Berita Terkini :
http://picasion.com/
Home » » Belajar tentang Labi -labi (Bulus)

Belajar tentang Labi -labi (Bulus)

Saturday, March 10, 2012 | 0 comments

 BAB I

PENDAHULUAN

 

1.      Latar Belakang

Labi-labi atau bulus merupakan salah satu jenis  sumberdaya ikan golongan reptilia dan sebagai salah satu  sumber daya ikan yang dapat  dimanfaatkan sebagai sumber gizi dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan.




Ciri khas yang dimiliki labi-labi sebagai salah satu bangsa kura-kura (Ordo Testudinata) adalah perisai punggungnya/batok tidak tertutup oleh zat tanduk, tetapi ditutupi oleh kulit yang tebal sehingga kura-kura ini dikelompokkan ke dalam Sub ordo Cryptodera famili Trionichydae atau dalam istilah Inggrisnya dinamakan Soft-Shelled Turtle yang berarti kura-kura bercangkang lunak.

a.    Ciri-ciri khusus

1.      Tubuh dibungkus oleh kulit kering yang menanduk (tidak licin) biasanya dengan sisik atau bercarapace; beberapa ada yang memiliki kelenjar permukaan kulit

2.      Mempunyai dua pasang anggota gerak, yang masing-masing 5 jari dengan kuku yang cocok untuk lari, mencengkeram dan naik pohon. Pada yang masih hidup di air kakinya mempunyai bentuk dayung, dan bahkan pada ular tidak memilikinya

3.      Skeletonnya mengalami penulangan secara sempurna; tempurung kepala mempunyai satu condylus occipitalis

4.      Jantung tidak sempurna, terdiri dari 4 ruangan, dua auriculadan sebuah ventriculus (pada crocodilian terpisah menjadi dua, tapi masih berlubang disebut foramen panizzae). Terdapat sepasang archus aorticus, ber- erythrocyt dengan bentuk oval biconvex dan dengan nucleus.

5.      Pernafasan selalu dengan paru-paru; pada penyu juga bernafas dengan kloaka

6.      Memiliki 12 nevri cranialis

7.      Suhu tubuh tergantung pada lingkungan

8.      Fertilisasi terjadi di dalam tubuh, biasanya mempunyai alat kopulasi; telur besar dengan banyak yolk, berselaput kulit lunak atau bercangkok tipis. Telur biasanya diletakkan disuatu tempat dibiarkan menetas sendiri, tapi ada beberapa hewan misalnya kadal dan ular dierami oleh betina

9.      Segmentasi secara meroblastis, mempunyai membrane embryonis (amnion chorion yolk saccdan alanthois). Anak yang lahir/menetas mirip dengan yang dewasa, tidak ada metamorfoshe.

Reptilia menunjukkan kemajuan bila dibandingkan dengan amphibia. Hal ini ditunjukkan dengan (1) mempunyai penutup tubuh yang kering dan berupa sisikyang merupakan penyesuaian hidup menjauhi air (2) extramitas cocok untuk gerak cepat (3) adanya kecenderungan kearah pemisahan darah yang beroksigen dan tidak beroksigen dalam jantung (4) sempurnanya proses penulangan (5) telur sesuai sekali untuk pertumbuhan didarat, mempunyai membrane dan cangkok guna melindungi embrio.

b.    Struktur dan fungsi

Bentuk luar tubuh reptilia bermacam-macam yakni ada yang bulat pipih (penyu), bulat panjang (ular), berbentuk gelendong berekor (kadal,buaya) dll. Umumnya tubuh dapat terbagi atas bagian cephal, cervix, truncus, cauda.

Bagi hewan yang memiliki extremitas, maka bagian ini pendek berkuku panjang berkait.

Mulut yang agak panjang bertepi dengan gigi kecil runcing yang terletak dalam lekuk. Dekat ujung moncong sebelah dorsal terdapat nares eksterna (nostril).

Mata besar terletak disebelah lateral dengan palpebra superior (kelopak mata sebelah atas), palpebra interior (kelopak mata sebelah bawah) dan kecuali itu terdapat mambran nictitana yang transparan yang terletak dibawah mata.

Dibelakang mata terdapat lekukan yang tertutup oleh kulit, sebagai lubang telinga yang memiliki membran tympani

Anus sebagai akhir kloaka merupakan celah transpersal (malintang) yang terletak dibawah dasar dari extramitas posterior. Hewan yang memiliki lubang cloaca transversal disebut plagio tremata.

1.      Penutup tubuh

Penutup tubuh reptilia bermacam-macam ada yang berupa kulit bersisik yang meliputi seluruh tubuh. Diantaranya ada yang pada bagian dorsal mengalami cornificatio hingga merupakan lapisan tebal. Terdapat juga berpenutup tubuh berupa perisai atau carapace.

2.      Skeleton

Skeleton axialis terdiri atas tempurung kepala dan vertebrae. Tempurung kepala ada yang bermoncong panjang merupakan tulang yang keras pada hewan yang dewasa. Rahang bawah yang panjang bersendi pada tulang kuadrat yang telah bersatu dengan tulang cranium. Bagian ventral dari cranium merupakan plat yang keras. Columna vertebralis terdiri atas lima type yakni: cervix (leher), thorax (dada), lumbal (pingang), sacrum (panggul), dan cauda (ekor).

Pada buaya di cervix terdapat tulang rusuk pendek yang bebas (costae cervicalis), sedang pada thorax dan sternum dihubungkan oleh costae thoracalis dengan perluasan tulang-tulang rawan. Diantara sternum dan os pubic terdapat costae abdominalis.

3.      System musculus

Reptilia memiliki sistem otot daging lebih kompleks bila dibandingkan dengan amphibia, karena otot daging harus mendukung tubuh didaratan yang bersifat lebih berat dari pada didalam air. Kecuali itu juga untuk gerakan-gerakan yang sifatnya harus cepat.

4.      System digestoria

Mulut yang dapat terbuka lebar memiliki dentes (gigi) yang berfungsi untuk keperluan opensif dan mempertahankan serta mengunyah. Barisan gigi itu dapat dibedakan atas dua deretan. Deretan gigi yang conisch (bentuk kerucut) menempel pada rahang dan gigi ini sebagai gigi pleurodont, bengkok kearah covum oris. Pada palatum (tulang langit-langit) terdapat deretan gigi halus yang disebut dentes palatine. Lingua yang pipih bersifat bida (bercabang dua) terletak didasar covum oris. Pada reptilia yang masih hidup di air misalnya buaya bagian belakang dari lingua terdapat suatu lipatan tranversal. Bagian ini bila ditekan akan menutup sehingga cavum oris terpisah dari pharynx.oleh karena itu walaupun hewan ini membuka mulut pada waktu berada di air, pru-parunya tidak akan dimasuki air. Dibelakang pharynx terdapat oesofagus yang merupakan saluran silindris menuju ventriculus yang terdiri atas bagian fundus yang agak bulat dan bagian kecil disebut pyloris.bagian ini bersambung dengan intestinum tenue (usus halus) terus dilanjutkan oleh intestinum crasum (usus besar) yang sering disebut rectum. Diantara kedua intestinum itu terdapat caecum yang sangat pendek. Akhirnya rectum bermuara pada cloaca. Glandulae digestive berupa hepar yang terdiri atas lobus dexter dan sinister bewarna coklat. Pada bagian caudal lobus dexter hepatis terdapat vesica fellea. Glandulae pancreatica terletak antara ventriculum dan bagian cranial intestinum tenue. Cloaca merupakan muara umum untuk tractus digestive, excretoria dan reproductive.

5.      System circulatoria

Cor terletak dibagian anterior ventral dari rongga thorax. Terdiri atas sinus vemosus yang kecil, dua buah antricula dan dua ventricular. Antara dua ventricular terdapat septum yang umumnya tidak sempurna, karena masih ada foramen fanizzae, pada crocodilia pemisahan septum telah sempurna.

Darah dari vena masuk kedalam cor melalui (1) sinus venosus, (2) auriculum dextra (3) ventriculum dextra (4) arteri, pulmonalis dan paru-paru darah kembali masuk (5) auriculum sinestra, dan terus ke ventriculum sinestra. Dari sini akan melalui sepasang archus aorticus yang selanjutnya kedarah dorsal mengelilingi oesofagus, dari dasar archus aortichus dexter muncul dua arteri carotis (arteri carotis communis dextra dan sinistra) yang menuju leher dan kepala, dan arteri subclavia menuju ke masing-masing extremitas anterior.

Dua archus aortichus menghubungkan diri jadi satu disebelah dorsal menjadi aorta dorsalis, yang akan memberikan darah kepada alat-alat dalam rongga tubuh, ke extremitas posterior dan ekor. Darah vena dikumpulkan (1) oleh vena cava anterior yang menampung darah dari kepala dan kedua extremitas anterior, (2) oleh sebuah vena cava posterior yang menampung darah dari organon reproductivum dan ren, (3) oleh ceva porta hepatica menmpung darah dari dalam tractus digestiva yang memecah menjadi kapiler-kpiler didalam hepar dan dikumpulkan oleh vena hepatica yang pendek dan (4) vena epigastris pada msing-masing sisi dalam rongga abdominalis menapung darah dari extremitas posterior, ekor dan tubuh. Dari kedua vena cava itu akan masuk ke sinus venosus.

6.      System respiratoria

Udara masuk melalui nares externa terus menembus plat yang keras menuju ke nares interna (dibelakang lubang) ini pada reptilia yang hidup di air terdapat vellum dan kemudian melalui glottis sebagai celah lingua menuju ke larynx. Larynx tersusun atas tulang rawan tiga buah dan berisi beberapa pasang pita suara (bagi yang bersuara). Selanjutnya berhubungan dengan trachea yang tersusun atas gelang-gelang tulang rawang. Trachea bercabang menjadi dua bronchi, yang selanjutnya masing-masing menuju ke paru-paru. Paru-paru terbagi atas bagian-bagian interior yang lebih kompleks dari pada amphibia yang mangandung capilair pulmonalis.

7.      System nervorum dan oeganon sensoris

Encephalon terdiri atas: lobus olfactorius yang panjang yang berhubungan dengan hemispherium cerebri yang terletak dimuka. Mesenchephalon yang tertutup oleh hemispherium cerebri yang terbagi oleh sulcus medianus menjadi dua corpora bigamina. Cereblum (myencephalon) berbentuk kecil terletak dibelakang mesencephalon.

Disebelah bawah cerebelum terdapat medulla oblongata yang lebar disebelah anterior yang mempunyai cekung lossa rhomboidea yang sebagian ditutupi cereblum. Disebelah dorsal dari mesencephalon suatu bulatan kecil ephyse, sedang sebelah ventral terdapat hypophyse. Selanjutnya medulla oblongata (metencephalon) dilanjutkan oleh medulla spinalis pada otak terdapat 12 nervi cerebrales.

Pada lingua terdapat tonjolan-tonjolan atau papil-papil yang mengandung receptor-receptor rasa, sedang saccus olfactorius tredapat reseptor-reseptor yang menerima rang sangan berupa gas. Organon virus mempunyai glandulae lacrimus untuk membasahi mata bagi reptil yang telah benar-benar hidup di darat.

Telinga memiliki tanda-tanda seperti vertebrata darat lainnya, masing-masing mempunyai bagian luar yang berakhir dengan membrane-tympani. Dibagian tengah dan bagian dalam tredapat tiga saluran setengah lingkaran dan alat pendengar lainnya. Dari bagian telinga tengah terdapat ductus eustachii yang bermuara pada atap pharynx dibelakang nares interna.

8.      System urogenitalis

Terdiri atas system uropetica dan system genetalis. System uropetica berupa ren bewarna kecoklat-coklatan (sepasang), terletak didaerah sacrum dan merupakan benda yang retroperitoneal dan trediri atas lobus anterior dan lobus posterior. Dari masing-masing ren terdapat ureter yakni ureter sinestra dan dextra. Pada hewan jantan sebelum bermuara di cloaca uretere itu bersatu dahulu dengan vas deferensia, sedang pada hewan betina langsung ke cloaca. Vesica urinaria yang merupakan kantung tipis yang tredapat di dekkat cloaca dan bermuara sebelah ventralnya; berfungsi sebagai penampung urine sementara.

System genetalis dapat kiata bedakan systema genitalis feminus dan systema genitalis musculinus.

systema genitalis feminus terdiri atas sepasang ovarium yang berbentuk ovoid, pada datarannya terdapat benjolan retroperitoneal. Oviduct yang merupakan saluran yang berdinding tipis; mulai cranial sebagai corong ostium abdominalis. Oviduct memiliki kelenjar dindingnya yang member kulit keras pada ovum yang sudah di buahi. Oviduct bermuara di cloaca yang dinding dorsal agak ke muka daripada muara ureter.

System genitalis musculinus terdiri atas sepasang testis, yang berbentuk oval kecil berwarna keputih-putihan. Di dekatnya terdapat saluran epididymis, kemudian di lanjutkan oleh saluran vasa deferensia. Pada bagian caudalnya bersatu dahulu dengan ureter baru masuk cloaca. Di samping itu semua terdapat alat copulation yang disebut hemipenis, yang terjadi atas dua organon yang terjadi karena tonjolan dinding cloaca. Pada waktu istirahat melipat masuk dengan dinding otot di sebelahnya. Pada waktu copulation hemipenis ditonjolkan keluar sedang otot daging kesebelah dalam. Semua bagian alat-alat genitalis itu di gantung oleh penggantung yang masing-masing ialah : mesovarium untuk ovarium, ligamentum untuk oviduct, mesorchium untuk testis.

 

ORDO TESTUDINATA

Tubuh bulat pipih dan umumnya relatif besar, terbungkus oleh perisai. Perisai sebelah dorsal cembung disebut carapace, sedang perisai sebelah ventral datar disebut plastron. Kedua bagian perisai itu di gabungkan pada bagian lateral bawah, dibungkus oleh kulit dengan lapisan zat tanduk yang tebal. Tidak mempunyai gigi, tapi rahang berkulit tanduk sebagai gantinya. Tulang kuadratpada cranium mempunyai hubungan bebas dengan rahang bawah, sehingga rahang bawah mudah di gerakkan, tulang ruang belakang thorax dan tulang costae (rusuk) biasanya menjadi satu dengan perisai. Ovipar, telur diletakkan dalam lubang pasir atau tanah. Extremitas sebagai alat gerak baik di darat maupun di air. Contoh: chelonian mydas (penyu hijau), tubuhnya besar, ada yang berdiameter satu meter. Chelonian imbricate, dll.

Anggota ordo ini memiliki ciri yang spesifik yaitu tubuhnya dilindungi oleh bangunan yang disebut cangkang atau tempurung. Dalam bahasa Indonesia, dikenal empat kelompok hewan yang termasuk bangsa ini, yaitu penyu ( sea turtle), labi-labi ( Shoftshell Turtle), Kura-kura air tawar ( Fresh water Turtle/ Terrapine), kura-kura darat ( Tortoise).

Tempurung kura-kura terdiri dari karapaks, yang berbentuk cembung di bagian dorsal, dan plastron yang bentuknya relatif datar atau rata di bagian ventral. Pada bagian karapaks terdapat tulang vertebra/ neural, tulang pleural, tulang suprapygal, tulang pygal, tulang nuchal dan tulang peripheral. Pada bagian plastron terdapat tulang epiplastron, tulang entoplastron, tulang hyoplastron, tulang mesoplastron, dan tulang xiphiplastron.

Di atas tulang-tulang penyusun karapaks dan plastron terdapat lapisan yang disebut keping perisai. Keping perisai pada karapaks terdiri dari keping vertebral, keping costal, keping marginal, keping nuchal, dan keping supracaudal. Keping perisai pada plastron terdiri dari keping gular, keping humeral, keping pectoral, keping abdominal, keping anal,dan keping femoral.( Pough et. al, 1998; Erns et. al, 2007 ). Pada beberapa famili ada yang tidak dilapisi dengan keping perisai seperti pada Famili Trionychidae dan Famili Charettochelydae.

Ekstrimitasnya termodifikasi sesuai dengan habitat hidupnya. Untuk anggota Ordo Testudinata yang hidup di laut, ekstrimitasnya termodifikasi menjadi bentuk seperti dayung untuk memudahkan hewan tersebut dalam bergerak di air (berenang). Sedangkan untuk anggota yang hidup di darat, alat geraknya termodifikasi menjadi bentuk batang atau tonggak, tanpa selaput dan untuk yang hidup pada habitat semiakuatik, terdapat selaput renang diantara jari-jarinya. Untuk hewan yang hidup di darat, jari-jarinya dilengkapi dengan cakar yang pada jantan, cakar ini lebih panjang yang fungsinya antara lain sebagai alat untuk berpegangan pada pasangannya pada saat kopulasi.

Reproduksi anggota Ordo Testudinata terjadi secara ovipar dengan pembuahan secara internal. Telur yang dihasilkan disimpan dalam tanah, pasir atau serasah dengan suhu yang relatif konstan. Pada penyu, biasanya dalam periode tertentu mereka akan mendarat di pantai untuk meletakkan telur-telurnya. Anggota ordo ini tidak mempunyai gigi (giginya mereduksi) dan diganti dengan semacam modifikasi pada rahang (keratinasi) menjadi bentuk seperti paruh.

2.      Rumusan Masalah

Dalam makalah ini penyusun mencoba mengangkat permasalahan-permasalahan sebagai berikut:

a.       Menjelaskan tentang hewan Reptil yakni dari ordo Testudinata

b.      Memahami ciri-ciri, struktur dan fungsi tubuh, cara hidup dan habitat, reproduksi dan klasifikasi labi-labi (Trionyx)

3.      Tujuan Masalah

Makalah ini disusun dengan tujuan tidak lain adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pendidikan atau ilmu pengetahuan kita semua, dan bertujuan agar pembacanya dan kami sendiri sebagai penulis dapat mengetahui, memahami dan menjelaskan tentang klas reptilia, ordo testudinata jenis labi-labi (Trionyx) mengenai ciri-ciri, struktur dan fungsi tubuh, cara hidup dan habitat, reproduksi dan klasifikasinya.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

TRIONYX (LABI-LABI)

Labi-labi atau bulus merupakan salah satu jenis  sumberdaya ikan golongan reptilia dan sebagai salah satu  sumber daya ikan yang dapat  dimanfaatkan sebagai sumber gizi dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan.

Ciri khas yang dimiliki labi-labi sebagai salah satu bangsa kura-kura (Ordo Testudinata) adalah perisai punggungnya/batok tidak tertutup oleh zat tanduk, tetapi ditutupi oleh kulit yang tebal sehingga kura-kura ini dikelompokkan ke dalam Sub ordo Cryptodera famili Trionichydae atau dalam istilah Inggrisnya dinamakan Soft-Shelled Turtle yang berarti kura-kura bercangkang lunak.

A.    Klasifikasi dan Morfologi

Menurut Wilkinson (1979) dalam Ditjenkan (1991), klasifikasi labi-labi adalah :

Filum              :  Chordata

Sub Filum       : Vertebrata

Klas                 : Reptilia

Ordo                :  Testudinata

Sub Ordo         : Cryptodine

Family             : Trionichydae

Genus              : Trionyx

Species            : Trionyx  spp.

Nama lain  ; Inggris (The black rafed soft shell), Indonesia (kuya, bulus, labi-labi, kura-kura air tawar); China (pio, chia).

Ciri khas yang dimiliki labi-labi sebagai salah satu bangsa kura-kura (Ordo Testudinata) adalah perisai punggungnya/batok tidak tertutup oleh zat tanduk, tetapi ditutupi oleh kulit yang tebal sehingga kura-kura ini dikelompokkan ke dalam Sub ordo Cryptodera famili Trionichydae atau dalam istilah Inggrisnya dinamakan Soft-Shelled Turtle yang berarti kura-kura bercangkang lunak.

Ciri-ciri morfologi menurut Pritchard (1979), T. cartilageneus (The black Rayed soft- shell) adalah merupakan spesies yang berukuran besar, dapat mempunyai ukuran panjang 28 “ (70 cm). Masih kerabat dekat dengan T. formosus (The Burmese soft-shell) yang sama-sama memeliki kekurangan tulang preneural. Penyebarannya : Burma, Thailan, Laos bagian selatan, Kamboja Utara dan Selatan, Vietnam hingga Teluk Tonkin, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

Memiliki moncong yang lebih panjang dari diamater matanya. Warna punggung sangat bervariasi, yang masih muda warna punggungnya terutama berwarna hijau pudar dengan garis hitam lebar yang menyebar. Seluruh permukaan punggung berbintik-bintik kuning dan ada 1 – 2 bintik tak beraturan berwarna hitam dengan lingkaran luar kuning. Cangkang bawah berwarna putih ke abu-abuan, kepalanya berwarna coklat gelap/tua atau berwarna abu-abu dengan bintik-bintik kuning yang banyak sekali.

Beberapa jenis lain dari labi-labi antara lain:

·         Bulus (Amyda cartilaginea)

·         Manlai alias labi-labi bintang (Chitra chitra)

·         Labi-labi hutan (Dogania subplana)

·         Labi-labi irian (Pelochelys bibroni)

·         Antipa, labi-labi raksasa (Pelochelys cantori)

 

B.     Kebiasaan hidup dan habitat

Labi-labi hidup di alam seperti rawa-rawa, danau, sungai dan dapat pula hidup di kolam yang suhu airnya berkisar 25-30 o C (Ikenoue dan Kafuku , 1992 dalam Nurbaiti, 1999).  Habitat yang disukai  adalah perairan tergenang  dengan dasar perairan lumpur berpasir , terdapat batu-batuan dan tak terlalu dalam. Labi-labi biasanya tak hanya tinggal di dasar perairan, tetapi terkadang nampak di atas batu-batuan untuk berjemur. Labi-labi biasanya menyukai perairan yang banyak dihuni oleh hewan air (molusca, ikan, crustacea dan lain-lain) serta  pada permukaan airnya terdapat tumbuh-tumbuhan air seperti enceng gondok, salvinia, monochorida, teratai dan lain-lainnya karena dapat menjadi bahan makanan di dalam air.

Menurut anonymous (1999), kebiasaan berjemur labi-labi  merupakan salah satu kebutuhan hidup. Dengan berjemur matahari membuat semua air pada cangkang atas dan bawahnya terjemur kering, sehingga lumut, jamur, parasit yang menempel pada permukaan badannya dapat kering dan terkelupas. Bila tidak berjemur, maka bulus akan mudah terserang penyakit atau mendapat gangguan fisiologis.

Pada kondisi lingkungan bersuhu rendah (kurang dari 30 o C), aktifitas bulus akan menurun, nafsu makan berkurang.  Biasanya bulus akan menyelam dan memendamkan dirinya dalam lumpur.  Di negara-negara yang mengalami 4 musim seperti di Jepang, pada musim dingin dimana suhu lingkungan sangat rendah, biasanya bulus membenamkan diri dan melakukan tidur suri. Dalam kondisi ini bulus tidak makan, tidak bergerak, tak tumbuh dan tingkat metabolismenya mencapai tingkat terendah.

Labi-labi menyukai lingkungan yang tenang dan penakut sehingga bila didekati akan melarikan diri atau menyelam. Labi-labi juga mempunyai kebiasaan berkelahi, saling menggigit dengan teman-temannya. Hal ini didasari kebiasaan labi-labi yang  sering ditemukan hidup secara tidak berkelompok (Suwarno , 1996 dalam Nurbaiti, 1999). Danau/kolam,sungai,rawa,genangan air dan tinggal di bagian dasar (bawah) dari perairan.

C.    Reproduksi

Labi-labi berkembang biak dengan bertelur (ovivar). Alat reproduksi labi-labi jantan berupa  penis yang terletak pada dinding ventral rotodenum dan pembuahan dilakukan secara internal.  Untuk membedakan labi-labi jantan dan betina secara mudah dapat dilihat dari bentuk ekor. Pada labi-labi jantan bentuk ekor memanjang sehingga ujungnya banyak terlihat diluar cangkangnya, Sebaliknya pada labi-labi betina bentuk ekor lebih pendek sehingga tidak tampak di luar cangkangnya. Kematangan gonad biasanya  terjadi pada bulan Mei dan Juni pada saat temperatur air berkisar 20 o C, dua  minggu kemudian betina akan memijah dan kemudian bertelur di darat di tempat yang berpasir.

Pada saat labi-labi betina akan bertelur biasanya dengan kaki belakang akan menggali lubang sedalam 20 cm, untuk menyimpan telur yang baru dikeluarkan  ke dalam lubang tersebut. Sebelum induknya kembali ke air, lubang tersebut ditutup kembali dengan pasir. Menurut Ikenoue dan Kafuku (1992) dalam Nurbaiti (1999), labi-labi betina bertelur 3-4 kali dalam setahun dengan interval waktu 2-3 minggu. Sekali bertelur jumlahnya 10 - 30 butir. Bentuk telurnya bulat berwarna putih kekuningan atau krem dengan garis tengah berkisar antara 1,5 – 2 cm dengan berat rata-rata 5 gram dengan  tekstur bagian luar relatif keras. Telur akan menetas menjadi tukik setelah 45 - 60 hari.

Di alam, labi-labi umumnya berpijah antara Juli-Desember. Labi-labi berkembang biak dengan cara bertelur (ovivar). Setiap kali labi-labi bertelur mencapai 10-30 butir. Telur berwarna krem dengan diameter antara 2-3 cm. Telur-telur yang dikeluarkan ditimbun dalam tanah berpasir selama lebih kurang 45-50 hari pada suhu 25-30 derajat C.

Labi-labi yang hendak dipijahkan di kolam pemijahan harus memenuhi persyaratan khusus, di antaranya umur dan ukuran. Selain itu, perbandingan antara induk jantan dan betina harus tepat. Adapun ciri induk jantan dan betina yang baik sebagai berikut.
Ciri induk yang berkualitas

ü  Betina

·         Umur sudah mencapai 2 tahun atau lebih.

·         Ukuran tubuhnya lebih kecildibandingkan jantan.

·         Ekor induk betina pendek dan tidak menonjol keluar dari cangkangnya.

·         Bentuk cangkangnya lebih bulat dan lebih tebal.

·         jarak antar kedua kaki belakang lebih panjang, karena erat kaitannya dengan proses bertelur.

·         Alat kelamin tumpul.

ü  Jantan

·         Umur sudah mencapai 2 tahun atau lebih.

·         Ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan betina, kadang-kadang dua kali besarnya.

·         Ekor induk jantan lebih panjang dan menonjol keluar dari cangkangnya.

·         Bentuk cangkangnya lebih oval dan dan lebih tipis.

·         jarak antar kedua kaki belakang lebih pendek.

·         Alat kelamin lancip.

 

D.    Ukuran dan Tanda-tanda

Panjang 24-60 cm, dan lebar 17-52 cm. Bentuk agak lonjong/bundar, pipih/gepeng, tanpa sisik. Karapas dan plastron terbungkus oleh kulit yang liat. Terdapat pelebaran pipih di sisi belakang dari karapas yang bentuknya membulat mengikuti bentuk karapas bagian belakang dengan tekstur seperti tulang rawan (Cartilago). Hidungnya memanjang membentuk tabung seperti belalai. Dia atas punggung agak menonjol. Sepanjang tungkai kaki depannya masing-masing berkuku 3 (tiga) buah dan berselaput renang, demikian juga keadaan tungkai kaki belakangnya.

E.     Warna

Warna pada umumnya abu-abu kehitaman seperti lumpur. Kadang-kadang terdapat satu atau dua pasang bentuk bundar hitam di kiri dan kanan punggungnya (dorsal). Bagian plastron (ventra) pada umumnya berwarna putih pucat sampai kemerahan.

F.     Status

Belum diketahui dengan pasti jumlahnya (under terminate)

G.    Makanan

Pemakan ikan dan satwa air lainnya serta tumbuhan air. Bertelur di darat dan menyukai tanah yang gembur dan berpasir. Sering berjemur di pagi hari diatas batu-batuan. Dalam kebiasaan makan, labi-labi seperti hewan karnivora lainnya, memakan udang kecil, ikan dan kerang-kerangan.  Menurut Ritchard (1979), selain ikan dan udang-udangam, labi-labi juga menyukai makanan dari bangsa amphibi, Sedangkan menurut anonymous (1999), labi-labi juga menyukai jenis siput atau keong.

H.    Potensi dan Penyebarannya.

Labi-labi pada umumnya menyenangi perairan yang banyak dihuni oleh hewan air (molusca,ikan,crustacea dll) serta permukaan air yang terdapat banyak tumbuhan air seperti enceng gondok ,salvinia ,semanggi ,monochoria,teratai dan lainnya. Labi-labi sering ditemukan hidup tidak berkelompok, sangat kanibal dan suka berkelahi sampai kondisi badan rusak.

Daerah penyebaran yang merupakan konsentrasi antara lain di perairan umum Indonesia bagian barat dan meluas ke Indonesia bagian tengah dan timur yaitu Pulau Jawa,Bali,Sumatera,Sulawesi,Kalimantan dan Irian Jaya.

I.       Jenis Usaha Yang Prospektif

Labi-labi adalah salah satu sumber daya ikan dan merupakan komoditas ekspor yang mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan terutaam dalam menunjang Protekan. Labi-labi untuk orang awam mungkin masih terdengar asing,tetapi bagi pengusaha eksportir jenis-jenis reptil ini tidak asing lagi. Bisnis-Labi-labi Trionyx sp di Indonesia akhir-akhir ini semakin marak ditandai dengan terus meningkatnya permintaan pasar luar negeri utamanya Hongkong dan Cina, Singapura dan Jepang. selama ini labi-labi dari Indonesia diekspor ke Cina,Hongkong,Taiwan dan Singapura. Disisi lain manfaat labi-labi tidak sebatas kebutuhan pangan saja namun mempunyai nilai tambah sebagai bahan obat yang berkhasiat. Nilai tambah inilah yang menjadikan labi-labi sebagai komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Labi-labi atau bulus merupakan salah satu jenis  sumberdaya ikan golongan reptilia dan sebagai salah satu  sumber daya ikan yang dapat  dimanfaatkan sebagai sumber gizi dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan.

Ciri khas yang dimiliki labi-labi sebagai salah satu bangsa kura-kura (Ordo Testudinata) adalah perisai punggungnya/batok tidak tertutup oleh zat tanduk, tetapi ditutupi oleh kulit yang tebal sehingga kura-kura ini dikelompokkan ke dalam Sub ordo Cryptodera famili Trionichydae atau dalam istilah Inggrisnya dinamakan Soft-Shelled Turtle yang berarti kura-kura bercangkang lunak.

Ciri khas yang dimiliki labi-labi sebagai salah satu bangsa kura-kura (Ordo Testudinata) adalah perisai punggungnya/batok tidak tertutup oleh zat tanduk, tetapi ditutupi oleh kulit yang tebal sehingga kura-kura ini dikelompokkan ke dalam Sub ordo Cryptodera famili Trionichydae atau dalam istilah Inggrisnya dinamakan Soft-Shelled Turtle yang berarti kura-kura bercangkang lunak.

2.      Saran

Ambillah hikmah/pelajaran dari hewan yang sederhana ini yaitu Labi-Labi (Trionyx), meskipun tubuhnya tidak begitu menarik namun sangat bermanfa’at bagi manusia sebagai sumber makanan dan bermanfa’at bagi habitatnya di alam. Oleh karena Allah SWT. menciptakan makhluknya tidak sia-sia, hanya manusialah tempat kehilapan. Jika ada kesalahan dalam pengetikan dalam makalah ini mohon untuk kritik dan sarannya.

 DAFTAR PUSTAKA

 

Jasin, Maskoeri. 1992. Zoology Vertebrata untuk perguruan tinggi. Sinar Wijaya: Surabaya

Maswardi, C. Harimurti Adi, S. Hanif dan A.J. Pamungkas, 1996. Budidaya Labi-labi. Balai Budidaya Air Tawar: Sukabumi.

Ernst, C.H., R.G.M. Altenburg & R.W. Barbour. . Turtles of The World. http://nlbif.eti.uva.nl/bis/turtles.php?selected=beschrijving&menuentry=soorten&id. Akses 22 agustus 2011



 

 

 

 

 

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Entri Populer

Negara PengunjuNg

free counters
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rizal Suhardi Eksakta * - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger