Berita Terkini :
Home » » RESUME KEANEKARAGAMAN KARENA FAKTOR BIOGEOGRAFI

RESUME KEANEKARAGAMAN KARENA FAKTOR BIOGEOGRAFI

Senin, 21 Januari 2013 | 0 komentar


 
1.      Biogeografi
a.      Sejarah Terbentuknya Daratan
Daratan adalah hasil dari pembekuan batuan pijar yang membentuk bumi berjuta – juta tahun yang lalu. Jadi sewaktu bumi baru terbentuk belum ada daratan yang ada hanya batuan yang berpijar dengan suhu ratusan derajat celcius. Lalu daratan mulai terbentuk dari pendinginan batuan – batuan pijar tersebut yang memakan waktu berjuta – juta tahun.
Proses terbentuknya daratan tidak lepas dari proses terbentuknya planet bumi yang merupakan salah satu benda langit yang terbentuk dari awan / gas langit yang kemudian bumi itu berupa binatang yang sangat kecil karena proses tekanan antar material pembentuk yang mmpunyai tekanan kearah memusat sehingga menimbulkan pijaran panas memancar dilangit.
Kemudian saat melewati beberapa proses benda langit yang akhirnya diketahui bernama bumi jlai dingin karena jauh dari panas sinar matahari, maka bumi yang termasuk jauh dari matahari dan menerima kualitas panas matahari lebih rendah daripada planet yang lebih dekat, sehingga lebih dulu mendingin dan membeku menjadi es, bagian luar bumi membentuk dasar tanah, air dan atmosfer. Selanjutnya mengalami gejolak dari inti bumi yang mengarah keluar ke permukaan bumi atau membentuk aktivitas dan tektonik dari gunung berapi pada dasar tanah yang baru terbentuk.
b.      Masa Pangea
Lystosaurus adalah sejenis reptil pemakan tumbuhan yang sebesar babi, dengan ekor lancip pendek, kaki pendek, daun telinga kecil dan kepala seperti harimau hidup pada Periode Permias – Trias. Superkontinen Pangea lalu mulai terpecah pada Periode Trias Akhir- Juras, menghasilkan dua superkontinen yang lebih kecil yaitu Laurasia dan Gondwana. Laurasia yang bergerak ke arah utara. Intra-continental rifting kemudian diikuti sedimentasi endapan darat lalu diisi oleh air laut,menjadi Laut Atlantik bagian utara. Rift basins yang terbentuk saat Pangea pecah masih bisa dilihat di bagian Central Atlantik Margin baik sebelah Amerika Utara maupun Moroko.


c.       Masa Laurasia
Laurasia adalah superkontinen yang terpisah dari Pangaean superkontinen pada masa mesozoik akhir sekitar 200 juta tahun yang lalu. Laurasia merupakan dataran dibelahan utara bumi yang terdiri dari Eurasia dan Amerika Utara.
Daratan superkontinen pecahan dari Pangea superkontinen dibelahan bumi selatan bumi pada masa itu disebut sebagai Gondwana. Teori – teori mengenai Laurasia dan Gondwana :
1)      Teori Kontraksi
Bumi telah mengalami pendinginan dalam jangka waktu yang sangat lama. Masa yang sangat panas bertemu dengan udara dingin membuatnya mengerut. Zat yang berbeda – beda menyebabkan pengerutan yang tidak sama antara satu tempat dengan tempat yang lain.
2)      Teori Laurasia – Gondwana
Muka bumi selalu mengalami perubahan atau perkembangan. Perubahan ini terus berlangsung hingga kini, ditunjukkan dengan adanya pergeseran daratan. Laurasia utara dan Gondwana diselatan. Kedua benua ini bergerak secara perlahan ke arah ekuator. Rotasi bumi membuat sebagian benua terakumilasi di daerah ekuator dan bumi barat.
3)      Teori Apungan Benua
Bentuk muka bumi berawal dari pergeseran benua. Berdasarkan kejadiannya, muka bumi awalnya adalah benua besar yang disebutPengea, lalu benua tersebut bergeser dan pecah kearah ekuator dan darat. Pendapat ini diperkuat dengan adanya persamaan bentuk garis pantai antara Amerika Selatan dan Benua Afrika serta adanya persamaan lapisan batuan dan fosil daerah tersebut.






4)      Teori Lempengan Tektonik
Teori ini adalah teori paling masuk akal dan diterima diseluruh dunia oleh ahli geologi. Kerak bumi dan lapisan litosfer mengapung diatas astenosfer sehingga dianggap satu daerah yang saling berhubungan karena adanya aliran konveksi yang keluar dibagian tengah dasar samudra. Aliran ini kemudian menyebar kedua sisinya, sehingga diduga ada penambatan materi kerak bumi.
2.      Asal Usul Kehidupan
A.    Mutasi Gen
Mutasi adalah suatu peristiwa yang relatif umum. Menurut perhitungan maka kecepatan mutasi adalah satu dari 10.000 individu pada mikroorganisme. Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman, harus dimulai pada salah satu struktur yang paling kecil dan sangat penting yaitu DNA. DNA terdiri dari 4 macam asam nukleat yaitu : Adenin ( A ), Guanin ( G ), Sigtosinin ( C ) dan Timin ( T ). Keempat asam nukleat tersebut diatas merupakan cetakan bagi 20 macam asam amino esensial. Penyebab terjadinya mutasi yaitu :
1.    Tautomer
Tautomer adalah suatu bentuk stereoisomer dari molekul asam nukleat.
2.    Struktur Analog
Ada sejumlah molekul dalam tbuh organisme yang mempunyai struktur yang serupa dengan asam nukleat. Dalam keadaan tertentu, molekul – molekul tersebut dapat secara tidak sengaja menempati salah satu kedudukan asam nukleat. Karena molekul – molekul tersebut bukan molekul asing, maka sel tidak akan melakukan denaturasi, namun molekul -  molekul tersebut tidak dapat berfungsi sebagai asam nukleat. Akibatnya proses berikutnya akan terjadi kesalahan.
3.    Inhibitor
Ada s3jumlah molekul tertentu yang dapat menempati ruang DNA yang seharusnya diiisi oleh asam nukleat. Apabila molekul – molekul tersebut menempati posisi asam nukleat, biasanya akan terjadi frameshift mutasi. Adanya frameshift mutasi akan menyebabkan mulai dari titik tempat terdapatnya molekul tersebut, bagian protein yang akan dikode menjadi salah semua karena bergeser satu asam nukleat.
4.    Zat mutagen.
Sejumlah zat seperti asam nitrat, nitrogen mustard dan peroksida dapat menggangnggu dengan bereaksi dengan salah satu Asam Nukleat, sehingga Asam Nukleat mengalami perubahan. Akibat adanya perubahan, maka Asam nukleat tersebut memberikan informasi yang salah.
B.     Pengaruh Mutasi Gen
1.      Mutasi mengubah struktur DNA tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan
Telah diketahui bahwa satu asam amino dikode oleh lebih dari satu kode genetik. Rantai DNA akan ditranslasikan menjadi asam amino. Apabila mutasi terjadi pda suatu tempat pada DNA, maka akan ada asam nukleat yang berubah, sehingga susunan DNA mengalami perubahan. Apabila didaerah tempat terjadinya perubahan mempunyai kode genetik yang mengkode asam amino tang sama, maka pada dasarnya rantai asam amino yang dihasilkan adalah sama.
2.      Mutasi mengubah rantai asam amino tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan
Pada bagian ini mutasi mengubah salah satu asam amino. Misaknya seharusnya leusin tetapi akibat mutasi maka asam amino yang dihasilkan adalah perubahan dari leusin menjadi isoleusin tidak mengubah fungsi dari protein tersebut.
C.    Mutasi Segmen Kromosom
Perubahan tidak terjadi pada tingkat gen tetapi dapat terjadi pada tingkatang yang lebih besar. Pada segmen kromosom dapat berupa :
1.      Duplikasi
Satu atau beberapa gen mengalami duplikasi atau jumlahnya berlipat ganda. Contohnya pada seranggamenunjukkan bahwa resistensi terhadap insektisida rganofosft disebabkan oleh adanya duplikasi gen yang memecahkan insectisida tersebut.



2.      Delesi
Kehilangan satu atau beberapa gen atau kerusakan suatu gen adalah kejadian yang relatif jarang tetapi selalu dapat ditelusuri.
3.      Translokasi
Kejadian translokasi mengandung pengertian bahwa ada sejumlah gen yang berpindah tempat pada kromosom yang lain. Perpindahan dapat terjadi secara resiprokal, maupun dapat juga terjadi secara sepihak. Akibat translokasi biasanya cukup parah pada generasi berikutnya karena keturunan yang dihasilkan dapat mengalami defisiensi dari sejumlah gen atau kelebihan dari sejumlah gen. hal ini disebabkan karena pada waktu gamet akan terjadi pembagian kromosom pada sel gamet. Pembagian kromosom tidak ditentukan oleh komposisi gen tetapi adanya sentromer dalam keadaan umum, maka sentromer dari kromosom yang serupa akan ditarik kekutub yang berbeda dan secara otomatis membagi gen dalam sel menjadi dua dengan jumlah dan komposisi yang sama hanya karena ada sejumlah gen yang terletak pada kromosom yang bukan seharusnya, pembagian yang dilakukan sentromer tidak sama.
4.      Transposisi
Proses transposisi menyebabkan posisi suatu gen dalam kromosom menjadi berubah. Dengan demikian, posisinya tidak tepat sama seperti sebelumnya. Biasanya hal ini tidak terdeteksi kecuali kalau kita melakukan analisis letak gen. meskipun hal ini jarang genetik suatu organisme. Sampai sekarang belum banyak diketahui, pengaruh apa yang dapat diakibatkan oleh adanya suatu transposisi.
5.      Inversi
Dalam kejadian inversi, ada sejumlah gen yang posisinya terbalik. Hal ini sebenarnya tidak berbeda jauh kasusnya dengan kejadian transposisi, hanya arahnya yang ikut berubah. Ada sejumlah data yang mengungkapkan perubahan dari ketahanan suatu spesies akibat dari inversi. Namun analisis yang dilakukan tidak mengungkapkan banyak mengenai mekanismenya.


DAFTAR PUSTAKA






















Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Anda PenGunJuNg Ke .....

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger