Mutiara Hikmah :
http://picasion.com/

Sukses Bukan Milik yang Ber-IPK Tinggi Saja

Thursday, March 23, 2017 | 0 comments

 
 
6 Filosofi Pak Habibie yang Bikin Kita Sadar Kalau Sukses Bukan Milik yang Ber-IPK Tinggi Saja

Maukah kamu sesukses Pak Habibie?

Siapa di antara kamu yang ingin meraih kesuksesan? Tentu, tidak ada satu orang pun yang tak menginginkannya. Mayoritas dari kita semua pasti ingin mengukir keberhasilan. Namun untuk bisa mewujudkan hal tersebut kita harus mengetahui formulasi mencapai kesuksesan. Untuk itu diperlukan bekal khusus agar perjalanan menuju keberhasilan lebih mudah dilalui.

Apa saja pesan dari Pak Habibie untuk anak muda yang ingin mencetak keberhasilan secepat mungkin? :

 1. Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha.

Dalam video wawancara yang dilakukan dengan Samsung Pak Habibie pernah berkata kalau, “Percuma Anda memiliki IQ tinggi tapi pemalas. Yang penting adalah Anda sehat dan mau berkorban meraih apa yang diinginkan”. Kalimat Pak Habibie ini mengajarkan pada kita bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya faktor penentu kesukesan.

Ada faktor lain yang lebih penting yakni kerja keras. Sepintar dan secerdas apapun seseorang kalau dia tidak memiliki totalitas dalam mengejar mimpinya maka itu semua akan percuma. Jadi bagi anak muda yang sedang gencar mewujudkan cita-cita bekerjalah secara sungguh-sungguh. Karena meskipun kamu pintar tapi kalau tak mau kerja keras maka kesuksesan pasti akan menjauh.

 2. Jangan pernah berhenti mengejar yang kamu impikan meski apa yang didamba belum ada di depan mata.

Apakah kamu pernah menyaksikan film Habibie Ainun? Jika ya, pasti kamu telah menyaksikan bagaimana perjuangan BJ Habibie dalam meraih kesuksesannya. Di film tersebut diceritakan bagaimana sulitnya kehidupan Pak Habibie yang terbatas. Selain itu Pak Habibie juga pernah merasakan tidak enaknya diremehkan oleh sesama pekerja di sana. Beberapa kali idenya ditolak dan dianggap tak meyakinkan.

Namun semua hal menyakitkan itu tak membuat seorang Habibie menyerah. Sebaliknya ia terus berusaha hingga akhirnya apa yang beliau impikan dapat terwujud. Dari kisah beliau adalah satu pelajaran yang bisa kita ambil yakni, “Jangan pernah menyerah”. Ketika apa yang diinginkan belum tercapai, kamu tak boleh berhenti. Bahkan jika perlu kamu harus menambah “mesin semangat” untuk tetap bisa bergerak meraih apa yang kamu yakini.

 3. Jadilah pribadi yang selalu siap menjalani setiap tantangan yang datang padamu.

Walaupun sudah berusia 80 tahun Pak Habibie tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Selain masih aktif bekerja, beliau juga disibukkan dengan beragam kegiatan mulai dari menulis buku hingga menjadi pembicara di berbagai acara. Bagi mantan Presiden Indonesia ketiga ini, selama belum menutup mata ia akan “menantang” dirinya untuk terus berkarya. Spirit hidup ala Pak Habibie yang selalu siap itulah yang wajib kamu tiru. Sebagai anak muda kamu juga harus selalu siaga menghadapi tantangan dalam hidup kapan dan di mana saja.

 4. Meraih masa depan yang cerah tidak akan didapat dengan mudah. Kamu harus mau berkorban untuk mendapatkan hal tersebut.

Pelajaran hidup yang penting diketahui oleh anak muda dari Pak Habibie adalah meraih kesuksesan itu bukanlah perkara mudah. Bahkan kamu bisa jadi harus merasakan jatuh berkali-kali demi meraih apa kamu inginkan. Filosofi meraih kesuksesan ini juga selaras dengan pendapat Soichiro Honda yang mengatakan “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi mereka tidak melihat 99% kegagalan saya” yang secara tersirat berarti untuk meraih keberhasilan kamu harus bersusah payah terlebih dahulu.

Tidak ada keberhasilan yang didapat dengan cara mudah dan cepat. Sebaliknya kemungkinan besar kamu harus merasakan sakitnya kegagalan hingga akhirnya benar-benar mengecap keberhasilan.

 5. Apabila kamu sudah memutuskan menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Itu adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya.

Tidak hanya kemauan untuk bekerja keras, formula lainnya yang juga tak kalah penting untuk diterapkan adalah konsistensi ketika menekuni sebuah bidang. Pak Habibie mengatakan ketika ia memutuskan untuk menjadi insinyur penerbangan, ia fokus di ranah tersebut. Sekalipun dihadapkan dengan berbagai tantangan ia tidak lantas keluar dan putar arah.

Sebaliknya beliau justru menekuni bidang tersebut hingga sekarang berhasil menjadi salah satu ahli penerbangan terbaik di Indonesia bahkan dunia. Dari pengalaman Pak Habibie itu kita mendapat pelajaran kalau untuk menjadi orang yang ahli dibutuhkan konsisten mempelajari satu hal secara mendalam. Jika kamu misalnya sudah memutuskan untuk menjadi penulis teruslah asah bakatmu tersebut hingga menjadi penulis profesional. Jangan mudah patah semangat ketika orang tidak menyukai karyamu. Buat tulisan lebih banyak lagi hingga suatu saat tulisanmu disukai.

 6. Bertekadlah untuk menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan sekitar. Gunakan apa yang kamu punya untuk membantu sesama manusia.

Terakhir menurut Pak Habibie yang tak boleh dilupakan adalah tetap jadi pribadi yang berusaha memanfaatkan kesuksesanmu untuk membantu sesama. Segala yang kamu cita-citakan hendaknya harus berguna bagi orang lain. Jangan sampai kamu hanya fokus mengejar keberhasilan tapi tidak mementingkan kepentingan bersama.

Semoga 6 pesan dari Pak Habibie di atas dapat menjadi bekalmu menggapai apa yang kamu impikan ya. Tapi 1 hal yang harus kamu ingat, Pak Habibie dulu IPK-nya selalu tinggi Lo! 😄😆
Continue Reading

ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA

| 1comments

"
ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA"

*```Banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika membaca Al-Fatihah disaat shalat.. tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya.
 
Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman:

"Aku membagi al-Fatihah menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."```*

■ *```Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.```*

■ *```Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'alamin"```*

*```Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."```*

■ *```Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim```*

*```Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."```*

■ *```Ketika kita mengucapkan "Maaliki yaumiddin".```*

*```Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."```*

■ *```Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”.```*

*```Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan Hamba-Ku.”```*

■ *```Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” ```*

*```Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)```*

■ *```Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. ```*

*```Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.```*

■ *```Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.```*

■ *```Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)```*

*```Semoga bermanfaat, silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat```*

*```Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada```*
*```(HR. Muslim).```*
Continue Reading

Jalan Lurus Dan Hambatan

Monday, March 20, 2017 | 1comments


* .. BUKAN JALAN LURUS TANPA RINTANGAN .. *
Oleh: Budi Waluyo
Minggu ini saya dapat beberapa kabar bagus dari siswa: ada yang lulus beasiswa S2 ke Jepang, lulus beasiswa dalam negeri, lulus masuk PTN, lulus administrasi LPDP, lulus exchange program ke Korea, sampai lulus wawancara beasiswa Fulbright. Ada juga yang mengabari tentang perubahan diri yang dirasakan selama mengikuti proses belajar di Sekolah TOEFL dan Sekolah Inggris.
Yang paling banyak memang tipikal pesan yang masuk secara reguler di sosmed saya, seperti pertanyaan tentang materi dan soal, lupa download handbook, video dan mp3, sedang didaerah terpencil, dia atau ada keluarga sedang sakit, mau ujian skripsi dan kkn minta izin, konsultasi dan diskusi rencana melamar beasiswa dan esai, kesulitan akses internet, kapan Sekolah TOEFL dan Sekolah Inggris buka pendaftaran lagi, dan lain sebagainya. 
Saya mau sedikit cerita terkait siswa-siswa yang sudah berhasil meraih beasiswa ini. Sejak tahun lalu, sudah ada siswa-siswa Sekolah TOEFL yang mendapatkan beasiswa baik untuk sebuah degree maupun jenis exchange program, didalam dan luar negeri. Sebenarnya, saya bisa saja membuat daftar kontak siswa yang berhasil ini di blog, agar siswa lain mudah bertanya dan diskusi. Tetapi, itu tidak saya lakukan sampai sekarang. Tahu tidak kenapa?
Pertama, kesuksesan yang mereka raih itu bukan semata-mata karena saya atau Sekolah TOEFL; ada banyak faktor yang mempengaruhi dan membantu proses pencapaian mereka. Nah, yang terpenting adalah selain itu rahmat dari Tuhan, pencapaian itu karena hasil dari kerja keras mereka sendiri; tidak mudah putus asa, disiplin, tekun mempersiapkan diri dan menjalani setiap prosesnya dengan baik. Jadi, tetap saja yang mendapatkan kredit paling tinggi dari pencapaian siswa-siswa ini adalah diri mereka sendiri, bukan orang lain.
Kedua, setiap kali saya posting informasi ada siswa yang berhasil meraih beasiswa, selalu ada yang minta kontaknya, ingin berdiskusi dan bertanya. Padahal, semua beasiswa itu biasanya jelas sekali informasi persyaratan dan proses seleksinya. Terkadang ada contact person yang disiapkan bila ada pertanyaan, terlepas dari responsif atau tidak. Sayangnya, yang tidak jelas itu usaha kita untuk mendapatkan dan memahami informasi beasiswa itu; maunya seperti disuap dan bergantung dengan orang lain. Percayalah, anda tidak bisa memahami satu informasi beasiswa secara menyeluruh hanya sekali duduk saja.
Saya dulu hampir setiap hari membuka website Aminef agar benar-benar memahami beasiswa S3 Fulbright yang ditawarkan. Selain itu, berjam-jam dalam seminggu saya habiskan browsing di google membuka website-website universitas di Amerika, Kanada, Eropa, dan Australia. Membaca berbagai jurusan yang ada serta profil professor yang mengajar. Selanjutnya, disortir mana universitas dan professor yang sesuai dengan minat riset, lalu kirim e-mail satu persatu.
Saat ingin melamar beasiswa S2, saya copy paste semua informasi di website beasiswa IIEF dan simpan di flashdisk; selalu ke rental komputer untuk membacanya kembali. Proses-proses ini melelahkan sekali; apalagi, ini baru proses awal, masih jauh waktu sampai tahu hasil dari usaha ini. Tetapi, kemampuan kita bisa bertahan melalui setiap proses inilah sesungguhnya yang membuktikan kalau kita berbeda dari kebanyakkan orang yang hanya ingin saja. Bukankah Tuhan Maha Melihat? Malulah kita disaat menginginkan sesuatu tetapi dilihat-Nya usaha kita tidak lebih besar dari yang dilakukan oleh orang lain.
Kawan, menjalani studi setelah mendapatkan beasiswa itu nanti lebih sulit dari menjalani proses meraih beasiswa itu sendiri. Disaat melihat seseorang berhasil mendapatkan beasiswa, kita cukup tahu apa nama beasiswanya saja, lalu mulailah eksplor sendiri. Nikmati setiap kesulitan yang didapatkan; proses inilah yang akan mematangkan pengetahuan dan persiapan diri kita. Bukan tidak boleh bertanya, tetapi bertanyalah setelah berusaha maksimal memahami sendiri; inilah yang akan membangun sebuah kualitas dan karakter dalam diri kita.
Ingatlah, progress itu bukan sebuah jalan lurus tanpa rintangan, melainkan sebuah jalan bergelombang penuh rintangan.
Semangat ya! Let's break the limits..!!
Source: sdsafadg
Continue Reading

Cinta Bersujud di Mihrab Taat

Sunday, March 19, 2017 | 1comments

Cinta Bersujud di Mihrab Taat
Oleh: Salim A. Fillah 

JULAIBIB, begitu dia biasa dipanggil. Sebutan ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri jasmani serta kedudukannya di antara manusia; kerdil dan rendahan.
Julaibib. Nama yang tak biasa dan tak lengkap. Nama ini, tentu bukan dia sendiri yang menghendaki. Tidak pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan yang mana bundanya. Demikian pula orang-orang, semua tak tahu, atau tak mau tahu tentang nasab Julaibib. Tak dikenal pula, termasuk suku apakah dia. Celakanya, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat kemasyarakatan yang tak terampunkan.
Julaibib yang tersisih. Tampilan jasmani dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya yang jelek terkesan sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh.
Tidur sembarangan berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak. Abu Barzah, seorang pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, ”Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!”
Demikianlah Julaibib.
Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tak satu makhlukpun bisa menghalangi. Julaibib berbinar menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaff terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah dia tiada, tidak begitu dengan Sang Rasul, Sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi, Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.
”Ya Julaibib”, begitu lembut beliau memanggil, ”Tidakkah engkau menikah?”
”Siapakah orangnya Ya Rasulallah”, kata Julaibib, ”Yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?”
Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah juga tersenyum. Mungkin memang tak ada orangtua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah menanyakan hal yang sama. ”Wahai Julaibib, tidakkah engkau menikah?” Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.
Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib kemudian membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. ”Aku ingin”, kata Rasulullah pada si empunya rumah,
”Menikahkan puteri kalian.”
”Betapa indahnya dan betapa berkahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa Sang Nabi lah calon menantunya. ”Ooh.. Ya Rasulallah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram dari rumah kami.”
”Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah. ”Kupinang puteri kalian untuk Julaibib.”
”Julaibib?”,  nyaris terpekik ayah sang gadis.
”Ya. Untuk Julaibib.”
”Ya Rasulullah”, terdengar helaan nafas berat. ”Saya harus meminta pertimbangan isteri saya tentang hal ini.”
”Dengan Julaibib?”, isterinya berseru. ”Bagaimana bisa? Julaibib yang berwajah lecak, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta? Demi Allah tidak. Tidak akan pernah puteri kita menikah dengan Julaibib. Padahal kita telah menolak berbagai lamaran..”
Perdebatan itu tak berlangsung lama. Sang puteri dari balik tirai berkata anggun. ”Siapakah yang meminta?”
Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.
”Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah lah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku.” Sang gadis shalihah lalu membaca ayat ini;
Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab [33]: 36)
Dan Sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, ”Allahumma shubba ‘alaihima khairan shabban.. Wa la taj’al ‘aisyahuma kaddan kadda.. Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh berkah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”
Doa yang indah.
Sungguh kita belajar dari Julaibib untuk tak merutuki diri, untuk tak menyalahkan takdir, untuk menggenapkan pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tak mudah menjadi orang seperti Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas. Kita juga belajar lebih banyak dari gadis yang dipilihkan Rasulullah untuk Julaibib. Belajar agar cinta kita berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka. Karena kita tahu, mentaati Allah dalam hal yang tak kita suka adalah peluang bagi gelimang pahala. Karena kita tahu, seringkali ketidaksukaan kita hanyalah terjemah kecil ketidaktahuan. Ia adalah bagian dari kebodohan kita.
Isteri Julaibib mensujudkan cintanya di mihrab taat. Ketika taat, dia tak merisaukan kemampuannya.
Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia takkan membebani kita melebihinya. Isteri Julaibib telah taat kepada Allah dan RasulNya. Allah Maha Tahu. Dan Rasulullah telah berdoa. Mari kita ngiangkan kembali doa itu di telinga. ”Ya Allah”, lirih Sang Nabi, ”Limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”
Alangkah agungnya! Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertaqwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita. Urusan kita adalah taat kepada Allah. Lain tidak. Maka sang gadis menyanggupi pernikahan yang nyaris tak pernah diimpikan gadis manapun itu. Juga tak pernah terbayang dalam angannya. Karena ia taat pada Allah dan RasulNya.
Tetapi bagaimanapun ada keterbatasan daya dan upaya pada dirinya. Ada tekanan-tekanan yang terlalu berat bagi seorang wanita. Dan agungnya, meski ketika taat ia tak mempertimbangkan kemampuannya, ia yakin Allah akan bukakan jalan keluar jika ia menabrak dinding karang kesulitan. Ia taat. Ia bertindak tanpa gubris. Ia yakin bahwa pintu kebaikan akan selalu terbuka bagi sesiapa yang mentaatiNya.
Maka benarlah doa Sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar yang indah bagi semuanya. Maka kebersamaan di dunia itu tak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang isteri shalihah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib lebih dihajatkan langit meski tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tak terlalu bersahabat kepadanya. Adapun isterinya, kata Anas ibn Malik, tak satupun wanita Madinah yang shadaqahnya melampaui dia, hingga kelak para lelaki utama meminangnya.
Saat Julaibib syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi beliau akan mengajarkan sesuatu kepada para shahabatnya. Maka Sang Nabi bertanya di akhir pertempuran, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
“Tidak Ya Rasulallah!”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.
“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.
“Tidak Ya Rasullallah!” Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.
Rasulullah menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.
Para shahabat tersadar.
“Carilah Julaibib!”
Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di seputaran menjelempah tujuh jasad musuh yang telah dia bunuh.
Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam menshalatkannya secara pribadi. Ketika kuburnya digali, Rasulullah duduk dan memangku jasad Julaibib, mengalasinya dengan kedua lengan beliau yang mulia. Bahkan pula beliau ikut turun ke lahatnya untuk membaringkan Julaibib. Saat itulah, kalimat Sang Nabi untuk si mayyit akan membuat iri semua makhluq hingga hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”
Ya. Pada kalimat itu; tidakkah kita cemburu? 
Continue Reading

Ayo kuliah dengan Beasiswa

Friday, March 10, 2017 | 2comments

*Karena peluang beasiswa masih ada.
Mungkin kita hanya bisa mengatakan beasiswa hanya untuk orang tertentu saja, namun beasiswa milik orang yang mau dan berusaha lebih.
Dari pemerintah sendiri sudah menganggarkan dengan adanya beasiswa untuk program pascasarjana dalam berbagai lintas ilmu.
Bayangin saja jika semua syarat dalam apply beasiswa terpenuhi, tinggal menunggu hasil apakah diterima atau tidak untuk lanjut ke tahap selanjutnya. Sembari menunggu pengumuman, persiapkan untuk seleksi selanjutnya dan jika gagal, perbaiki apa yg kurangnya.

Saat ini yg lagi booming adalah Beasiswa LPDP dan Beasiswa Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul ( PMDSU) DIKTI.
Selamat mencoba 😚

*bersama teman se-lab dikampus, Mas Dylan Kandidat Doktor Ilmu Biologi (Beasiswa PMDSU) dan Me  (Beasiswa LPDP).


Berikut Beasiswa yang sedang open tahun 2017:

Beasiswa LPDP 2017
Deadline untuk Dalam Negeri: 3 April 2017
Deadline untuk Luar Negeri: 7 Juli 2017

Beasiswa PMDSU batch III sdh di buka 😊 

Korean Government Scholarships
Deadline: March 2017

4000 Bachelor/Master/Doctorate Scholarships from Stipendium Hungaricum Programme, Hungarian Government
Deadline: 5 March 2017

PhD Positions at University of Rome "Tor Vergata", Italy
Deadline: 10 March 2017

Brunei Darussalam Government Scholarships
Deadline: 13 March 2017

New Zealand ASEAN Scholarships
Deadline: 15 March 2017

International Higher Education Scholarship Program from Taiwan ICDF
Deadline: 17 March 2017

30 PhD Scholarships at Luiss Guido Carli University, Italy
Deadline: 20 April 2017

85 Bachelor/Master/Doctorate Scholarships from Romanian Government
Deadline: 20 March 2017

200 PhD Fellowships from Chinese Academy of Sciences (CAS) and the World Academy of Sciences (TWAS), China
Deadline: 31 March 2017

Taiwan International Graduate Program 2017
Deadline: 31 March 2017

71 PhD Positions in Science at SISSA, Italy 
Deadline: 31 March 2017

Master Scholarships from STUNED, Netherlands
Deadline: 1 April 2017

60 PhD Positions from Hannover Biomedical Research School, Germany
Deadline: 1 April 2017


241 Bachelor/Master Scholarships (Tuition Fee Only) at Tallinn University of Technology, Estonia 
Deadline: 14 April 2017 

Australia Awards Scholarships
Deadline: 30 April 2017

Master Scholarships from Invest Your Talent in Italy. 
Deadline: 30 April 2017

Master/Doctoral Scholarships from the Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS), China
Deadline: 30 April 2017

45 Master Scholarships from The Government of Flanders, Belgium
Deadline: 30 April 2017

160 Master Scholarships at Paris Saclay University, France
Deadline: May/June 2017

Estonian Government Scholarships
Deadline: 1 May 2017

68 PhD Positions at Scuola Superiore Sant'Anna, Italy 
Deadline: May 2017

40 PhD Scholarships at Gran Sasso Science Institute, Italy
Deadline: 31 May 2017
Continue Reading

Nostalgia Prastya Mandala (PK 27) LPDP RI

Tuesday, February 14, 2017 | 1comments


Tak terasa, waktu yang begitu cepat yang disibukkan dengan berbagai rutinitas di kampus. Apalagi menjelang masa akhir studi, semua akan bergerak cepat dengan menyelesaikan Tesis untuk program master dan Disertasi untuk program Doktor. Sebelum berbicara lebih jauh tentang apa yang dilakukan di bangku Kuliah, sebelumnya saya ingin menceritakan sekelumit peristiwa tentang kisah generasi muda yang tersebar di seluruh penjuru negeri bertemu dan berkumpul dalam satu kegiatan yang dinamakan dengan Persiapan Keberangkatan atau biasa disingkat dengan PK. Kegiatan ini   adalah agenda wajib bagi penerima beasiswa LPDP yang dikelola oleh 4 kementrian yaitu Kementrian Keuangan, Kementrian RISTEK, Kementrian Agama dan Kementrian DIKBUD.
Melepas segala rutinitas kampus dengan membuka file-file saat mengikuti program ini, inilah bagian dari cerita itu,,,
Saya masuk dalam PK 27 yang diberi nama Prastya Mandala "Berjanji Setia untuk Negara' yang berlangsung di Yogykarta dan merupakan PK pertama yang dilakukan di luar Jakarta.

Kala itu, membuat tugas hanya bermodalkan internet, waktu itu saya hanya beli modem dan paket data selama sebulan. Setiap tugas yag diberikan harus segera diselesaikan dengan baik dan tepat, karena kalau tidak bisa menjadi tugas yang menumpuk dengan segala tugas yang lain yang menanti deadline. Apa hendak dikata, harus mengerjakan tugas sampai menjelang subuh, sampai-sampai tempat belajar dirapikan oleh ibu sekaligus dibangunkan untuk sholat subuh.
kegiatan tugas Pra-PK memang begitu banyak, bahkan ada teman-teman yang berada di daerah terpencil kesulitan akses untuk mendapatkan sinyal baca jaringan untuk mengirim tugasnya. salah seorang teman sampai harus pergi ke kecamatan yang jaraknya mencapai puluhan kilometer dari rumahnya hanya untuk mendapatkan jaringan internet. lain lagi dengan temanku yang satu ini, dia bela-belain manjat pohon untuk bisa bertukar informasi. Maklum saja, didaerah untuk WhatsApp, BBM, Line dan sebangsanya belum begitu familiar. Saya bisa berbagi informasi dengan facebook dan aktif di milis group.
Mengenai kegiatan yang dilakukan selama mengikuti PK dapat dilihat di artikel sebelumnya tentang PK. Untuk lebih jelasnya inilah cuplikan kisah kami, penerima Beasiswa LPDP PK 27.


Dan kini, kita tersebar di berbagai kampus terbaik di negeri ini dan kampus luar negeri. Selamat mengerjkan tugas Akhir, selamat mengabdi untuk generasi Emas Indonesia 2045.
Aku kan rindu setiap moment kebersamaan yang kita lewati, kita ukir dan kita buat. kita percaya bahwa perbedaan bukanlah menjadi halangan untuk memajukan Negeri ini. Perbedaan yang ada, mulai dari agama yang berlainan, suku, ras, etnis, bahasa, lagu daerah, makanan khas dan pastinya adalah pariwisata yang menjadi icon tiap daerah di negeri ini.

@Rizal_EnsyaMada
M.Sc cand. Universitas Gadjah Mada

Continue Reading

SIMPOSIUM NASIONAL Mahasiswa Pascasarjana NTB Se-Indonesia

Tuesday, November 15, 2016 | 0 comments



Hadiri SIMPOSIUM NASIONAL Mahasiswa Pascasarjana NTB Se-Indonesia
"NTB Sebagai Corong Pariwisata Nusantara"
tanggal 16-17 Desember 2016 di Yogyakarta, Indonesia dengan rangkain acara:
-Seminar aNasional
-Konferensi Nasional
-musyawarah umum
-Focus Group Discussion (FGD)
-SASAMBO Night.

Bagi sahabat mahasiswa atau pelajar NTB yang ingin mengikuti kegiatan seminar pariwisata pada hari sabtu 17  Desember 2016 yang diadakan oleh Awardee LPDP NTB, bisa mendaftarkan diri dengan mengisi formulir pada link dibawah ini 

KETENTUAN UMUM
1.             Peserta “berasal dari Nusa Tenggara Barat”. Dibuktikan dengan kartu identitas (KTP)
2.           Peserta merupakan “mahasiswa pascasarjana”. Dibuktikan dengan KTM 
3.            Tiap Peserta hanya diijinkan menulis 1 Essay serta tidak diperkenankan untuk penulisan    berkelompok (1 Essay tidak boleh ditulis lebih dari 1 orang).   
4.           Waktu pengiriman : Deadline pengiriman Essai tannggal 30 November 2016.
5.            Pengumuman Essai yang diterima : 7 Desember 2016
6.           Pengiriman Essai : Essai dikirim melalui E-mail (lpdpntb@gmail.com)







Continue Reading

Obat Hati

Wednesday, October 5, 2016 | 0 comments

Sungguh letih jika hati gelisah, risau dan gersang. Ibadah tidak nyaman, mudah marah, jarang tersenyum, cepat tersinggung, malas bergaul, dan lain-lain.
Segera! Obati dengan Al-Quran sebagai ayat kaluliyyah-Nya yakni dengan membacanya secara tartil dan mentadabburi maknanya. Dan ayat kauniyah-Nya dengan membaca ciptaan Allah, misalnya  ketika berada di perjalanan melihat langit yang terbentang luas, pohon-pohon bertasbih, manusia bergerak menuju ke tempat masing -masing.
Jadikan sebagai sarana tafakkur sejauh mana kekhusyuan ibadah kita ? Berapa banyak perintah Allah yang kita langgar? Mari jangan terlambat beramal dan bertaubat sebelum ajal datang..


Continue Reading

Potensi Diri

| 0 comments

KISAH NYATA Michael Jordan.
Dia seorang berkulit hitam, lahir tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki 4 orang saudara, dan upah ayahnya tidak cukup utk menafkahi keluarga. Sejak kecil,  kehidupannya di  lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia tidak bisa melihat harapan masa depannya.
Ketika ia berusia 13 thn, ayahnya memberi sehelai pakaian bekas dan bertanya: “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”
Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.”
Ayahnya kembali bertanya, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau bisa menjualnya, berarti sdh membantu ayah dan ibumu.”
Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencoba, tapi belum tentu bisa berhasil.”
Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tak ada setrika utk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.
Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bgm caranya utk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?”
Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi  hanya 2 dollar.”
Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”
Akhirnya, Jordan mendapatkan SATU IDE, ia meminta bantuan sepupunya yg belajar melukis gambar Donal Bebek yg lucu dan Mickey Mouse yg nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di  sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yg menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil yg berusia 10 thn itu  menyukai pakaian itu, dan ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar jumlah yg besar bagi Jordan, setara dgn gaji sebulan ayahnya.
Sampai di rumah, ayahnya memberi selembar pakaian bekas lg  kpdnya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.
Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yg polos meminta tanda tangannya, ia dgn senang hati menanda tangani pakaian itu.
Jordan pun berteriak  sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.
Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan AIR MATA HARU berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”
Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yg sudah kau lakukan, apakah yg berhasil engkau pahami?”
Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”
Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yg bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sbg manusia yg hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”
Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, apalagi saya, tdk ada alasan bagiku untuk meremehkan diri ku.
Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan.
Potensi diri kita begitu besar, jangan dipandang kecil & rendah hanya karena kita terlihat lecek, kumal, jelek dan miskin, itu karena belum “DIASAH”. Tetaplah berusaha dan teruslah mengasah kecerdikan dan lakukanlah semasa hidup kita.
SEMANGAT !!! 


Continue Reading

Ringkasan tentang Jodoh

| 1comments

~Sebuah Ringkasan tentang jodoh~
Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!
Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.
Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.
Ketiga
Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.
Keempat
Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.
Kelima
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.
Keenam
Dalam urusan jodoh, ta’aruf adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.
Ketujuh
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.
Kedelapan
Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat. Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi itu lebih baik daripada digantung.
Kesembilan
Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu?
Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar. Silakan pilih. Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.
Kesepuluh
Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?
Tanyakan pada hatimu: Mana diantara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga?
-Salim A Fillah
Continue Reading

RUSA TIMOR, FAUNA IDENTITAS NUSA TENGGARA BARAT DIAMBANG KEPUNAHAN

Monday, January 4, 2016 | 0 comments

RUSA TIMOR, FAUNA IDENTITAS NUSA TENGGARA BARAT DIAMBANG KEPUNAHAN

Oleh : Rizal M. Suhardi

 

Pendahuluan

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang berada di kawasan Indonesia Timur. NTB secara garis besar memiliki dua pulau utama yaitu pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Daerah ini secara geografis memiliki potensi yang melimpah untuk dikembangkan. Potensi yang besar meliputi didalamnya terdapat kelimpahan keanekeragaman hayati yang belum banyak di eksplorasi dan di kembangkan secara menyeluruh. Salah satu jenis keanekaragaman itu adalah Rusa Timor.



Rusa timor merupakan salah satu rusa asli Indonesia dan telah di tetapkan menjadi fauna identitas oleh provinsi NTB. Rusa ini menjadi satwa yang keberadannya telah dilindungi undang-undang. Nama ilmiah hewan ini adalah Cervus timorensis yang termasuk dalam hewan pemamah biak. Hewan ini memiliki ciri dengan bulu berwarna coklat dan kemerah-merahan hingga abu kecoklatan, bagian bawah perut dan ekor berwarna putih. Ukuran tubuhnya memiliki ukuran lebih besar di bandingkan dengan Rusa bawean dengan panjang badan berkisar antara 195-210 cm dengan tinggi badan sampai 91-110 cm. Antara Rusa jantan dan betina memiliki perbedaan diantaranya pada rusa jantan memiliki tanduk yang bercabang yang tumbuh pertama kali pada saat berumur  8 bulan dan tanduk menjadi sempurna pada saat menginjak dewasa dengan ujung yang runcing.

Penyebaran utama Rusa timor berada di daerah hutan yang berada di pulau Lombok dan Sumbawa. Keberadaannya ini sangat di dukung oleh ketersedian sumber makanan yang cukup untuk melangsungkan kehidupannya baik berupa kebutuhan biologis seperti makan, minum, berlindung dan berkembangbiak sekaligus juga memenuhi kebutuhan ekologisnya di dalam ekosistem. Namun akhir-akhir ini, distribusi dan kelimpahannya mengalami ancaman. Jumlah populasinya berkurang tidak seperti dahulu yang biasanya dapat di temukan di mana-mana sekarang agak sulit untuk melihat species ini. Penurunan jumlah populasi Rusa saat ini menjadi ancaman yang sangat serius dan perlu untuk ditanggulangi. Berbagai macam aktivitas yang dilakukan oleh manusia yang menjadi salah satu penyebab populasinya hampir mengalami kepunahan.

 

Deskrips kasus

Rusa timor (Cervus timorensis) dari tahun ke tahun di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini bisa di ketahui dari hasil survei yang telah dilakukan, mulai dari Pulau Moyo (Kabupaten Sumbawa) merupakan lokasi habitat Rusa terbesar di daerah NTB, pada tahun 1998 rusa mencapai jumlah 11.000 ekor, namun pada survey yang diadakan pada tahun 2012 jumlahnya mengalami penurunan menjadi 3.000 ekor.  Selanjutnya, di kawasan Gunung Tambora (meliputi kawasan Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu) diperkirakan jumlah Rusa tinggal tersisa 1.500 ekor, begitu juga dengan yang ada di kecamatan Jereweh (Kabupaten Sumbawa Barat) terdapat 1.500 ekor Rusa,  di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak (Kabupaten Lombok Tengah) diperkirakan 100 ekor.

Kemudian berdasarkan catatan pihak Konservasi Sumber Daya Alam NTB, jumlah Rusa di Taman Nasional Gunung Rinjani diperkirakan jumlahnya tinggal ratusan ekor. Berdasarkan berbagai survey dan catatan pihak konservasi yang telah dilakukan dapat di diketahui bahwa keberadaan Rusa timor di alam sudah semakin berkurang tiap tahunnya dan sulit untuk di temukan dalam skala besar sehingga Rusa timor dimasukkan pada kategori tingkat keterancaman  dengan status konservasi vulnerable (rentan) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). 

Analisis Permasalahan

Berkurangnya populasi Rusa Timor di NTB di akibatkan oleh aktivitas manusia yang berlebihan. Kehilangan populasi species ini akan menyebabkan efek jangka panjang mulai dari punahnya species dan hilangnya kestabilan ekosistem. Adapun jenis kegiatan yang di lakukan adalah

Terjadinya perburuan liar yang dilakukan masyarakat. Perburuan ini dilakukan untuk di ambil daging, kulit, dan tanduknya. Dagingnya untuk di konsumsi dan merupakan sumber protein hewani dimana teksturnya lembut, dan berwarna merah, serta kandungan kolesterol rendah menjadikannya digemari oleh banyak orang sehingga rusa memiliki nilai jual yang tinggi.  Daging rusa mempunyai persentase karkas 58 % dengan jumlah energi yang dihasilkan dari lemak daging 22 % yang energinya mencapai 628 joule/100 g.  Kandungan protein daging mencapai presentase 21 % (tetap dengan bertambahnya umur) dan 40 % dari bagian karkas belakang (3/4 bagian karkas bagian belakang mempunyai harga tinggi). Kulit rusa dijadikan tikar atau alas duduk. Di bidang pengobatan, tanduk yang masih muda (velvet) dapat digunakan sebagai ramuan obat-obatan. Di bidang estetika bisa di gunakan untuk sebagai hiasan rumah yang di tempatkan di dinding-dinding tembok.

Adanya pengerusakan kawasan hutan secara besar-besaran di berbagai wilayah yang mengakibatkan rusaknya habitat rusa. Masyarakat sebagian besar menjadikannya sebagai lahan terbuka untuk bercocok tanam dan juga mengambil kayu secara belebihan di kawasan hutan. Penebangan pohon tidak dilakukan sengan teliti, dengan system tebang pilih. Akibat rusaknya habitat alami ini maka mengurangi kesesuaian populasi Rusa menjadi terganggu dalam habitatnya. Rusa biasa hidup secara berkelompok dan memiliki sensitivitas yang tinggi pada keadaan. Jika keadaan berbahaya mereka bisa dengan cepat pergi. Mereka akan berusaha untuk mencari makanan ke daerah yang tidak rawan akan ancaman. Mengingat kemampuan rata-rata rusa untuk mempertahankan jumlahnya membutuhkan waktu yang lama. Untuk bisa kembali stabil membutuhkan waktu yang cukup lama. Meskipun kembali stabil jumlahnya seperti dulu namun yang baru tidak akan sama dengan yang dulu.

 

Saran untuk Pemecahan Masalah

Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, cara untuk mengatasinya adalah :

1.    Pemerintah harus mensosialisasikan ke masyarakat pentingnya Rusa Timor sebagai satwa langka yang di lindungi oleh Undang-Undang dengan tidak memberikan ijin perburuan liar sekaligus bisa menjaga kelestariannya dan memberikan efek jera bagi pelaku dengan sanksi yang sesuai tanpa adanya kepentingan lain.

2.    Memperbaiki kerusakan ekosistem terutama kawasan yang telah dilindungi dengan melakukan pengawasan hutan secara ketat dan dilakukan bersama dengan masyarakat.

3.    IUCN mengategorikan Rusa timor dalam status vulnerable, rentan terhadap kepunahan sehingga konservasi perlu dilakukan, dapat berupa konservasi populasi maupun konservasi habitat. Salah satu upaya untuk melakukan konservasi populasi adalah dengan melakukan konservasi eksitu terhadap rusa timor melalui penangkaran dengan melibatkan peran dari masyarakat yang nantinya akan dipantau oleh Pemerintah melalui BKSDA NTB. Disamping itu, memberikan pembekalan, pelatihan dan evaluasi bertahap di dalamnya.

4.    Hasil penangkaran rusa dari masyarakat nantinya agar dilepas di kawasan yang telah di lindungi Pemerintah sebagai habitat aslinya.

5.    Peraturan dan manajemen dikelola dengan cara serius, transparan dan akuntabel serta tidak ada saling tumpang tindih yang terjadi dalam setiap kebijakan.

 

Kesimpulan

Dari uraian diatas tentang Rusa Timor di NTB, dapat diambil kesimpulan, yakni :

1.    Rusa timor (Cervus timorensis) kondisinya sangat memperhatinkan dengan statusnya yang rentan.

2.    Perlu dilakukan langkah strategis yang tepat untuk mengatasi kepunahanannya dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah untuk bersama menjaga kelestarian rusa timor baik melalui penangkaran maupun menjaga habitat aslinya.

3.    Memberikan sanksi yang tegas bagi para pelaku perburuan liar dan pengerusakan hutan.


 

Daftar Pustaka

Alamendah. Rusa timor fauna identitas provinsi NTB. http://alamendah.org/2010/06/04/rusa- timor-fauna-identitas-provinsi-ntb/comment-page-5/ (Diakses tanggal 24 Desember 2015)

http://izzatulmillah.it.student.pens.ac.id/ntb.html (Diakses tanggal 24 Desember 2015)

Antara News. 2015. Populasi Rusa di NTB merosot tajam.  http://www.antaranews.com/berita/476028/populasi-rusa-di-ntb-merosot-tajam. (Diakses tanggal 2 Desember 2015)

International Union for Conservation of Nature. 2015. Retrieved from IUCN.  http://www.iucnredlist.org/details/41789/0 (diakses tanggal 16/12/2016)

 

Continue Reading

Betapa Indahnya Hidup Ini

Tuesday, October 27, 2015 | 0 comments

Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja.
Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"
Audiens menjawab: "Sdh penuh".
Ooooo tunggu......Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?"
Audiens mjwb: "Sdh penuh".
Kemudian sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya.
tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.
Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
🌹"Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya."
🌹Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua, istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan. Bola Tenis ini adalah Impian kita. Termasuk dalam 7 Aspek Kehidupan yg kita ingin raih, ( 1.Spiritual, 2.Keluarga, 3.Kesehatan)
🌹Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll. ( 4.Financial dan 5.Pendidikan)
🌹Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan, jalan2 ke luar negeri dll.(6. Rekreasi / Hobby)
🌹Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.
🌹Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.
Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".
Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yg mau bertanya?"
Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.
Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi .....?"
Sang guru besar menjawab sbg penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil "minum kopi" ..... dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama !!" (Bersosialisasi dgn org lain)
Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan, jangan sampai cuek yah ::::::::
Continue Reading
Powered by Blogger.

Entri Populer

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger