Berita Terkini :
Home » » GEOGFARI DESA KOTA

GEOGFARI DESA KOTA

Jumat, 28 Desember 2012 | 1komentar



A.    PENGERTIAN INTERAKSI
Interaksi dapat di artikan sebagia prilaku atau hubungan timbal balik. Perilaku dan hubungan timbale balik yang di maksud adalah perilaku dan hubungan timbale balik yang saling menguntungkan uang dapat di gunakan untuk saling melengkapi atau saling menutupi keterbatasan yant terdapat dalam setiap wilayah.
Dalam geografi, interaksi yang di maksud adalah perilakiu suatu wilayah akibat perpindahan manusia, barang dan informasi. Arus manusia di sebut imigrasi, gerakan atau perpindahan gagasan daninformasi di sebut komunikasi, arus barang atau energi disebut transportasi.
Menurut bintaro, interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbale balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah perlilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, melalui berita yang di dengar, atau melalui surat kabar.
Menurut yoseph S. ROUCEK, interaksi merupakan suatu proses yang bersirfat timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
1.      Interaksi wilayah
Pesatnya perkembangan ekonomi terjhadi karena adanya interaksi antar wilayah dan adanyua daya serap dari arus penanaman modal, interaksi wilayah dalam geografi pertama kali di kemukakan oleh ullman dalam bukunya: “geography as spatial interaction”.
Secara geografi interaksi diartikan sebagai suatu hubungan timbale balik yang saling berpengaruh antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan , gejala, kenampakan ataupun permasalahan
B.     PRINSIP INTERAKSI
Pada prinsipnya interaksi keruangan merupakan
a.       Hubungantimbal balik antara dia wilayah atau lebih, misalnya antara kota dengan desa, antara kota dengan kota, antara daerah industry dan daerah pemasaran, antara daerah yang padat penduduknya dan daerah yang jarang penduduknya.
b.      Dalam hubungan timbale balik wilayah ini, terdapat proses pergerakan yaitu;
1.   Pergerakan manusia atau mobilitas
2.   Pergerakan atau perpindahan gagasan dan informasi atau dinamakan dengan komunikasi, seperti informasi tentang teknologi, keindahan suatu wilayah, bencana alam, dan sebagainya.
3.   Pergerakan materi atau benda, yang dinamakan transportasi seperti perpindahan hasil pertanian, produk industry, barang tambang dan lain-lain.
c.       Akibat hubungan antara dua wilayah tersebut, maka timbulah gejala kenampakan atau permasalahan baru. Gejala-gejala tersebut sifatnya dapat menguntungkan (+) atau merugikan (-)
C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI
Pola dan kekuaran interaksi antara dua wilayah atau lebih sangat di pengaruhi oleh keadaan alam dan social daerah tersebut, serta kemudahan-kemudahan yang dapat mempercepat proses hubungan kedua wilayah itu. Menurut Edward ullman, ada tiga factor utama yang mendasari atau mempengaruhi timbulnya interaksi antar wilayah yaitu:
a.       Wilayah yang saling melengkapi (regional complementary), yaitu wilayah yang memiliki potensi sumber daya yang berbeda –beda, baik secara kualitas maupun kuantitas.
b.      Adanya kesempatan untuk berintervensi (interventing opportunity) yang meliputi dua pengertian yaitu:
1.      Adanya kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antara dua wilayah, dan dapat memuhi kebutuhan sumber daya wilayah lain
2.      Adanya sumber daya pengganti yang di butuhkan wilayah sehingga melemahkan interaksi dengan wilayah lain.
c.       Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability), kemudahan ini dapat berupa benda, manusia, gagasan atau informasi,adapun beberapa factor yang mempengaruhi yaitu:
1.      Jarak mutlak dan jarak relative antar wilayah
2.      Biaya angkutan atau transportasi
3.      Kemudahan atau kelancaran transportasi
D.    WUJUD INTERAKSI
Beberapa wujud interaksi yang bersifat fisik adalah sebagai berikut:
a.       Perubahan penggunaan lahan. Misalnya, daerah permukiman berubah menjadi daerah pusat pertokoan.
b.      Pembangunan berbagai sarana dan prasarana. Misalnya, gedung perkantoran, jalan, pertokoan, sekolah dan perumahan.
Beberapa interaksi yang bersifat social adalah sebagai berikut:
a.       Kontak social antar masyarakat, kontak social antar masyarakat menghasilkan berbgai bentuk aktifitas dalam suatu lingkungan. Misalnya adanya berbagai organisasi sosial.
b.      Perubahan status social seseorang perubahan satatus social bias bersifat positif (Meningkat) atau negative (Menurun)
E. ZONA INTERAKSI DESA KOTA
Menurut bintaro, wilayah-wilayah atau zona interaksi adalah sebagai berikut.
a.       City, diartikan sebagai pusat kota
b.      Suburban (subdaerah kota), yaitu suatu wilayah yang lokasinya berdekatan dengan pusatkota. Wilayah ini meruakan tempat tinggal para penglaju. Penglajau adalah pendudu yang melakukan mobilitas harian (tanpa menginap di kota)
c.       Suburban fringe(jalur tepi subdaerah perkotaan) yaitu suatu wilayah yang dilingkari subdaerah perkotaan. Wilayah ini merupakan peralihan daerah kota.
d.      Urban fringe (jalur tepi daerah perkotaan paling luar), yaitu semua batas wilayah terluar suatu kota. Wilayah ini di tandai dengan sifat-sifatnya yang mirip dengan wilayah kota, kecuali dengan wilayah pusat kota.
e.       Rural (daerah pedesaan)
F. TEORI-TEORI INTERAKSI DALAM GEOGRAFI
Berikut teori interaksi dalam geografi,
a.       Teori grafitasi
Teori grafitasi pertama kali di kemukakan oleh sir issac newton (1687) dalam ilmu fisika. Dia mengemukakan bahwa dua buah benda akan memiliki gaya tari manarik antara keduanya. Gaya tarik menarik ini di sebut gaya gravitasi, kekuatan tarik menarik tersebut besarnya sebanding berbanding dengan hasil kali kedua masa benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
Konsep model gravitasi ini di dasarkan atas pernyataan bahwa jika ukuran salah satu atau kedua wilayah bertambah, maka pengaruh yang terjadi di anatara kedua kota tersebut juga akan bertambah. Semakin jauh jarak antara kedua wilayah, maka semakn berkurang juga pengaruh yang terjadi di antara keduanya. Fenomena demikian di kenal sebagai peluruhan jarak (distance delay). Model gravitasi ini dapat di gunakanuntuk menghitung,
1.      Aliran transportasi (lalu lintas)
2.      Migrasi antara kedua wilayah serta
3.      Jumlah penduduk yang cenderung menggunakan satu tempat pusat, misalnya satu tempat belanja.
Secara matematis, gaya gravitasi dinyatakan dengan rumus;
Keterangan :
G  : Besarnya gaya gravitasi antara 2 buah benda (N)
g   : Tetapan gravitasi newton, besarnya 6.760 x 102 Nm2/kg2
m1: Masa benda satu (dalam kg)
m2: Masa benda 2 (dalam kg)
d1.2 : Jarak benda (dalam m)
b.      Kekuatan interaksi
Model matematika dalam teori grafitasi newton tersebut kemudian di terapkan dalam bidang geografi untuk mengukur kekuatan interaksi kekurangan antara dua wilayah atau lebih oleh W.J reily (1929). Dia berpendapat bahwa kekuatan interaksi antara dua wilayah atau lebih dapat di ukur dengn memperhatikan jumlah penduduk masing-masing wilayah terebut. Untuk menghitung kekuatan interaksi keruangan ini, reily mengemukakan rumus sebagai berikut
Keterangan :
 = kekuatan interaksi anara wilayah A dan B
K = nilai konstan empiris, biasanya angka 1
  = jumlah penduduk wilayah A
 = jumlah penduduk wilayah B
 = jarak mutlak yang menghubungkan wilayah A dan B
c.       Teori titik henti
Teori titik henti (the breaking theory) sebetulnya merupakan modifikasi dari teori grfitasi reily. Teori ini berusaha memberikan suatau cara dalam memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan wilayah-wilayah perdagangan dari dua buah kota yang berbeda ukurannya. Selain itu, juga juga dapat di gunakan untuk memperkirakan penempatan lokasi industry atau pelayanan-pelayanan sosial antara dua wilayah, sehingga dapat di jangkau oleh penduduk daerah tersebut.
Keterangan :
= jarak lokasi titik henti yang di ukur dari kota atau wilayah yang jumlah penduduknya lebih kecil (dari kota A)
 = jarak antara A dan B (jarak dua kota)
 = jumlah penduduk kota yang lebih kecil (penduduk kota A)
 = jumlah penduduk kota yang lebih besar (penduduk B)

d.      Teori mobilitas penduduk
Model grafitasi di terapkan juga dengan interaksi maslah perpindahan penduduk (mobilitas penduduk). Untuk mengetahui perpindahan penduduk pendatang di suatu tempat, maka harus di dapatkan koefisien serap.
Contoh :
A
 
 



A : daerah asal penduduk
B : daerah penerima
J : jarak antara A dan B
Koefisien serap dapat di tuliskan dengan rumus ;
Keterangan ;
KS : koefisien serap
m   : jumlah migrasi
n    : waktu (tahun)
j     : jarak antar dua wilayah
e.       Teori grafik
Teori ini di kemukakan oleh K.J kansky dengan menggunakan jaringan transportasi sebagai komponennya. Daerah yang di hubungkan dengan jarigan jalan yang  kompleks akan mempunyai pola interaksi keruangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang yang di hubungkan oleh satu jalur tranportasi saja. Teori grafik dapat di tuliskan dengan rumus:

 

Keterangan ;
 : indeks konekvitas
 : jumlah jaringan jalan
 : jumlah kota dalam satu wilayah yang di hubungkan oleh jaringan jalan tersebut.
G. ASPEK INTERAKSI KOTA
a.       Aspek interaksi dibidang ekonomi antara lain;
1.      Kota sebagai pusat pasar dan pembelanjaan
2.      Pusat segala kegiatan industry
3.      Sarana dan aktifitas perdagangan, transprtasi dan komunikasi dapat berkembang
4.      Perbedaan harga-harga barang relative kecil
b.      Aspek interaksi kota di bidang social antara lain;
1.      Tata perumahan tempat tinggal yang cukup sehat
2.      Tersedia fasilitas transportasi dan komunikasi
3.      Tersedia fasilitas hiburan seperti gedung bioskop, karaoke, diskotik dan sebagainya
4.      Banyak di bangun tempat-tempat pelayanan social seperti pasar, kantor pos dan lain-lain
c.       Aspek interaksi kota di bidang budaya antara lain
1.      Tingkat pendidikan makin maju
2.      System komunikasi makin terbuka
3.      Adanya integrasi pola budaya masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh antar anggota masyarakat
4.      Kecendrungan masyarakat untuk menjadi keluarga kecil bahagaia dan sejahtera makin besar
H. MANFAAT INTERAKSI
a.       Desa bagi kota
1.      Sumber tenaga kerja
2.      Sumber bahan mentah
3.      Sumber   bahan pangan
b.      Kota bagi desa
1.      Sumber tenaga kerja terlatih dan terdidik
2.      Pembelanjaan
3.      Permodalan
c.       Kota bagi kota
1.      Mengurangi perbedaan biaya hidup dan pendapatan
2.      Mencukupi dan melengkapi kebutuhan penduduk
3.      Agar tidak terjadi pemusatan kegiatan produksi
I.    DAMPAK INTERAKSI
a.       Dampak positif interaksi kota antara lain
1.      Pengetahuan desa lebih meningkat karena di desa-desa sudah banyak di dirikan sekolah dasar hingga sekolah menengah
2.      Melalui studi pertanian di kota akan di peroleh pengetahuan tentang cara-cara pemilihan bibit unggul, pemupukan, dan pemberantasan hama, mencangkok, okulasi, serta stek dalam rangka menyebar luaskan tanaman produktif. Hal ini akan bermanfaat bagi petani, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan desa
3.      Banyak guru dari kota menjadi penggerak warga desa untuk membangun, selain itu dapat memberantas  buta huruf dan buta pengetahuan
4.      Transportasi yang lebih lancer antara desa-kota menyebabkan komunikasi danpengiriman  barang dari desa ke kota atau sebaliknya menjadi lancer. Hal ini akan meningkatkan ekonomi desa, khususnya bidang perdagangan
5.      Teknologi tepat guna dalam bidang pertanian dan peternakan akan meningkatkan produksi desa. Hal itu akan meningkatkan penghasilan penduduk yang pada gilirannya akan meningkatkan penghasilan desa
6.      Masuknya para ahli di berbagai disiplin ilmu pengetahuan bermanfaat bagi desa dalam melestarikan lingkungan, khususnya pencegahan erosi dan pencarian sumber air bersih. Selain itu usaha meningatkan bidang pengairan dapat dilaksanakan.
7.      Bantuan pemerintah dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas di bidang wiraswasta, antara lain kerajinan tangan, industry rumah tangga. Peternakan serta teknik pertukangan
8.      Pengetauan masalah kependudukan, khususnya norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS) sudah tersebar di desa-desa
9.      Berkembangnya organisasi sosial dan koperasi desa, telah membawa pengaruh positif bagi penduduk desa.
b.      Dampak negatif komunikasi desa antara lain
1.      Modernisasi kota dikhawatirkan mengubah cara hidup pemuda desa,merka cenderung meninggalkan orientasi pertanian yang menjadi pokok kehidupan mereka. Mereka tidak mau lagi mengelola sawah dan ladangnya.
2.      Pengaruh televise, khususnya film-film yang berbai seks dan kejahatan, jika salah dalam menafsirkan akan berbahaya. Penduduk desa yang masih murni dapat meniru adegan film, sehingga timbul prostitusi dan kriminalitas.
3.      Terbukanya kesempatan kerja dan daya tarik kota di berbagai bidang, telah menyerap tenaga muda dari desa. Hal itu menyebabkan tenaga kerja yang potensial  di desa sangat berkurang
4.      Perluasan kota dan masuknya orang-orang kota (berharta) ke desa telaj mengubah tata guna lahan desa.
5.      Masuknya kehidupan kota yang tidak sesuai dengan kebudayaan atau tradisi kota, cenderung mengganggu tata pergaulan dan seni budaya.
6.      Masalah lain yang mungkin timbul akibat interaksi desa-kota adalah pengangguran, tuna wisma dan kriminalitas.
Share this article :

1 komentar:

  1. mantap bro, karna blog kamu tugas aku selesai..
    terima kasih banyak :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Anda PenGunJuNg Ke .....

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger