pada manusia yaitu terdiri atas darah, alat-alat peredaran darah dan peredaran getah bening. Mengenai darah telah dijelaskan sebelumnya yang selanjutnya akan dibahas tentang alat-alat peredaran darah, untuk mengedarkan sari makanan dan oksigen diperlukan alat-alat peredaran darah berupa jantung dan pembulh darah.
a.    Jantung
Jantung mamalia terletak di daerah rongga dada bagian kiri tepatnya di antara kedua paru-paru, dibungkus oleh selaput tipis yang dinamakan pericardium. Jantung tersebut memiliki 4 rongga terdiri atas dua ruang serambi ynag berdinding lebih tipis dan dua ruang bilik yang berdidinding lebih tebal. Serambi dan bilik berkontraksi secara bergantian. Pada saat serambi berkontraksi (fase sistol), Jalan masuk darah dari vena ke serambi tertutup oleh kontaraksi otot-otot disekitarnya dan tekanan didalamnya meningkat sehingga   darah akan terdorong menuju bilik yang pada saat itu sedang berelaksasi. Dalam peristiwa tersebut, darah akan melewati kleb atriventricularis, yaitu dua unit kleb yang membatasi rongga serambi dan bilik.kedu kleb tersebut adalah kleb bikuspidalis dan trikuspidalis. kleb bikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik jantung sebelah kanan sedangkan trikuspidalis menjadi pembatas antara rongga serambi dan bilik jantung sebelah kiri. Pada saat bilik berkontraksi,serambi mengalami relaksasi sehingga jalan masuk darah dari vena (yang semula tertutup ) akan terbuka. Hal ini akan menyebabkan penurunan tekanan dalam serambi sehingga didarah tertarik masuk ke dalam serambi jantung.
Satu siklus jantung menghasilkan sekali denyutan jantung. Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 kali per menit, tetapi pada saat aktif melakukan kegiatan,denyut jantung dapat meningkat hingga lebih dari dua kalinya. Ritme jantung dikendalikan oleh system saraf. Kecepatan denyut jantung dikendalikan oleh system syaraf simpatis dan parasimpatis(saraf vagus). Saraf simpatis bekerja untuk mempercepat denyut jantung, sedangkan saraf vagus bekerja untuk memperlambatnya.


b.    Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah saluran khusus untuk mengalirkan darah. Darah adalah cairan dalam pembuluh darah,yang beredar ke seluruh tubuh mulai dari jantung dan segera kembali ke jantung. Darah vertebrata mengalir dalam pembuluh yang elastis (arteri,kapiler dan vena ) dan akan kembali ke jantung tanpa meniggalkan system pembuluh. Jadi darah tetap berada pada saluran yang terttup.sistem sirkulasi yang demikian dinamakan system sirkulasi tertutup.
Arteri adalah pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar dari jantung. Darah dalam arteri mengeluarkan tekanan yang cukup besar terhadap dinding pembuluh.untuk menahan tahanan tersebut,arteri harus mempunyai dinding yang tebal dan kuat. Tekanan darah berasal dari kekuatan yang dihasikan oleh jantung ketika berkontraksi sehingga keberadaan serabut elastic pada dinding arteri sangat penting untuk memastikan aliran darah yang konstan ke kapiler.
Pelepasan darah dari jantung tidak terjadi secara continue tetapi berselang seling seirama dengan kontraksi jantung. Ketika jantung berkontraksi, darah terdorong keluar dari jantung dan masuk ke pembuluh. Segera sesudah darah masuk arteri besar, dinding arteri akan meregang dan menyimpan sejumlah besar energy yang berasal dari peregangan serabut alastis. Pada saat jantung berelaksasi, tidak ada darah yang masuk ke arteri besar sehingga pembuluh tersebbut kembali mengkerut ke ukuraan semula dan melepaskan sebagian energy yang tersimpan pada dindingnya.energi tersebut akan mendorong darah dalam pembukuh arteri besar sehingga mengalir lebih jauh ke seluruh system sirkulasi.
Arteriola adalah pembuluh arteri kecil yang dindingnya mengandung sejumlah besar otot polos yang proses kontraksinya tidak dikendalikan oleh pusat kesadaran.\
Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dalam system sirkulasi yang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas serta berbagia zat lainnya antara pembuluh darah dan jaringan.
Venula dan vena merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah dari jaringan kembali ke jantung. Venula adalah pembuluh vena yang paling kecil dan berhubungan langsung dengan kapiler. Vena dilengkapi dengan klep yang berguna untuk mencegah aliran darah kembali ke arah jaringan dan menjamin kelancaran aaliran darah menuju jantung yang dibantu juga oleh kontraksi otot pada dinding pembuluh vena serta kontraksi otot lurik di sekitar pembuluh tersebut.
6.      Sirkulasi darah tertutup dan ganda pada mamalia
Sirkulasi darah pada hewan mamalia merupakan sirkulasi darah tertutup dan ganda. Dikatakan sistem sirkulasi tertutup karena peredaran darah berlangsung di dalam pembuluh, sedangkan dikatakan ganda sebab dalam peredarannya, darah mengalir ke organ jantung sebanyak dua kali.
             
pulmonalis dan (b) sistem peredaran darah sistemik

 
Sistem sirkulasi darah ganda pada mamalia meliputi peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.
a.    Peredaran darah besar
Pada peredaran darah besar, darah meninggalkan ventrikel kiri jantung melalui aorta, yaitu arteri terbesar dalam tubuh. Aorta ini bercabang menjadi arteri lebih kecil yang mengantarkan darah ke berbagai bagian tubuh. Arteri-arteri ini bercabang dan beranting lebih kecil lagi hingga sampai ke arteriola. Arteri ini mempunyai dinding  yang sangat berotot yang menyempitkan salurannya dan menahan aliran darah dengan jalan mengubag-ubah ukuran saluran dan mengatur aliran darah dalam kapiler. Didnding kapiler sangat tipis sehingga dapat berlangsung pertukaran zat antara plasma dan jaringan interstisiiil. Kemudian kapiler- kapiler ini bergabung dan membentuk pembuluh lebih besar yang disebut venula, yang kemudian juga bersatu menjadi vena, untuk mengantarkan darah kembali ke jantung. Semua vena bersatu dan bersatu lagi sehingga terbentuk dua batang vena, yaitu vena kava inferior yang mengumpulkan darah dari badan dan anggota gerak bawah, dan vena kava superior yang mengumpulkan darah dari kepala dan anggota gerak atas. Kedua pembuluh darah ini menuangkan isisnya ke dalam jantung melalui atrium kanan jantung.
b.    Peredaran darah kecil
Darah dari vena tadi kemudian masuk ke dalam ventrikel kanan yang berkontraksi dan memompanya ke dalam arteri pulmonalis. Arteri ini becabang dua untuk mengantarkan darahnya menukju paru-paru kanan dan kiri. Darah tidak sukar memasuki pembuluh-pembuluh darah yang mengaliri paru-paru. Di dalam paru-paru setiap arteri membelah menjadi arteriola dan akhinya menjadi kapiler pulmonal yang mengitari alveoli di dalam jaringan paru-paru untuk memungut oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
Kemudian kapiler pulmonal bergabung menjadi vena dan darah dikembalikan ke dalam jantung oleh empat vena pulmonalis. Selanjutnya darah dituangkan ke dalam atrium kiri. Darh ini kemudian mengalir masuk ke dalam ventrikel kiri. Ventrikel ini berkontraksi dan darah dipompa masuk ke dalam aorta. Maka kini mulai lagi peredaran darah besar.

F.        Pertukaran zat di jaringan
Pada uraian sebelumnya telah dijelaskan bahwa besarnya tekanan systole dan diastole pada manusia adalah 120/80 mm Hg. Hal ini berarti bahwa darah yang dipompa oleh jantung membrikan tekanan sebesar 120 mm Hg. Dari aorta, darah mengalir terus ke cabang-cabang arteri, dan akhirnya sampai di pembuluh kapiler. Semakin jauh dari jantung, tekanan darah dalam pembuluh pun semakin menurun. Di pembuluh kapiler, darah hanya memberikan tekanan hidrostatik sebesar kira-kira 40 mm Hg.


Sementara itu, tekanan dalam cairan atau ruang ekstrasel hanya 25 mm Hg ( sama di semua bagian tubuh). Perbedaan tekanan yang timbul antara bagian dalam n luar pembuluh kapiler menyebabkan terjadinya perpindahan sejumlah air dan partikel- partikel kecil terlarut dari dalam pembuluh kapiler e cairan jaringan.
Tekanan hidrostatik dalam pembuluh kapiler yang berdekatan/ berhubungan dengan pembuluh vena atau venula turun hingga 15 mm Hg. Karena tekanan hidrostatik di bagian ini lebih rendah daripada tekanan osmotic dalam cairan jaringan, sejumlah air dan partikel kecil pada cairn jaringan akan masuk kembali ke pembuluh kapiler.
Sekalipun demikian, jumlah total air dan partikel yang keluar dari pembuluh kapiler selalu lebih besar daripada jumlah yang dapat masuk kembali ke kapiler. Untuk menjaga kondisi homeostasis, kelebihan air dan partikel zat yang masih tertinggal dalam cairan jaringan harus dikembalikan ke dalam kapiler darah.
Pengembalian kelebihan air dan zat terlarut tersebut dilaksanakan oleh pembuluh limfe kecil yang sangat permeable, yang akan meneruskannya ke pembuluh limfe yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap unit pembuluh limfe yang lebih besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap unit pembuluh limfe kecil akan bergabung akan bergabung untuk membentuk pembuluh yang lebih besar. Pembuluh limfe yang paling besar akan berhubungan dengan pembuluh darah, yakni pad pembuluh vena subklavia. Oleh karena itu, cairan yang masuk ke pembuluh limfe kecil nantinya akan masuk ke pembuluh darah juga. Aliran cairan dalam sistempembuluh limfe dipertahankanoleh sejumlah klep dan aktivitas otot di sekitar pembuluh, seperti yang terjadi pada pembuluh vena.
BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Cairan dalam tubuh hewan dibedakan menjadi cairan intrasel dan ekstrasel. Cairan intrasel yaitu sitoplasma, sedangkan cairan ekstrasel meliputi cairan jaringan, limfe, darah dan hemolimfe. Darah terdiri atas plasma dan sel darah ( eritrosit, leukosit dan trombosit), yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
Hewan yang berukuran lebih besar dan lebih banyak beraktivitas memerlukan laju metabolism sel yang lebih tinggi. Metabolisme yang tinggi akan terjadi apabila pemasokan sari makanan dan oksigen berlangsung secara konstan, serta tersedia sistem kapiler yang bertanggung jawab atas pertukaran gas dan pembuangan zat sisa secara cepat.
Komponen penyusun sistem sirkulasi yaitu jantung, pembuluh darah, dan cairan tubuh. Jantung dan pembuluh darah merupakan komponen yang sangat penting untuk menjamin kelancaran aliran darah ke berbagai jaringan. Jantung berperan sebagai pemompa cairan yang bersirkulasi, sedangkan pembuluh darah berfungsi sebagai jalan aliran darah.





B.       Saran
Makalah yang kami buat belum sempurna  sesuai yang diharapkan. Masih terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan. Karena, kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari khilaf / kesalahan, kelebihan itu hanya milik Allah SWT semata. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak atau pembaca demi perbaikan di masa mendatang


DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, 2009. Sistem Sirkulasi pada Manusia, http:// massofa.wordpress.com Diakses  26 Desember 2011
Anonymous, 2007. TEORI RINGKAS BIOLOGI. LP3T Technos: malang
         Isnaeni, wiwi. 2006. FISIOLOGI HEWAN. Yogyakarta: Kanisius
Soewolo, dkk. 1999. FISIOLOGI HEWAN. Um press: Malang
Sumarjito, 2006. PANDUAN BELAJAR BIOLOGI. Primagama: yogyakarta
Widodo,nur.2002. Fisiologi Hewan.umm press:malang
http://samadaranta.wordpress.com/2010/12/14/fisiologi-sirkulasi/

.





Continue Reading
Powered by Blogger.

Entri Populer

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger